#30 tag 24jam
All-in-One Desktop Terbaik di 2026: Performa, Keamanan, dan Value for Money
Desktop All-in-One (AiO) menawarkan solusi praktis dengan desain ringkas yang menggabungkan performa tangguh, fitur keamanan, dan nilai investasi yang sesuai. [846] url asal
Di era digital seperti sekarang, memilih Desktop Terbaik di 2026 menjadi penting agar kebutuhan kerja dan hiburan bisa terpenuhi secara optimal. Desktop All-in-One (AiO) menawarkan solusi praktis dengan desain ringkas yang menggabungkan performa tangguh, fitur keamanan, dan nilai investasi yang sesuai.
Dengan begitu, Anda tidak hanya mendapatkan perangkat yang cepat dan andal tetapi juga keamanan data yang lebih terjamin.
Biasanya, kelebihan utama dari AiO desktop adalah kemudahan penggunaan dan penghematan ruang tanpa mengorbankan spesifikasi canggih. Kali ini, akan dibahas pilihan desktop AiO terbaik yang mengedepankan berbagai aspek mulai dari performa prosesor, pengolahan grafis, dukungan keamanan, hingga value for money. Semua berdasarkan data terbaru agar Anda bisa memilih sesuai kebutuhan.
All-in-One Desktop Terbaik di 2026
Memilih desktop AiO memang perlu memperhatikan beberapa aspek utama agar perangkat bisa betul-betul mendukung produktivitas dan memberikan pengalaman penggunaan yang maksimal. Berikut adalah beberapa model yang menonjol di 2026 dari segi performa, keamanan, dan nilai.
1. ASUS ExpertCenter P400 AiO (P470VA)
ASUS ExpertCenter P400 AiO (P470VA) hadir dengan layar 27 inci beresolusi FHD (1920 × 1080), menggunakan panel IPS dengan teknologi anti-glare, tingkat kecerahan 300 nits, dan rasio screen-to-body sebesar 93 persen. Desain layar yang lapang dan jelas ini mendukung kenyamanan mata saat penggunaan lama. Prosesornya mampu mencapai hingga Intel® Core™ i7, memberi tenaga yang cukup kuat untuk berbagai tugas multitasking.
Dari sisi grafis, perangkat ini memanfaatkan Intel® UHD Graphics atau pilihan Iris® Xe Graphics yang meningkatkan performa visual. RAM yang digunakan adalah DDR5 5200 MHz dengan dua slot SO-DIMM, mendukung kapasitas hingga 32GB. Untuk penyimpanan, sudah tersedia SSD M.2 PCIe® 4.0 dengan opsi kapasitas 256GB, 512GB, atau 1TB, serta mendukung dual SSD untuk kecepatan akses data lebih tinggi.
Koneksi wireless sudah mendukung Wi-Fi 6 atau Wi-Fi 6E, dipadukan dengan Bluetooth®, serta port I/O yang lengkap seperti USB Type-A dan Type-C hingga HDMI-out dan RJ45 LAN. Bobotnya sekitar 6,9 kg dengan dual speaker berteknologi Dolby Atmos, menjamin kualitas audio yang baik.
2. ASUS ExpertCenter PM600 AiO (PM670KA)
Model ASUS ExpertCenter PM600 AiO (PM670KA) membawa peningkatan terutama di sisi prosesornya yang menggunakan AMD Ryzen™ AI 7 350 CPU, menjadikannya pilihan yang cukup powerful untuk menjalankan aplikasi yang berat sekalipun. Layarnya juga 27 inci dengan panel IPS FHD dan tingkat kecerahan 300 nits, serta cakupan warna sRGB 100 persen.
Salah satu keunggulan unik adalah adanya fitur ASUS Copilot+ AiO yang merupakan inovasi ASUS untuk mendukung produktivitas secara cerdas.
GPU yang digunakan adalah AMD Radeon™ Graphics, sementara RAM-nya sudah menggunakan DDR5 SO-DIMM dengan kapasitas hingga 64GB, cukup besar untuk kebutuhan multitasking berat. Penyimpanan juga mengandalkan M.2 NVMe PCIe® 4.0 SSD dengan opsi dual SSD. Kamera depan 5MP IR dengan dukungan Windows Hello menambah keamanan melalui otentikasi wajah.
Koneksi wireless sudah mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth® 5.4, sangat mutakhir untuk transfer data nirkabel. Port input/output lengkap dengan HDMI-in serta HDMI-out 2.1. Berat desktop ini tetap sekitar 6,9 kg dan menggunakan adaptor 120W.
3. Axioo Hype Flex 7+ Pro Max
Axioo menawarkan opsi yang menarik dengan prosesor Intel® Core™ i7-13650HX dan 14 core yang cukup powerful untuk penggunaan berat. Layarnya berukuran 27 inci FHD IPS yang bisa diputar (rotatable), menambah fleksibilitas penggunaan di berbagai kondisi.
Kapasitas RAM-nya mendukung hingga 64GB dan penyimpanan 512GB SSD dengan slot ekspansi luas, memberi ruang untuk upgrade masa depan. Harga ditawarkan di kisaran Rp 14.299.000 dengan bonus keyboard dan mouse wireless plus adaptor.
4. Zyrex AIO Orion
Untuk yang mencari desktop AiO dengan value tinggi, Zyrex AIO Orion membawa harga entry-level dengan fitur slot ekspansi ganda yang memungkinkan upgrade RAM dan storage. Prosesornya menggunakan Intel® Core™ i3-1215U yang sudah cukup untuk tugas sehari-hari, dan dilengkapi fitur keamanan TPM 2.0 untuk perlindungan data. Daya yang digunakan hanya 65W, membuatnya hemat biaya operasional.
5. Lenovo ThinkCentre M90a Gen 5
Lenovo ThinkCentre M90a menjadi pilihan bagi Anda yang sangat memperhatikan aspek keamanan dan dukungan teknis. Ditenagai oleh Intel® Core™ i7-14700 vPro® dengan 20 core, perangkat ini menyajikan performa sangat kuat. Sistem keamanannya komprehensif meliputi ThinkShield™, TPM 2.0, otentikasi fingerprint, webcam shutter, dan teknologi vPro®. Selain itu, garansi on-site resmi dan sistem operasi Windows 11 Pro menambah keandalan di lingkungan kerja profesional.
Desktop All-in-One yang tersedia di pasaran 2026 menawarkan beragam pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran. Dari sisi performa dan teknologi terbaru, ASUS ExpertCenter P400 AiO dan PM600 AiO menonjol dengan spesifikasi prosesor dan grafis terkini, layar berkualitas, serta fitur keamanan dan konektivitas yang mumpuni. Sementara itu, pilihan lain seperti Axioo, Zyrex, dan Lenovo hadir dengan keunggulan masing-masing dalam hal nilai dan fitur keamanan.
Jika Anda mencari perangkat yang menghadirkan keseimbangan antara performa tinggi, keamanan, dan nilai investasi, seri ASUS ExpertCenter layak menjadi prioritas utama. Mereka menyediakan teknologi canggih dan fitur lengkap yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan produktivitas.
Jangan ragu untuk mengeksplorasi pilihan desktop All-in-One terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda, agar pekerjaan dan aktivitas sehari-hari berjalan lebih lancar dan efisien. Memilih desktop yang tepat merupakan investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan keamanan kerja Anda.
Grab Ajari UMKM Perempuan Hitung Margin Agar Tak Rugi di Era Jualan Online
Grab membekali lebih dari 1.800 UMKM perempuan di 13 kota dengan strategi pengelolaan bisnis digital agar tidak merugi atau boncos saat berjualan online. [435] url asal
Grab memperkuat upaya pemberdayaan pelaku usaha perempuan melalui program Arisan Sekumpulan Perempuan Bisa (Serabi) 2026. Lewat program tersebut, Grab membekali lebih dari 1.800 UMKM perempuan di 13 kota dengan strategi pengelolaan bisnis digital agar tidak merugi atau boncos saat berjualan online.
Program ini digelar mulai akhir April hingga Mei 2026 di Jakarta, Medan, Pekanbaru, Lampung, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Manado, Samarinda, dan Balikpapan.
Berbeda dari sekadar komunitas pelaku usaha, Serabi tahun ini difokuskan menjadi ruang edukasi bisnis praktis bagi Mitra GrabMerchant perempuan. Lewat program ini, diharapkan pelaku usaha lebih memahami strategi penetapan harga, pengelolaan biaya operasional, hingga pemanfaatan data tren konsumen.
Director of Territory Jabo and ID Central Operations Grab Indonesia Iki Sari Dewi mengatakan, banyak UMKM perempuan memiliki produk yang diminati pasar. Namun, banyak UMKM perempuan masih menghadapi tantangan dalam menentukan harga jual produk online yang sehat.
“Kami menyadari berjualan di ranah digital membutuhkan strategi penetapan harga yang berbeda dibandingkan dengan penjualan offline,” kata Iki dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (13/5).
Tingginya antusiasme pelaku usaha untuk menarik konsumen sering kali membuat mereka belum memperhitungkan seluruh biaya operasional secara tepat. Pada akhirnya, hal ini membuat keuntungan bisnis belum optimal.
“Sering kali, karena tingginya antusiasme untuk menarik konsumen, strategi harga yang diterapkan belum sepenuhnya memperhitungkan komponen biaya operasional secara tepat, sehingga potensi keuntungan belum dapat dimaksimalkan. Melalui Arisan Serabi 2026, kami hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” katanya.
Strategi Menghitung Harga yang Tepat
Salah satu materi utama dalam program ini adalah sesi BisaMatika, yakni lokakarya penetapan harga online yang mengajarkan cara menghitung harga jual agar margin keuntungan tetap mampu menutup biaya layanan maupun promo.
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan membaca tren permintaan konsumen berbasis data agar dapat menentukan produk dan strategi promosi yang lebih efektif. Grab turut mengenalkan pemanfaatan GrabModal Mantul sebagai solusi pembiayaan usaha yang lebih terencana.
Salah satu peserta Serabi asal Medan, Miranti Pramitha mengaku pelatihan tersebut membantu pelaku usaha memahami strategi harga yang tepat di tengah kenaikan biaya bahan baku.
“Sesi edukasi BisaMatika ini adalah yang paling kami tunggu karena dampaknya langsung terasa pada kelangsungan usaha. Kami mendapatkan pemahaman mendalam tentang strategi penetapan harga jual online yang tepat untuk menjaga margin keuntungan,” ujar Miranti.
Menurut Miranti, pemahaman tersebut menjadi solusi praktis agar UMKM tidak mengalami kerugian di tengah fluktuasi harga bahan baku. Kini ia mulai menyesuaikan strategi harga sekaligus memilih produk yang lebih menguntungkan.
Sejak diluncurkan pada 2023 dengan hanya 50 anggota di Jakarta, komunitas Serabi telah berkembang menjadi lebih dari 3.800 anggota di 13 kota di Indonesia. Grab menyebut program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM perempuan agar mampu membangun bisnis digital yang lebih sehat, berkelanjutan, dan menguntungkan.
Biaya di Marketplace Bisa Tembus 30%, Seller UMKM Keluhkan Margin Kian Tipis
Berbagai potongan biaya yang dikenakan marketplace dinilai membuat margin keuntungan penjual semakin tipis, terutama untuk produk dengan harga terjangkau. [1,413] url asal
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di marketplace mengeluhkan semakin besarnya biaya yang harus ditanggung penjual (seller). Berbagai potongan biaya dinilai membuat margin keuntungan penjual semakin tipis, terutama untuk produk dengan harga terjangkau.
Salah seorang pedagang online produk aksesoris wanita, Vivi Leonita, mengatakan saat ini seller tidak hanya menghadapi biaya admin marketplace. Tetapi, berbagai komponen biaya tambahan lain seperti biaya pemrosesan pesanan, layanan logistik, promosi, hingga komisi afiliasi.
Vivi, yang sudah menjadi pedagang online sejak 2015, saat ini aktif berjualan di Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop. Ia menjelaskan, di TikTok Shop misalnya, terdapat sejumlah biaya wajib yang dikenakan kepada penjual.
“Biaya wajib ini seperti komisi platform, komisi dinamis, biaya pemrosesan pesanan, layanan logistik, hingga biaya preorder dan layanan mall bagi seller tertentu,” kata Vivi kepada Katadata.co.id, Rabu (13/5).
Selain itu, ada pula biaya tambahan yang bersifat opsional tetapi banyak digunakan seller. Biaya ini seperti Growth Xtra, campaign berbayar, iklan GMV Max, hingga komisi afiliator.
Sementara di Shopee, Vivi mengatakan seller dikenakan biaya admin, biaya pemrosesan pesanan, biaya preorder, dan biaya layanan mal. “Di luar itu, banyak juga seller yang mengikuti program Gratis Ongkir Xtra dan Promo Xtra, ditambah biaya iklan serta afiliasi,” ujarnya.
Menurut Vivi, besarnya total biaya yang harus ditanggung pedagang sangat bergantung pada kategori produk dan program yang diikuti.
“Untuk produk dengan harga murah seperti aksesori, total biaya marketplace dapat menjadi sangat besar secara persentase. Jika seller mengikuti berbagai program promosi, menggunakan iklan, dan afiliasi, total biaya dapat mencapai lebih dari 30% dari harga jual,” katanya.
Ia menilai produk dengan harga murah justru menjadi yang paling terdampak. Hal ini karena persentase potongan terhadap harga jual menjadi jauh lebih besar.
“Semakin murah harga produk, semakin besar persentase biaya terhadap harga jual, sehingga seller perlu sangat cermat dalam menghitung margin,” ujarnya.
Tak hanya biaya marketplace, pelaku UMKM juga menghadapi kenaikan harga bahan pengemasan seperti plastik jenis oriented polypropylene atau OPP, bubble wrap, polymailer, lakban, hingga stiker.
“Secara persentase mungkin terlihat kecil, tetapi bagi usaha yang mengirim ribuan paket setiap hari, dampaknya cukup signifikan. Jika terjadi retur, bahan kemasan umumnya tidak dapat digunakan kembali sehingga menjadi biaya tambahan,” kata Vivi.
Ia menambahkan, tren biaya marketplace dalam beberapa tahun terakhir juga terus meningkat. Jika sebelumnya pedagang hanya dikenakan biaya admin yang relatif kecil, kini terdapat berbagai komponen biaya tambahan lain.
“Awalnya, seller hanya dikenakan biaya admin yang relatif kecil. Saat ini terdapat berbagai komponen biaya tambahan seperti biaya pemrosesan pesanan, layanan logistik, program promosi, dan biaya iklan,” ujarnya.
Kebijakan Marketplace Untungkan Konsumen Namun Menambah Biaya Penjual
Menurut dia, kebijakan marketplace kini juga semakin berorientasi pada perlindungan konsumen. Meski baik bagi pelanggan, kondisi tersebut dinilai membawa konsekuensi tambahan bagi penjual.
“Dari sisi pelanggan tentu hal ini baik, namun di sisi seller ada konsekuensi tambahan yang perlu diperhitungkan, seperti biaya retur, penolakan paket COD, dan potensi ongkos kirim yang dibebankan kepada penjual meskipun kesalahan bukan berasal dari seller,” katanya.
Vivi mencontohkan, seller dapat tetap dikenakan biaya ongkos kirim ketika pembeli COD menolak paket karena berubah pikiran. “Sebagai contoh, apabila pembeli COD menolak paket karena berubah pikiran, seller dapat dikenakan biaya ongkir sekitar Rp5.000 per arah,” ujarnya.
Selain itu, perubahan kebijakan marketplace juga disebut berlangsung semakin cepat sehingga pedagang harus terus menyesuaikan strategi usaha. Akibatnya, Vibi merasa sebagai pedagang harus terus memantau dan menyesuaikan strategi usaha agar tetap dapat menjaga margin dan operasional bisnis.
Ia menegaskan, kenaikan berbagai biaya tersebut sangat memengaruhi keuntungan penjual online. Pedagang harus menghadapi kenaikan biaya marketplace, bahan baku, kemasan, tingginya retur, risiko COD gagal, biaya promosi, hingga perubahan kebijakan yang dinamis.
“Semua komponen tersebut membuat margin keuntungan semakin tipis, terutama untuk produk dengan harga terjangkau,” kata Vivi.
Bahkan, Vivi mengaku sudah sulit untuk menghitung berapa kenaikan biaya admin sejak dulu hingga saat ini. Hal itu dikarenakan biaya yang dikenakan berbeda, tergantung banyak aspek seperti jarak lokasi pembeli yang menentukan ongkir dan jenis barang yang dijual.
Namun, Vivi mencontohkan seperti penjualan untuk produknya di TikTok Shop dengan total pendapatan satu transaksi Rp 24.500. Dari total ini potongan yang ia dapatkan dari aplikasi bisa mencapai sekitar Rp 8 ribu. Potongan ini berasal dari biaya komisi platform, layanan pre order, ongkir, komisi toko afiliasi, komisi dinamis, biaya cashback bonus, hingga biaya layanan voucher ekstra.
Sementara di Shopee, ia mencontohkan dengan total pembelian satu transaksi Rp 21.500, Vivi terkena potongan sekitar Rp 7 ribu. Potongan ini untuk biaya administrasi, biaya layanan, biaya proses pesanan, dan biaya komisi sehingga penghasilan akhirnya hanya sekitar Rp 14 ribu.
Meski demikian, Vivi menilai marketplace tetap menjadi sarana efektif bagi UMKM untuk menjangkau konsumen di seluruh Indonesia. Namun penjual pada akhirnya perlu semakin teliti dalam menghitung harga jual dan menjaga efisiensi usaha.
“Karena itu, pedagang perlu menerapkan strategi seperti bundling, efisiensi operasional, dan diversifikasi saluran penjualan agar usaha tetap sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Jalan Pintas Naikkan Harga
Salah satu pelaku usaha fesyen lokal Semarang, Andri, juga mulai merasakan tekanan dari kenaikan biaya administrasi di marketplace. Andri mengaku total biaya yang dibebankan platform e-commerce kini cukup besar sehingga berdampak langsung terhadap margin keuntungan.
Andri saat ini menjual berbagai produk kebaya dan wastra (kain tradisional) secara online maupun offline. Penjualan online dilakukan melalui Instagram dan marketplace seperti Shopee, sedangkan penjualan offline dilakukan lewat bazar dan market rutin.
Andri mulai berjualan di marketplace sejak 2023. Ia menjelaskan, biaya yang dikenakan marketplace saat ini terdiri dari biaya administrasi sebesar 8,25%, biaya layanan sekitar 4%, serta biaya proses pesanan.
“Total biaya yang dibebankan (kepada penjual) kurang lebih 14%,” katanya.
Menurutnya, tren kenaikan biaya admin terjadi secara bertahap. Pada awal menggunakan marketplace dan belum menjadi star seller, Andri mengaku belum dikenakan biaya administrasi. Namun setelah jumlah pesanan mencapai 50 transaksi, biaya admin mulai dikenakan sebesar 6%, kemudian meningkat menjadi 8%, lalu naik menjadi 14%.
Kenaikan biaya tersebut dinilai memberikan dampak signifikan terhadap keuntungan penjual online, terutama ketika total biaya sudah menembus di atas 10%.
“Pada awal kenaikan biaya admin sebesar 6%-8%, margin laba masih terpenuhi. Ketika biaya admin telah menyentuh angka di atas 10%, pengaruh ke laba cukup besar sehingga mau tidak mau ada penyesuaian harga di marketplace,” kata Andri.
Ia menambahkan, sejumlah pelaku usaha bahkan mulai mempertimbangkan kanal penjualan alternatif di luar marketplace. Andri pun juga beralih ke platform lain seperti website mandiri untuk menjual produknya.
Sebagai strategi bertahan, Andri kini menerapkan perbedaan harga antara penjualan di Instagram dan marketplace. Produk yang dijual melalui marketplace dipatok lebih mahal untuk menutupi biaya platform, sementara pembelian melalui Instagram menawarkan ongkos kirim lebih murah dan promo tertentu.
“Jika pembelian melalui Instagram, ada pilihan ongkir yang murah dan sering ada promo ongkir. Jika pembelian melalui marketplace, harga produk lebih mahal dari harga di Instagram tapi customer bisa menikmati gratis ongkir dan promo lainnya yang diberikan marketplace,” ujarnya.
Di sisi lain, kenaikan harga plastik disebut tidak terlalu memengaruhi biaya produksinya. Andri mengaku sejak awal berdagang berkomitmen mengurangi penggunaan plastik dengan memanfaatkan kertas cokelat dan paper bag sebagai kemasan utama produk.
Shopee sebelumnya menaikkan biaya layanan program gratis ongkos kirim atau ongkir XTRA bagi pedagang. Program ini bersifat opsional. “Mulai 2 Mei 2026, Shopee akan menyesuaikan biaya layanan gratis ongkir XTRA untuk produk ukuran biasa dan ukuran khusus,” kata Shopee, seperti dikutip dari situs resminya, Senin (13/4).
Dalam kebijakan baru itu, Shopee membedakan produk menjadi dua jenis yakni biasa dan khusus. Produk biasa yakni yang memiliki berat di bawah lima kilogram (kg), serta panjang, lebar, atau tinggi kurang dari 60 sentimeter (cm) dan dimensi di bawah 20 ribu cm kubik.
Sedangkan produk ukuran khusus, memiliki berat di atas lima kg, serta panjang, lebar, maupun tinggi lebih dari 60 cm dan dimensi di atas atau sama dengan 20 ribu cm kubik.
Sementara itu, platform Tokopedia dan TikTok Shop akan menerapkan kebijakan baru bagi para pedagangnya terkait layanan logistik. Pedagang di kedua platform ini akan dikenakan biaya layanan logistik mulai 1 Mei 2026.
“Mulai 1 Mei 2026 pukul 10.00, biaya layanan logistik akan dikenakan pada semua pesanan baru,” kata Tokopedia seperti dikutip dari situs resmi seller Tokopedia, Jumat (10/4).
Biaya tersebut dikenakan kepada penjual oleh penyedia layanan logistik untuk semua pesanan yang berkaitan dengan logistik. Hal ini termasuk pemrosesan pesanan, koordinasi dan pengiriman.
Untuk besarnya biaya akan dihitung berdasarkan persentase dari ongkos kirim yang dibayar pembeli di setiap pesanan. Platform menyatakan kebijakan ini tidak akan berdampak kepada pembeli.
“Biaya ini ditanggung di sisi penjual dan tidak akan ditampilkan kepada pembeli saat checkout,” kata Tokopedia.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti
Editor: Hari Widowati
Cek juga data ini
Perbanas Bahas Asuransi Siber untuk Lindungi Industri Perbankan
Perbanas saat ini masih melakukan kajian terkait bentuk implementasi, skema perlindungan, hingga mekanisme perhitungan premi asuransi siber. [499] url asal
Perhimpunan Bank Nasional atau Perbanas mulai membuka diskusi terkait penerapan asuransi siber di industri perbankan. Hal ini sebagai bagian dari penguatan ketahanan digital atau cyber resilience di tengah meningkatnya risiko serangan siber terhadap sektor jasa keuangan.
Ketua Bidang Teknologi dan Keamanan Perbanas sekaligus Direktur Information Technology PT Bank Negara Indonesia (BNI) Toto Prasetio mengatakan, pembahasan mengenai asuransi siber menjadi salah satu isu yang mulai dipertimbangkan dalam rangka memperkuat sistem perlindungan industri perbankan.
“Yang juga layak dipertimbangkan dalam kacamata kita berkaitan dengan asuransi siber. Ini juga hal yang harusnya muncul dalam sebuah diskusi,” kata Toto dalam acara CxO Forum Banking Update 2026 di Jakarta, Rabu (13/5).
Menurut dia, Perbanas saat ini masih melakukan kajian terkait bentuk implementasi, skema perlindungan, hingga mekanisme perhitungan premi asuransi siber. Hal ini dinilai sesuai dengan kebutuhan industri perbankan nasional.
“Nanti tahapan ini mungkin dari Perbanas akan kita walk out topik yang begini ini. Supaya perhitungannya juga masuk akal, berapa preminya,” ujarnya.
Pembahasan asuransi siber tersebut menjadi bagian dari upaya lebih luas Perbanas dalam menyusun panduan ketahanan siber bagi perbankan. Saat ini, organisasi perbankan itu juga tengah mengkaji standar cyber resilience yang selaras dengan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).
Toto mengatakan implementasi standar keamanan digital, termasuk konsep zero trust yang telah didorong BI, masih menjadi tantangan bagi banyak bank. Terutama, karena tidak semua institusi memiliki tingkat kesiapan teknologi dan pemahaman risiko siber yang sama.
“Kalau BI sudah bilang, oh kalau kamu tidak bisa jalan dengan minimum yang ini, please don’t go to digital,” ujarnya.
Perbanas juga mendorong adanya standar minimum keamanan digital bagi bank yang ingin memperluas layanan digital. Menurutnya, penguatan keamanan siber tidak cukup hanya dilakukan internal bank, tetapi juga harus melibatkan mitra teknologi eksternal.
Karena itu, Perbanas berencana menyusun acuan keamanan yang juga akan diterapkan kepada vendor atau penyedia layanan teknologi. Terutama bekerja sama dengan industri perbankan, termasuk penyedia sistem digital dan layanan deteksi fraud.
“Nanti kalau mau provide layanan A, B, C, kami akan minta yang mau provide tolong dong dilengkapi dengan keamanan A, B, C untuk membantu bank-bank yang akan bekerja sama,” kata Toto.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh proses penyusunan standar tersebut masih dalam tahap kajian. Selain itu juga memerlukan persetujuan regulator sebelum diterapkan lebih luas di industri perbankan.
Perbankan Butuh Keamanan Generasi Baru
President Director and CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan, transformasi digital perbankan saat ini memerlukan arsitektur keamanan generasi baru. Khususnya, keamanan yang terintegrasi penuh dengan ekosistem digital.
“Ketika AI mempercepat inovasi, AI juga melipatgandakan skala dan kompleksitas risiko,” kata Armand.
Menurutnya, keamanan siber tidak lagi cukup menjadi lapisan pertahanan. Hal ini juga harus menjadi fondasi strategis yang menyatu dengan konektivitas, cloud, dan kapabilitas AI dalam satu ekosistem yang bekerja secara real time dan berkelanjutan.
Wakil Ketua Umum Perbanas Hendra Lembong juga mengatakan pentingnya kolaborasi industri dalam memperkuat ketahanan siber nasional. Hendra mengatakan, kepercayaan nasabah adalah modal utama industri perbankan, dan ketahanan siber adalah penjaganya.
“Ancaman saat ini bukan lagi risiko masa depan, tetapi realitas harian yang harus dihadapi bersama,” kata Hendra.
RI Masuk 10 Besar Target Serangan Siber Dunia, OJK Minta Bank Antisipasi
OJK menilai risiko serangan siber harus mendapatkan perhatian serius karena dapat memicu turunnya kepercayaan publik terhadap industri perbankan nasional. [526] url asal
Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mengungkapkan Indonesia masuk dalam daftar sepuluh besar negara yang menjadi target serangan siber dunia. Hal ini berdasarkan data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
“Indonesia termasuk dalam top ten target anomaly traffic. Selain itu, sektor keuangan menempati posisi kedua terkait dengan insiden siber terbesar,” kata Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan dan Pengendalian Kualitas OJK Deden Firman Hendarsyah dalam acara CxO Forum Banking Update 2026 di Jakarta, Rabu (13/5).
Menurut dia, ancaman siber terhadap industri perbankan kini semakin kompleks. Pelaku kejahatan tidak hanya menyasar nasabah melalui penipuan digital, tetapi juga dapat langsung menyerang sistem internal bank.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi perhatian serius dari perbankan karena serangan siber dapat memicu turunnya kepercayaan publik terhadap industri perbankan nasional.
“Entah apa yang menjadi Indonesia itu menarik bagi para hacker, bagi para pelaku kejahatan siber. Tetapi memang faktanya Indonesia masuk ke dalam top ten target anomaly traffic,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta perbankan bisa mengantisipasi hal tersebut. Khususnya untuk meningkatkan kehati-hatian terhadap kondisi yang memiliki risiko kejahatan siber.
Sebagai respons atas ancaman tersebut, OJK telah menerbitkan panduan untuk meningkatkan resiliensi digital perbankan. Panduan tersebut ditujukan agar bank memperkuat tata kelola keamanan digital dan meningkatkan kesiapan menghadapi serangan siber.
OJK Siapkan Tata Kelola Penggunaan AI
Selain itu, OJK juga mulai menyiapkan tata kelola penggunaan kecerdasan buatan atau AI di industri perbankan. Namun saat ini regulator baru menerbitkan panduan, belum secara khusus membuat aturan setingkat peraturan OJK yang memuat ketentuan AI.
“Jadi bagi bank-bank yang sudah menggunakan AI, baru kita sampaikan panduannya, tata kelolanya seperti apa, panduannya seperti apa. Nah ini nanti kita akan lihat perkembangannya, apakah pada waktunya diperlukan adanya suatu POJK misalnya tentang AI. Tapi saat ini belum, saat ini kita baru mengeluarkan tentang panduan,” kata Deden.
Di sisi lain, OJK mengaku juga tengah melakukan transformasi digital dalam sistem pengawasan industri jasa keuangan melalui pengembangan Supervisory Technology atau SupTech. Langkah tersebut dilakukan agar pengawasan regulator mampu mengikuti pesatnya digitalisasi sektor keuangan.
“Kami ingin tentunya menuju ke arah apa yang biasa disebut dengan SupTech. Itu yang terus kita sedang kembangkan, mudah-mudahan nanti pada waktunya kita tetap akan bisa berdampingan dengan transformasi digital,” kata Deden.
Implementasi AI Bertahap
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Nasional atau Perbanas sekaligus Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) Hendra Lembong mengatakan perkembangan teknologi digital telah membuka ruang baru bagi bank untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus efisiensi operasional.
Namun, Hendra mengingatkan implementasi AI tetap harus dilakukan secara bertahap. Menurutnya, industri perbankan tidak boleh terlena untuk mengotomatisasi seluruh pekerjaan karena Indonesia masih membutuhkan banyak lapangan kerja.
Selain itu, ia juga mengingatkan potensi risiko dari penggunaan AI seperti munculnya halusinasi atau kesalahan jawaban yang dihasilkan sistem.
“Kalau ketagihan semuanya mau di-AI-kan, Indonesia butuh lapangan kerja cukup banyak, jadi harus pelan-pelan dan juga kita harus jaga juga jangan sampai ini halusinasi,” kata Hendra.
Di sisi lain, Hendra menilai percepatan digitalisasi perbankan turut memperbesar risiko siber yang harus dihadapi industri keuangan. Ia menegaskan ancaman siber kini bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan telah menjadi risiko bisnis dan reputasi bagi perbankan.
“Risiko siber hari ini adalah risiko bisnis, risiko operasional, risiko reputasi, bahkan risiko kepercayaan publik terhadap industri perbankan,” ujar Hendra.
OJK Soroti Bahaya Deepfake, Verifikasi Wajah Wajib Bagi Industri Keuangan
OJK mengharapkan lembaga jasa keuangan menerapkan autentikasi berlapis, verifikasi liveness yang kuat, serta deteksi anomali secara real-time sebagai kebutuhan operasional utama. [541] url asal
Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menegaskan teknologi verifikasi wajah atau liveness detection kini bukan lagi sekadar fitur tambahan bagi industri jasa keuangan, melainkan kebutuhan operasional utama di tengah meningkatnya ancaman penipuan berbasis kecerdasan buatan alias AI dan deepfake.
Peringatan tersebut muncul setelah tercatat sekitar 274 ribu laporan penipuan keuangan dengan total kerugian masyarakat melampaui Rp 6 triliun sepanjang akhir 2024 hingga 2025. Sebagian besar kasus disebut memanfaatkan teknologi deepfakeuntuk menembus sistem onboarding digital perbankan dan layanan keuangan.
“OJK sangat memahami bahwa infrastruktur digital yang selama ini mendorong kemajuan signifikan inklusi keuangan di Indonesia kini menjadi sasaran penipuan berbasis AI yang semakin canggih,” kata Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perbankan OJK Indah Iramadhini dalam acara Expert Lab dan Professional Gathering, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (12/5).
Karena itu, Indah mengatakan kerangka pengawasan OJK terus berkembang. Ia mengharapkan lembaga jasa keuangan menerapkan autentikasi berlapis, verifikasi liveness yang kuat, serta deteksi anomali secara real-time sebagai kebutuhan operasional utama, bukan sekadar fitur tambahan opsional.
“Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan para pelaku industri dalam menyusun panduan regulasi yang ketat namun tetap praktis, sehingga inovasi dapat terus berjalan sambil menjaga integritas sistem keuangan Indonesia,” ujarnya.
Pesatnya pertumbuhan pembukaan rekening dan layanan finansial secara digital telah memperluas permukaan serangan siber. Modus deepfake kini digunakan untuk memalsukan identitas melalui video, audio, maupun gambar sintetis yang dibuat AI agar menyerupai individu asli secara meyakinkan.
Kondisi tersebut membuat sistem keamanan berbasis aturan konvensional dinilai tidak lagi cukup untuk mendeteksi ancaman baru. Risiko terbesar kini dihadapi sektor perbankan, fintech, perusahaan pembiayaan, hingga platform pembayaran digital yang mengandalkan proses onboarding jarak jauh.
Empat Langkah Atasi Ancaman Deepfake
Dalam forum yang digelar Asosiasi Fintech Indonesia atau Aftech bersama ADVANCE.AI itu, regulator dan pelaku industri membahas empat langkah utama menghadapi ancaman deepfake.
Pertama, penguatan regulasi terkait tata kelola AI di sektor jasa keuangan. OJK memaparkan arah kebijakan layanan keuangan berbasis AI, menekankan keseimbangan antara inovasi dan perlindungan konsumen, sekaligus mengonfirmasi bahwa panduan tata kelola AI yang lebih konkret sedang dalam pengembangan dengan ancaman deepfake sebagai salah satu prioritas utama.
Kedua, teknologi deteksi yang sudah siap pakai. ADVANCE.AI memaparkan tren terbaru penipuan deepfake di Asia Tenggara sekaligus menampilkan solusi verifikasi identitas yang telah terbukti efektif dalam implementasi end-to-end onboarding di berbagai pasar regional.
Ketiga, ekosistem sebagai kunci. Pentingnya koordinasi lintas ekosistem antara regulator, asosiasi industri, penyedia teknologi, dan lembaga keuangan.
Keempat yaitu bukti dari lapangan. Perwakilan industri perbankan membagikan studi kasus implementasi nyata teknologi pencegahan penipuan, termasuk dampak terukur terhadap operasional dan praktik terbaik yang dapat langsung diadaptasi.
Sekretaris Jenderal Aftech Firlie Ganinduto menilai strategi mitigasi terhadap ancaman AI generatif tidak bisa disamaratakan. Hal ini karena setiap institusi memiliki tingkat kematangan teknologi dan profil risiko berbeda.
“Kami meyakini kolaborasi antara asosiasi, regulator, penyedia solusi teknologi, dan seluruh pemangku kepentingan industri menjadi faktor kunci dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inovatif namun tetap tangguh terhadap ancaman siber,” kata Firlie.
Sementara itu, Government Relations Director ADVANCE.AI Indonesia Entin Rostini mengungkapkan pola serangan deepfake di Indonesia kini mulai menyerupai tren global. Menurutnya, teknologi untuk mendeteksi dan mencegah serangan deepfake sebenarnya sudah tersedia, namun tantangan terbesar terletak pada implementasi dalam skala besar dan integrasi ke seluruh proses onboarding serta pemantauan transaksi.
“Pelaku penipuan bergerak dan beradaptasi lebih cepat dari perkiraan banyak institusi,” ujar Entin.
Satelit Nusantara Lima Punya Kapasitas Terbesar di Asia, Ratakan Konektivitas
Kehadiran Satelit Nusantara Lima diharapkan menjadi pengungkit baru pemerataan konektivitas nasional, terutama untuk wilayah terpencil dan daerah 3T. [325] url asal
#satelit #satelit-nusantara-lima #internet #give-me-perspective
Satelit Nusantara Lima yang resmi diluncurkan pada Senin (12/5) memiliki kapasitas terbesar di Asia, yakni mencapai 160 Gbps. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, pengoperasian Satelit Nusantara Lima menjadi langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus menunjukkan eksistensi nasional di ruang antariksa.
Dalam peresmian operasi Satelit Nusantara Lima, Meutya menyatakan, satelit itu bukan hanya proyek telekomunikasi, melainkan simbol kemampuan industri nasional dalam membangun infrastruktur digital berkelas dunia.
“Dengan Satelit Nusantara Lima, menunjukkan presensi Indonesia, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di kawasan. Sesuai arahan Presiden Prabowo, Indonesia harus hadir di panggung internasional, termasuk ruang antariksa,” kata Meutya dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (12/5).
Satelit Nusantara Lima dikembangkan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara bersama PT Satelit Nusantara Lima. Kehadiran satelit ini diharapkan menjadi pengungkit baru pemerataan konektivitas nasional, terutama untuk wilayah terpencil dan daerah 3T.
Menurut Meutya, tantangan utama transformasi digital Indonesia saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan jumlah pengguna internet. Pemerintah juga harus memastikan akses digital merata hingga ke pelosok.
Pemerataan Konektivitas Internet
Pemerintah mencatat lebih dari 230 juta penduduk Indonesia atau sekitar 80% populasi telah terkoneksi internet. “Kita ingin setiap warga, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote hingga Miangas, merasakan manfaat digital yang setara. Tidak boleh ada daerah yang tertinggal,” ujarnya.
Ia mengatakan pembangunan konektivitas harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, infrastruktur digital dinilai perlu dibarengi dengan perlindungan ruang digital dari berbagai ancaman siber.
“Tidak ada gunanya membangun konektivitas kalau ujungnya tidak meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Lebih dari itu, konektivitas harus menjaga masyarakat kita,” kata Meutya.
Meutya juga menyoroti ancaman digital seperti judi online, kekerasan siber terhadap anak, hingga radikalisme digital yang dinilai perlu diantisipasi seiring percepatan transformasi digital nasional.
Pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri untuk membangun ekosistem digital yang aman, berdaulat, dan berkelanjutan. Keberhasilan pengoperasian Satelit Nusantara Lima menjadi bukti kemampuan anak bangsa dalam menghadirkan teknologi strategis nasional.
“Indonesia butuh orang-orang pintar dan orang-orang berani. PSN telah membuktikan keberanian itu,” ujarnya.
ASUS Luncurkan Zenbook dan Vivobook Terbaru, Pionir Copilot+ PC dengan AI Lokal
ASUS merilis seri Zenbook dan Vivobook terbaru yang ditenagai oleh Series 3 Intel® Core™ Ultra processors dan AMD Ryzen™ AI 400 series dengan performa AI untuk kerja dan hiburan. [961] url asal
Jakarta – ASUS memperkenalkan jajaran produk terbaru, salah satunya ASUS Zenbook DUO baru dengan dual screen ASUS Lumina Pro OLED yang mutakhir. Seluruh lini produk yang diperkenalkan merupakan kategori Copilot+ PC yang ditenagai oleh Series 3 Intel® Core™ Ultra processors dan AMD Ryzen™ AI 400 series terbaru, yang memiliki performa NPU hingga 50 TOPS.
Tidak hanya hardware, ASUS kembali juga memperkenalkan Omni Virtual Assistant, sebuah solusi AI lokal yang memungkinkan pengguna merasakan pengalaman asisten pintar yang tidak hanya bisa berjalan secara offline namun juga responsif secara langsung di perangkat mereka.
Pengunjung di area demo juga dapat merasakan langsung ekosistem teknologi ASUS yang lengkap. Terdapat jajaran produk dari lini gaming seperti laptop dan desktop ROG serta TUF Gaming, hingga inovasi dari lini komponen yang mencakup motherboard, monitor, NUC hingga router berkualitas tinggi. Kehadiran berbagai lini ini menegaskan posisi ASUS sebagai pemimpin pasar yang menyediakan solusi teknologi end-to-end bagi pengguna di Indonesia.
"Tahun 2026 jadi tahun dimana AI bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sudah jadi bagian tak terlepaskan dari setiap interaksi pengguna dengan perangkatnya," ujar Lenny Lin, Country Manager ASUS Indonesia.
"Melalui jajaran ASUS Zenbook dan ASUS Vivobook terbaru ini, kami menghadirkan teknologi AI lokal yang lebih personal dan aman. Kami percaya inovasi ini akan menjadikan produk kami sebagai laptop rekomendasi bagi siapa saja yang menginginkan efisiensi maksimal tanpa kompromi," lanjut dia.
ASUS Zenbook DUO (UX8407AA): The Most Advanced Dual Screen AI Laptop
ASUS Zenbook DUO (UX8407AA) merupakan laptop terbaik di kelasnya yang berevolusi menjadi perangkat multitasking paling powerful. Dibandingkan generasi sebelumnya, versi 2026 ini memiliki pengurangan celah antar layar hingga 70% dan bezel yang lebih tipis (22–37%), menciptakan tampilan visual yang hampir tanpa batas dalam desain 180° lay-flat.
Laptop ini menggunakan material eksklusif Ceraluminum™ pada seluruh bagian chassis-nya, yang membuatnya 3x lebih kuat namun 30% lebih ringan dibandingkan material konvensional.
Dari sisi visual, pengguna dimanjakan dengan dua layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED 3K 144Hz 1.000 nits yang didukung oleh enam speaker Dolby Atmos® berkualitas tinggi. Untuk performa, Zenbook DUO ditenagai prosesor Intel® Core™ Ultra 9 386H yang menghasilkan total performa AI hingga 180 platform TOPS.
Dengan sistem baterai ganda berkapasitas total 99Wh, laptop ini siap mendukung produktivitas tingkat tinggi sepanjang hari. ASUS Zenbook DUO (UX8407AA) dibanderol dengan harga Rp54.999.000,-. Pengguna juga berhak mendapatkan ASUS Premium Service yang mencakup pengiriman dua arah, Laptop Spa, dan FastLane Priority Handling.
ASUS Zenbook S14 & S16 OLED (UX5406AA & UM5606GA): Ultrathin AI Laptop with a Cinematic Experience
Seri ASUS Zenbook S hadir sebagai laptop rekomendasi terbaik bagi mereka yang memprioritaskan estetika dan portabilitas.
Memiliki ketebalan hanya 1.1 cm, ASUS Zenbook S14 (UX5406AA) dan S16 (UM5606GA) dibalut dengan material Ceraluminum™ yang tahan gores. ASUS Zenbook S14 OLED ditenagai oleh prosesor Intel® Core™ Ultra 9 386H (Panther Lake pertama di Indonesia), sementara ASUS Zenbook S16 menggunakan AMD Ryzen™ AI 9 465, keduanya menawarkan performa NPU 50 TOPS.
Meskipun ultra-tipis, keduanya dibekali kapasitas baterai besar (77Wh untuk S14 dan 83Wh untuk S16) serta layar ASUS Lumina OLED 3K 120Hz yang jernih dan pengalaman audio yang imersif (4 buah speaker untuk ASUS Zenbook S14 OLED dan 6 buah speaker untuk ASUS Zenbook S16 OLED). Seluruh lini laptop ini juga telah terlindungi oleh layanan eksklusif ASUS Premium Services.
ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Ultralight 14" AI OLED Laptop with All-Day Battery Life
Bagi pengguna yang mencari keseimbangan antara mobilitas dan daya tahan, ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA) adalah jawabannya. Dengan bobot hanya 1.2kg, laptop ini mampu bertahan lebih dari 20 jam berkat baterai 75Wh.
Dapur pacunya menggunakan AMD Ryzen™ AI 7 445 yang sudah memiliki performa AI hingga 50 TOPS NPU dan punya hak atas layanan ASUS Premium Services, menjadikannya rekan kerja cerdas yang ramah lingkungan dengan desain eco-elegance sambil menjamin produktivitas sepanjang hari.
ASUS Vivobook S14 (S3407AA / M3407GA): Intelligent Design with AI Lasting Power
Lini ASUS Vivobook S14 hadir untuk memenuhi kebutuhan produktivitas harian yang dinamis. Laptop ini menawarkan desain dual metal chassis yang stylish dengan ketipisan 1.59cm.
Tersedia dalam dua varian prosesor, baik Intel® Core™ Ultra 7 Processor 355 maupun AMD Ryzen™ AI 7 445 Processor, keduanya telah menyandang status Copilot+ PC dengan NPU 49 TOPS. Dengan daya tahan baterai hingga 20+ jam, Vivobook S14 memastikan pengguna tetap produktif tanpa sering mencari stopkontak.
ASUS Vivobook 14 Flip OLED (TP3407AA): Flip 360, Flip Smart
ASUS Vivobook 14 Flip OLED (TP3407AA) menawarkan fleksibilitas maksimal dengan engsel 360° yang mendukung mode laptop, stand, tent, hingga tablet dengan ASUS Pen 3.0. Ditenagai oleh Intel® Core™ Ultra 7 355 (49 TOPS NPU), laptop convertible ini memiliki layar sentuh 14-inci 2K ASUS OLED NanoEdge yang memukau. Ini adalah perangkat all-in-one ideal bagi pelajar dan profesional kreatif.
Kesimpulan
Peluncuran jajaran laptop AI terbaru ini menandai komitmen ASUS dalam menghadirkan ekosistem teknologi yang future-proof di Indonesia. Selain keunggulan spesifikasi dan fitur AI lokal Omni Virtual Assistant, seluruh produk yang diluncurkan hari ini telah dilengkapi dengan layanan purna jual terbaik di kelasnya.
ASUS memberikan 3 Tahun Garansi Internasional dan 3 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty yang merupakan perlindungan lokal terhadap kerusakan akibat kelalaian penggunaan, ditambah dengan ASUS Premium Service.
Melalui layanan ini, pemilik Zenbook, ProArt, dan ROG dapat menikmati kemudahan perbaikan melalui prioritas antrian FastLane, layanan pembersihan profesional Laptop Spa, hingga dukungan logistik pengiriman unit bagi pengguna yang berada jauh dari pusat layanan servis. Dengan kombinasi hardware AI tercanggih dan layanan aftersales premium, ASUS terus mengukuhkan diri sebagai pilihan utama bagi konsumen Indonesia.
Bagi masyarakat yang ingin menjadi yang pertama merasakan kecanggihan ASUS Zenbook DUO (2026), sesi pre-order resmi akan dibuka mulai tanggal 6 Mei 2026 melalui ASUS Official Online Store. Setiap pemesanan selama periode ini akan berhak mendapatkan hadiah eksklusif sebagai bentuk apresiasi bagi para pengguna setia. Link pre-order: https://id.store.asus.com/nextgenaizenbook
Huawei Rilis Watch Fit 5 Series di Indonesia, Ada Fitur Deteksi Risiko Diabetes
Huawei resmi meluncurkan Huawei Watch Fit 5 Series di Indonesia dengan fitur pemantauan risiko diabetes pertama di industri wearable Tanah Air. [588] url asal
Huawei resmi meluncurkan seri smartwatch terbaru Huawei Watch Fit 5 Pro dan Huawei Watch Fit 5 Basic di Indonesia dengan membawa fitur pemantauan risiko diabetes. Huawei mengklaim, fitur ini pertama hadir di industri wearable Tanah Air.
“Kami sangat bersemangat untuk membantu orang-orang tetap aktif dan termotivasi dalam kehidupan sehari-hari dengan teknologi inovatif kami,” kata CEO Huawei Device Indonesia Huiler Fan dalam acara peluncuran Huawei Watch Fit 5 Series di Jakarta, Selasa (12/5).
Melalui Watch Fit 5 Pro, Huawei menghadirkan fiturDiabetes Risk Studyberbasis teknologiphotoplethysmographyatau PPG. Teknologi ini mampu memadukan perubahan aliran darah mikro di pergelangan tangan.
Teknologi tersebut bekerja dengan mengumpulkan data denyut nadi pengguna selama tiga hingga 14 hari secara berkelanjutan. Selanjutnya data dianalisis menggunakan algoritma khusus untuk memberikan gambaran risiko diabetes dalam kategori rendah, sedang, atau tinggi.
Selain fitur pemantauan risiko diabetes, Watch Fit 5 Pro juga dilengkapi teknologielectrocardiogramatau ECG bersertifikasi CE. Teknologi ini untuk membaca aktivitas listrik jantung serta fiturPulse Wave Arrhythmia Analysisberguna mendeteksi gangguan irama jantung dengan presisi lebih tinggi.
Huawei juga membekali smartwatch ini dengan fitur pemantauan kesehatan lainnya sepertipelacakan tingkat tidur lebih lanjut, pengukuran Heart Rate Variability (HRV), pemantauan kondisi emosional multidimensi, hingga sistemComprehensive Cardiovaskular Insightsuntuk membantu pengguna memonitor kesehatan secara preventif.
Fan mengatakan saat ini Huawei telah mencapai pendapatan hingga US$ 136 miliar atau setara Rp 2.368,4 triliun (kurs Rp 17.415 per dolar AS). Perusahaan juga mengalokasikan lebih dari 20% untuk penelitian dan pengembangan dan memegang lebih dari 165 paten aktif di seluruh dunia.
“Angka ini mewakili dedikasi kami untuk menembus batas teknologi dengmi pengalaman pengguna yang bermakna,” uajrnya.
Ia mengatakan, dalam 12 bulan terakhir, Huawei telah meluncurkan sernagkaian produk terkemuka di industri. Produk ini tidak hanya mewakili inovasi inovatif namun menghadirkan pengalaman pengguna yang harmonis.
“Kami telah mengirimkan lebih dari 35 juta perangkatwearablesecara global, membantu pengguna tetap aktif dan terhubung. Dengan lebih dari 180 juta pengguna aktif bulanan di Huawei Health, inovasi kami mengubah teknologi menjadi energi dan motivasi setiap hari,” kata Fan.
Fitur Unggulan Huawei Watch Fit Series 5
Dari sisi desain, Watch Fit 5 Pro hadir dengan layar AMOLED 1,92 inci beresolusi tinggi, tingkat kecerahan hingga 3.000 nits.
Selain itu juga material titanium case dan sapphire glass yang diklaim meningkatkan ketahanan perangkat hingga 130 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Bobotnya juga tetap ringan, hanya sekitar 30,4 gram.
Sementara varian Watch Fit 5 Basic mengusung layar AMOLED 1,82 inci dengan tingkat kecerahan 2.500 nits dan bodi berbahan aluminium alloy yang tetap mengedepankan desain tipis dan ringan untuk penggunaan sehari-hari.
Untuk kebutuhan olahraga, kedua smartwatch ini mendukung lebih dari 100 mode olahraga, termasuk lari, trail run, bersepeda, tenis, bulutangkis, hingga padel. Huawei juga menyematkan teknologi Sunflower Positioning System dengan GPS dual-band 6 satelit untuk meningkatkan akurasi pelacakan lokasi saat aktivitas di luar ruangan.
Khusus Watch Fit 5 Pro, Huawei menambahkan fitur olahraga premium seperti dukungan freediving hingga 40 meter, hiking, golf dengan akses lebih dari 17 ribu peta lapangan golf global, serta peta offline untuk navigasi outdoor.
Fitur lain yang turut dibawa antara lain panggilan Bluetooth, penyimpanan internal hingga 64GB, sinkronisasi data olahraga ke aplikasi Strava, kompatibilitas Android dan iOS, hingga dukungan pembayaran QRIS melalui LinkAja yang akan segera hadir.
Huawei mengklaim kedua smartwatch tersebut mampu bertahan hingga 10 hari dalam penggunaan normal dan hingga 21 jam untuk penggunaan intens seperti trail run.
Di Indonesia, Watch Fit 5 Basic akan dijual mulai Rp 2,39 juta. Sedangkan Watch Fit 5 Pro dibanderol mulai Rp 3,69 juta, Perangkat ini mulai tersedia pada 21 Mei 2026 melalui saluran penjualanonlinemaupunofflineHuawei di Indonesia.
Jakarta -- Pernah merekam video yang rasanya sudah pas saat diambil, tapi hasil akhirnya justru mengecewakan? Mungkin pencahayaannya kurang, atau gambarnya terasa lembut, atau ada sesuatu yang terasa tidak pas.
Faktanya, video yang bagus jarang gagal karena konsep. Yang sering kurang adalah eksekusinya. Di sinilah tools peningkatan konten berbasis teknologi Seedance dari Pippit jadi penting. Kamu tidak perlu lagi mengejar kondisi pencahayaan sempurna saat merekam. Pencahayaan bisa diperbaiki, ketajaman bisa ditingkatkan, dan visual bisa diperjelas setelahnya.
Sekarang, video kamu sudah siap untuk ditampilkan. Ini penjelasannya:
Pentingnya Pencahayaan dalam Video yang Menarik
Seperti musik dan palet warna, pencahayaan sering tidak disadari… sampai hasilnya buruk. Terlalu gelap membuat video terasa mati. Terlalu terang membuat detail hilang. Pencahayaan yang tidak merata mengganggu fokus.
Dampak pencahayaan terhadap persepsi
Pencahayaan bukan hanya soal teknis, tapi juga memengaruhi cara orang melihat konten.
- Cahaya redup menurunkan energi visual
- Kualitas pencahayaan buruk memberi kesan tidak profesional
- Tone yang tidak konsisten mengalihkan fokus dari subjek
Audiens mungkin tidak menyadari masalah ini secara langsung, tapi mereka langsung merasakannya.
Cara AI Memperbaiki Pencahayaan Tanpa Perlu Rekam Ulang
Daripada investasi alat pencahayaan mahal, solusi AI memungkinkan kamu menyeimbangkan exposure, mengatur brightness, dan memperbaiki tone hanya dalam hitungan detik.
Footage yang tadinya biasa saja bisa jadi lebih terang dan hidup tanpa perlu pengambilan ulang.
Ketajaman: Detail Kecil yang Berdampak Besar
Pernah merasa ada yang kurang dari sebuah video, tapi tidak tahu apa? Kemungkinan besar, itu karena kurang tajam.
Kenapa ketajaman penting untuk engagement
Ketajaman menentukan kejelasan visual. Tanpa ketajaman yang cukup:
- Tepi objek terlihat buram
- Detail hilang
- Tampilan keseluruhan terlihat kurang berkualitas
Dalam feed yang cepat, hal kecil seperti ini bisa membuat penonton kehilangan minat.
Optimasi detail dengan teknologi modern
Teknik penajaman berbasis AI tidak sekadar mempertajam gambar. Teknologi ini meningkatkan tekstur dan kontur secara cerdas tanpa membuat visual terlihat tidak natural.
Dengan pengaturan yang tepat, kamu bisa mendapatkan kualitas high-definition tanpa mengorbankan kesan profesional.
Pendekatan penjernih video membantu mengoptimalkan detail tanpa merusak tampilan alami.
Kejernihan: Faktor Tersembunyi di Balik Watch Time
Kejernihan bukan hanya soal resolusi tinggi. Ada beberapa elemen yang membentuknya:
- Koreksi pencahayaan
- Koreksi warna
- Penajaman
- Kehalusan visual
Semakin jelas video, semakin mudah ditonton.
Kenapa kejernihan meningkatkan engagement
Orang tidak suka kesulitan memahami apa yang mereka lihat. Saat video jelas:
- Pesan tersampaikan dengan baik
- Subjek terlihat lebih jelas
- Pengalaman menonton terasa ringan
Dan pengalaman yang nyaman membuat orang menonton lebih lama.
Dari Biasa Jadi Lebih Terarah
Video yang sudah ditingkatkan kualitasnya biasanya terasa lebih “niat”. Bahkan video sederhana bisa terlihat lebih profesional setelah pencahayaan, ketajaman, dan kejernihan diperbaiki.
Artinya:
- Kualitas konten meningkat
- Citra merek terlihat lebih profesional
- Audiens lebih menghargai kontenmu
Semua ini bisa dicapai tanpa mengubah cara kamu merekam, cukup dari cara kamu mengedit.
Ubah Footage Biasa Jadi Konten Menarik dengan Pippit
Ingin meningkatkan kualitas video tanpa proses rumit? Pippit membuatnya jadi lebih mudah.
Step 1: Buka video editor
Daftar di Pippit, masuk ke dashboard melalui tombol Try Free. Di bagian Video Generator, pilih Video Editor dari sidebar kiri, lalu upload video dengan klik atau drag & drop.
Step 2: Tingkatkan kualitas video secara online
Pilih menu Basic, lalu klik Color Adjustment. Aktifkan AI Color Correction untuk hasil otomatis, atau atur manual melalui Color, Brightness, dan Effects. Gunakan tab Curve atau HSL untuk hasil yang lebih detail.
Step 3: Simpan atau publikasikan video
Klik Export. Untuk langsung upload ke Instagram, TikTok, atau Facebook, pilih Publish. Jika ingin menyimpan, klik Download, atur resolusi, kualitas, frame rate, dan format, lalu klik Export.
Efek Lanjutan Setelah Kualitas Meningkat
Peningkatan kualitas tidak berhenti di visual saja.
- Kesan pertama yang lebih baik. Visual yang tajam dan bersih langsung memberi kesan positif.
- Watch time meningkat. Video yang nyaman ditonton membuat durasi tonton lebih panjang.
- Identitas merek lebih kuat. Kualitas yang konsisten membantu membangun identitas merek.
Dengan sedikit penyesuaian, video kamu bisa mencapai kualitas HD video gratis dengan visual yang lebih terang, tajam, dan menarik.
Konsistensi sebagai Keunggulan
Satu video bagus memang menarik. Tapi jika semua video konsisten dalam kualitas?
- Tampilan feed lebih rapi
- Konten terasa lebih terpercaya
- Audiens tahu apa yang bisa diharapkan
Konsistensi mengubah penonton biasa jadi penonton setia.
Lebih Sedikit Shooting, Lebih Banyak Editing
Bayangkan waktu yang dihabiskan untuk merekam video. Sekarang bayangkan bisa mengurangi waktu itu tanpa mengurangi jumlah konten. Teknologi enhancement memungkinkan kamu untuk:
- Menyelamatkan video yang kurang sempurna
- Menggunakan ulang footage lama
- Mengadaptasi video untuk berbagai platform
Fokusnya bukan lagi mencari footage sempurna, tapi memaksimalkan yang sudah ada.
Kualitas Tidak Lagi Butuh Peralatan Mahal
Dulu, video berkualitas tinggi hanya bisa dibuat dengan kamera profesional dan pencahayaan khusus.
Sekarang tidak lagi. Teknologi baru mengubah cara kerja industri. Kualitas kini ditentukan dari proses enhancement, bukan hanya saat pengambilan gambar.
Artinya, biaya produksi jadi jauh lebih terjangkau. Baik kamu kreator individu, pemilik bisnis kecil, atau pembuat konten, sekarang kamu bisa menghasilkan video setara profesional tanpa biaya besar.
Konten Kamu Sudah Cukup Bagus, Tinggal Dipoles
Pelajaran terbesarnya sederhana. Masalahnya bukan pada kontenmu. Sebagian besar video sebenarnya sudah punya semua yang dibutuhkan untuk berhasil, hanya perlu sedikit polish.
Dengan Pippit, kamu bisa memanfaatkan clip yang sudah ada untuk menghasilkan video yang lebih tajam, enak dilihat, dan perform lebih baik di media sosial. Daripada stres soal pencahayaan atau proses rekam, lebih baik fokus pada hal yang benar-benar penting. Menampilkan konten kamu dalam versi terbaiknya.
Netflix Dorong Kebangkitan Film Non-English, Indonesia Ikut Panen Peluang
Netflix mengungkapkan kebangkitan konten non-bahasa Inggris membuka peluang besar bagi industri kreatif Indonesia untuk menjangkau audiens global melalui platform streaming. [514] url asal
Netflix menilai kebangkitan film dan serial non-bahasa Inggris atau non-English membuka peluang besar bagi industri kreatif di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tren ini terlihat dari meningkatnya konsumsi konten lokal di platform tersebut dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus mendorong film dan serial Indonesia menjangkau penonton global.
Dalam laporan terbaru bertajuk The Netflix Effect, Netflix menyebut konten non-English yang satu dekade lalu hanya menyumbang kurang dari 10% total konsumsi tontonan di platform-nya, kini telah meningkat menjadi lebih dari sepertiga.
Co-CEO Netflix Ted Sarandos mengatakan ekspansi global perusahaan membuat cerita lokal dari berbagai negara memiliki peluang lebih besar untuk dikenal secara internasional.
“Setiap produksi Netflix adalah produksi lokal, yang turut menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan bisnis setempat, serta menghadirkan dampak yang jauh melampaui layar,” kata Ted Sarandos dalam keterangan pers, Selasa (12/5).
Netflix mencatat film dan serialnya kini tersedia dengan sulih suara dalam 36 bahasa dan subtitle dalam 33 bahasa. Menurut perusahaan, kondisi itu membuat judul konten yang populer di satu negara bisa lebih mudah menyebar ke pasar internasional lainnya.
Indonesia menjadi salah satu negara yang dinilai mendapat dampak dari tren tersebut. Hingga Januari 2025, sebanyak 35 judul Indonesia masuk daftar Global Top 10 Non-English Netflix. Selain itu, lebih dari 90% pelanggan Netflix di Indonesia tercatat menonton konten lokal sepanjang tahun lalu.
Beberapa judul Indonesia bahkan mencatat performa global yang kuat. Film zombie Abadi Nan Jaya disebut meraih lebih dari 11 juta penayangan dalam beberapa hari setelah dirilis, menduduki posisi pertama Global Top 10 Netflix kategori non-English, serta masuk Top 10 di 75 negara.
Serial Gadis Kretek juga masuk Global Top 10 dengan 1,6 juta penayangan dalam satu pekan. Sementara film aksi The Shadow Strays berhasil masuk Top 10 di 85 negara dalam waktu sepekan setelah tayang.
Netflix menilai keberhasilan konten Indonesia tidak hanya berdampak pada industri hiburan, tetapi juga memperluas eksposur budaya lokal ke pasar internasional. Film Abadi Nan Jaya, misalnya, mengangkat unsur jamu dan tanaman kantong semar khas Indonesia dalam cerita bergenre zombie.
Sementara Gadis Kretek disebut ikut memicu perhatian terhadap budaya lokal seperti kebaya janggan hingga destinasi wisata seperti Museum Kretek dan Museum Kereta Api Ambarawa.
Sutradara Lucky Kuswandi menilai kehadiran platform streaming global memberi ruang lebih besar bagi sineas Indonesia untuk menghadirkan cerita yang lebih beragam.
“Keragaman audiens di Netflix memberikan kebebasan bagi para pembuat film untuk tidak terikat pada genre atau pola cerita tertentu, sehingga membuka ruang bagi spektrum penceritaan yang lebih luas,” kata Lucky.
Selain distribusi konten, Netflix memperluas dukungan terhadap pengembangan industri kreatif lokal. Di Indonesia dan Thailand, program Reel Life yang dijalankan perusahaan disebut telah melatih lebih dari 300 calon kreator film dan televisi.
Netflix juga menggelar pelatihan bagi lebih dari 500 profesional produksi lokal, mulai dari editor, line producer, hingga production accountant. Perusahaan turut bekerja sama dengan Asosiasi Produser Film Indonesia atau APROFI dalam pelatihan produksi dan penyusunan panduan keselamatan produksi nasional.
Secara global, Netflix mengklaim telah menginvestasikan lebih dari US$ 135 miliar untuk produksi film dan serial selama satu dekade terakhir. Perusahaan juga menyebut telah bekerja sama dengan lebih dari 2.000 rumah produksi lokal di berbagai negara.
Cina Raup Rp 8,8 Triliun per Jam dari Ekspor Terkait AI
Ekspor Cina melonjak 14% pada April didorong tren AI, dengan ekspor cip meroket 100% dan pendapatan rata-rata mencapai Rp 8,8 triliun per jam. [387] url asal
Ekspor Cina pada April meningkat 14% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi US$ 359 miliar atau Rp 6.287 triliun (kurs Rp 17.512 per US$) berkat tren kecerdasan buatan (AI). Ini berarti, para eksportir memperoleh pendapatan rata-rata US$ 500 juta atau Rp 8,8 triliun setiap jam.
Ekspor cip melonjak 100%, menurut data bea cukai terbaru. Pengiriman peralatan dan komponen pengolahan data otomatis , termasuk laptop, tablet, dan komponennya meningkat 47%.
AI juga mengubah arus barang ke Cina, dengan pembelian produk teknologi tinggi asing yang meroket 42%, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Selasa (12/5).
Goldman Sachs Group Inc. dan Nomura Holdings Inc. memperkirakan ekspor Cina untuk semikonduktor, komputer, dan produk lain yang terkait erat dengan AI menyumbang sekitar setengah dari pertumbuhan ekspor Cina pada April.
Presiden Donald Trump, yang akan tiba di Beijing minggu ini untuk bertemu dengan Xi Jinping, telah mendorong gelombang investasi yang kini mendongkrak ekspor Cina dan mengangkat perekonomian utama Asia lainnya, dari Korea Selatan hingga Taiwan.
Tahun ini saja, perusahaan teknologi raksasa AS termasuk Alphabet Inc. dan Meta Platforms Inc. berencana menginvestasikan hingga US$ 725 miliar atau Rp 12.695 triliun ke dalam belanja modal, terutama untuk peralatan pusat data AI.
Perpecahan ekonomi antara AS dan Cina masih berlangsung, dengan pembatasan teknologi, sanksi, dan hambatan lainnya yang diberlakukan. Meskipun tarif Trump telah turun dibandingkan 145% tahun lalu, pangsa AS dalam total ekspor Cina mencapai titik terendah sepanjang sejarah, yaitu sekitar 9% , atau sekitar setengah dari puncaknya pada 2017 – 2018.
Namun, ledakan perdagangan produk terkait AI mengungkapkan sejauh mana integrasi yang masih mempererat hubungan antara dua ekonomi terbesar di dunia melalui rantai pasokan teknologi global.
Dengan AS memimpin semua negara dalam investasi AI , China muncul sebagai pemasok barang terkait AI terbesar di dunia tahun lalu, menurut penelitian oleh para ekonom di Standard Chartered Plc. Meskipun, Cina masih menjadi importir bersih beberapa teknologi penting seperti cip canggih.
Selama masa jabatan Trump saat ini, ekspor sirkuit terpadu Cina nilainya meningkat hampir dua kali lipat, mencapai lebih dari US$ 31 miliar atau Rp 542,9 triliun pada April untuk pertama kalinya. Meskipun dipengaruhi oleh efek basis rendah, total pengiriman ke AS melonjak paling tinggi dalam lebih dari setahun setelah penurunan dua digit sepanjang sebagian besar tahun 2025.
Demikian pula, penjualan semikonduktor dari produsen utama Korea Selatan dan Taiwan juga melonjak dalam beberapa bulan terakhir.
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)
