#30 tag 24jam
Pemilik NYSE, ICE, Lakukan Investasi Strategis di OKX
Pemilik NYSE, ICE, Lakukan Investasi Strategis di OKX [703] url asal
(MedCom - Ekonomi Digital) 05/03/26 10:00
v/158535/
Jakarta: OKX, salah satu bursa mata uang kripto terbesar di dunia dan perusahaan teknologi Web3 dengan lebih dari 120 juta pengguna di seluruh dunia,hari ini mengumumkan bahwaIntercontinental Exchange, Inc. (NYSE: ICE), operator New York Stock Exchange (NYSE) dan salah satu perusahaan infrastruktur keuangan terpenting di dunia, telah melakukan investasi strategis di OKX dengan valuasi perusahaan sebesar USD25miliar. Sebagai bagian dari kesepakatan ini, ICE juga akan menduduki kursi di Dewan Direksi OKX.
Investasi bersejarah ini merupakan wujud kepercayaan yang kuat terhadap pasar aset digital dari salah satu perusahaan infrastruktur keuangan paling berpengaruh di dunia. Bagi jutaan pengguna OKX di dunia kemitraan ini menandaiera baru dalam hal kepercayaan, transparansi,dan akses ke produk keuangan berkelas dunia.
MENJEMBATANI KEUANGAN TRADISIONAL DAN DIGITAL
Kemitraan OKX‒ICE merupakan bagian dari inisiatif besar untuk mengintegrasikan infrastruktur pasar modal tradisional dengan kecepatan dan aksesibilitas teknologi blockchain. Kesepakatan ini mencakup empat pilar utama:
1. Saham AS yang Ditokenisasi di OKX: Pengguna OKX akan mendapatkan akses ke saham yang ditokenisasi dan derivatif yang tercatat di NYSE, direncanakan diluncurkan pada semester
kedua tahun 2026.
2. Harga Kripto OKX untuk Futures ICE:ICE akan melisensikan Harga spot mata uang kripto OKX secara langsung untuk mendukung produk futures kripto baru.
3. Kliring & Manajemen Risiko: Pengembangan bersama solusi kliring dan manajemen risiko berstandar institusional.
4. Arsitektur Multi-Chain Custody & Dompet Digital: Kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur custody multi-chain dan sistem dompet generasi berikutnya.
PLATFORM SEKURITAS BERTOKENISASI NYSE:ERA BARU PERDAGANGAN
Bersamaan dengan investasi di OKX,NYSE mengumumkan pengembangan Platform Sekuritas Bertokenisasi — sebuah inisiatif bersejarah untuk membawa saham-saham AS yang terdaftar di
bursa dan ETF ke atas blockchain. Platform baru ini dirancang untuk menghadirkan:
Perdagangan 24/7: Akses sepanjang Waktu ke saham-saham AS, menghapus hambatan jam perdagangan tradisional — manfaat besar bagi investor di zona waktu Asia-Pasifik.
Perdagangan SahamFraksional: Kemampuanberinvestasidiperusahaan-perusahaanAS terkemuka dengan nominal berapa pun dalamdolar,menurunkan hambatan masuk bagi investor ritel.
Penyelesaian Instan: Penyelesaian on-chain menggantikan siklus T+2 tradisional, memungkinkan finalisasi transaksi secara langsung.
Pendanaan Berbasis Stablecoin: Pengguna dapat mendanaiposisi menggunakan stablecoin, memungkinkan akses tanpa hambatan infrastruktur perbankan tradisional.
Platform ini menggabungkan mesin pencocokan Pillar milik NYSE yang terkenal di dunia dengan sistem pasca-perdagangan berbasis blockchain — memastikan keandalan infrastruktur bursa tradisional tetap terjaga sekaligus membuka kecepatan dan aksesibilitas aset digital. Lembaga keuangan terkemuka BNY dan Citi telah bergabung untuk mendukung deposito bertokenisasi di seluruh lembaga kliring ICE, memungkinkan pengelolaan dana di luar jamp erbankan tradisional.
Jeffrey C. Sprecher, Ketua dan CEO Intercontinental Exchange, mengatakan: "Hubungan strategis kami dengan OKX akan memperluas akses ritel global ke pasar teregulasi ICE yang terkemuka dan mempercepat rencana kami untuk menawarkan infrastrukturon-chain serta aset yang ditokenisasi kepada para investor Amerika Serikat."
Star Xu, Pendiri dan CEO OKX,menyatakan: "Kemitraan ini mempertemukan operator dua mesin pencocokan berkinerja tinggi dan buku order yang transparan untuk membantu membangun struktur pasar yang lebi handal— menjembatani aset digital dan ekuitas, memperkuat pembentukan Harga lintas pasar, serta memenuhi standar institusional untuk manajemen risiko dan kepatuhan."
ARTI PENTING BAGI PENGGUNA
Kemitraan ini mempertegas komitmen OKX dalam melayani pengguna di kawasan ini dengan platform yang kini didukung oleh salah satu nama paling terpercaya dalam pasar keuangan
global.
Dengan Platform Sekuritas Bertokenisasi NYSE, pengguna OKX akan segera dapat:
Memperdagangkan saham-saham perusahaan AS terkemuka yang terdaftar d iNYSE—langsung dari platform OKX.
Berinvestasi secara fraksional dengan nominal berapa pun dalam dolar, menjadikan pasar ekuitas AS dapat diakses oleh semua kalangan.
Berdagang kapan saja(24/7), tanpa ketergantungan pada jam pasar AS atau perbedaan zona waktu. Menyelesaikan transaksi secara instan melalui blockchain, dengan opsi pendanaan stable coin yang menghilangkanhambatan perbankan tradisional.
Hal ini menghapus hambatan historis yang selama ini membatasi akses investor ritel terhadapsaham-saham AS,membuka peluang investasi baru yang signifikan bagi generasi investor yang terus berkembang di Kawasan ini.
STRATEGI BLOCKCHAIN ICE YANG LEBIH LUAS
Investasi di OKX merupakan bagian dari dorongan strategis ICE yang lebih luas ke dalam infrastruktur keuangan berbasis blockchain. Pada Januari 2026, ICE mengumumkan
pengembangan infrastruktur perdagangan berbasis blockchain untuk sekuritas bertokenisasi.
Pada November 2025,ICE juga menginvestasikan USD2 miliar ke platform pasar prediksi Polymarket dalam sebuah kesepakatan yang menilai startup tersebut senilai USD 9 miliar.
Secara keseluruhan, langkah-langkah ini menunjukkan komitmen jangka panjang ICE untuk menjadi operator terkemuka pasar keuangan berbasis on-chain.
(ASM)
Grab Meningkatkan Alokasi Anggaran BHR untuk Mitra Pengemudi
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Ketenagakerjaan hari ini mengumumkan program Bonus Hari Raya (BHR) 2026 bagi Mitra Pengemudi transportasi online di I [742] url asal
#grab #bhr #mitra-pengemudi #driver-ojek-online #grab-indonesia #menko-perekonomian
(MedCom - Ekonomi Digital) 04/03/26 09:22
v/154375/
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Ketenagakerjaan hari ini mengumumkan program Bonus Hari Raya (BHR) 2026 bagi Mitra Pengemudi transportasi online di Indonesia. Grab menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan komitmennya melalui peningkatan signifikan Program BHR 2026.Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia BHR 2026 merupakan bentuk penghargaan tulus Grab kepada seluruh Mitra Pengemudi dengan produktivitas tinggi yang setiap hari melayani masyarakat Indonesia.
“Program ini lahir dari itikad baik dan disusun berdasarkan produktivitas para Mitra Pengemudi. Melalui BHR 2026, kami ingin memastikan dukungan yang berdampak langsung dan benar-benar dirasakan oleh para Mitra Pengemudi, khususnya di bulan yang penuh berkah ini,” imbuh Neneng.
Dalam konferensi pers 3 Maret 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pemerintah telah melakukan koordinasi lintas kementerian serta komunikasi intensif dengan seluruh perusahaan aplikator untuk memastikan BHR 2026 berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Ia menyampaikan bahwa secara nasional, program BHR tahun ini akan menjangkau sekitar 850.000 Mitra Pengemudi aktif dari seluruh aplikator.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 400.000 Mitra Pengemudi berasal dari ekosistem Grab, sejalan dengan skema berbasis produktivitas aktif di platform. Penegasan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku industri untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan mitra, keberlanjutan usaha, serta stabilitas ekosistem ekonomi digital.
Naikkan Anggaran BHR
Pada tahun 2026, Grab meningkatkan alokasi anggaran BHR dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu menjadi sebesar Rp100-110 Miliar. Peningkatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas program, tetapi juga memperbaiki struktur nominal di berbagai kategori penerima. Program BHR 2026 dibagi ke dalam tujuh kategori, masing-masing untuk Mitra Pengemudi Roda 2 dan Mitra Pengemudi Roda 4, yang disusun berdasarkan tingkat produktivitas dan aktivitas mitra sepanjang periode penilaian.Untuk kategori penerima tertinggi, mitra GrabBike dapat menerima hingga Rp850.000 dan mitra GrabCar hingga Rp1.600.000. Sementara itu, pada kategori nominal terendah, terjadi peningkatan signifikan hingga tiga kali lipat menjadi Rp150.000 untuk GrabBike dan Rp200.000 untuk GrabCar. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan struktur apresiasi yang lebih cocok pada berbagai tingkat produktivitas. Penyaluran BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri dan mitra dapat mengecek status penerimaan secara transparan melalui aplikasi GrabDriver.
Skema BHR dirancang menggunakan indikator tingkat produktivitas mitra, termasuk jumlah dan konsistensi penyelesaian order, serta kualitas pelayanan. Pendekatan berbasis produktivitas ini bertujuan memastikan apresiasi diberikan secara proporsional sesuai partisipasi mitra dalam ekosistem yang fleksibel. Sebagai platform dengan model kemitraan yang memberikan kebebasan bagi mitra untuk menentukan waktu dan intensitas aktivitasnya, Grab memahami bahwa pola partisipasi bersifat dinamis.
Berdasarkan data internal per Desember 2025, dari sekitar 3,7 juta mitra yang terdaftar, rata-rata mitra yang pernah menggunakan aplikasi dalam satu bulan berjalan berkisar antara 700.000 hingga 800.000 Mitra Pengemudi—yakni mitra yang menerima setidaknya satu order dalam bulan tersebut (Mitra Pengguna). Jumlah ini bersifat dinamis dan dapat berubah dari waktu ke waktu, seiring dengan kebutuhan, preferensi, serta tingkat partisipasi masing-masing individu.
“Karakter fleksibel inilah yang menjadi ciri utama ekosistem gig economy. Oleh karena itu, kebijakan BHR dirancang dengan mengacu pada data produktivitas aktual mitra, sehingga implementasinya tetap proporsional, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak dalam ekosistem. Sejalan dengan pendekatan tersebut, seluruh Mitra Pengemudi Aktif dengan tingkat produktivitas tinggi yang berjumlah lebih dari 400.000 Mitra Pengemudi menerima BHR sebagai bentuk penghargaan tulus atas kontribusi dan konsistensi mereka di platform kami,” ujar Neneng.
BHR juga menjadi bagian dari komitmen Grab dalam memperluas dampak sosial dan pemberdayaan ekonomi. Data internal menunjukkan bahwa sekitar satu dari dua mitra sebelumnya merupakan korban PHK atau belum memiliki pendapatan sebelum bergabung. Selain itu, terdapat 182.500 Mitra Pengemudi perempuan, termasuk banyak ibu tunggal, serta lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas yang aktif di platform. Keberagaman ini mencerminkan peran platform sebagai ruang peluang ekonomi tambahan yang inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi tambahan, Grab menghadirkan program “Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis” dengan memberikan 105 paket umrah senilai Rp5 Miliar kepada Mitra Pengemudi berprestasi dari berbagai wilayah Indonesia. Program ini merupakan penghargaan atas dedikasi dan konsistensi mitra dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
Grab menegaskan bahwa BHR merupakan bentuk apresiasi dan itikad baik perusahaan, di luar penghasilan yang telah diterima mitra melalui aktivitas di platform. Program ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan relevansi, keberlanjutan, serta dampaknya bagi mitra dan ekosistem secara keseluruhan.
“Di balik jaket dan helm yang dikenakan mitra kami setiap hari, ada keluarga yang menjadi semangat mereka. Harapan kami sederhana: semoga dukungan ini dapat membantu menghadirkan Hari Raya yang lebih hangat dan penuh makna,” tutup Neneng.
(SAW)
OSL Indonesia Hadirkan Program “THR Tiap Hari, Umrah Gratis Menanti” Selama Ramadan 2026
OSL Indonesia Hadirkan Program “THR Tiap Hari, Umrah Gratis Menanti” Selama Ramadan 2026 [462] url asal
(MedCom - Ekonomi Digital) 04/03/26 06:00
v/155390/
Jakarta: Dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan, OSL Indonesia menghadirkan kampanye spesial bertajuk "THR Tiap Hari, Umrah Gratis Menanti”, yang memberikan kesempatan kepada pengguna untuk memperoleh THR harian sekaligus berpeluang memenangkan Grand Prize berupa perjalanan Umrah selama 9 hari.Program ini berlangsung pada 5 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 25 Maret 2026 pukul 23.59 WIB dan terbuka bagi seluruh pengguna OSL Indonesia, baik pengguna baru maupun
lama, dengan mekanisme dan syarat yang telah ditentukan.
THR Harian Rp75.000 untuk 100 Pemenang Setiap Hari
Melalui fitur Cryptobox di aplikasi OSL Indonesia, pengguna berkesempatan mendapatkan THR harian dengan detail sebagai berikut:- Nominal reward sebesar Rp75.000 per pemenang
- Kuota 100 pemenang setiap hari
- Sistem pembagian berdasarkan first come first served sesuai ketersediaan kuota
- Reward dapat diklaim setelah pengguna menyelesaikan tugas harian
Tugas harian Cryptobox akan reset setiap hari pukul 00.00 WIB. Waktu penyegaran kuota bersifat dinamis dan dapat terjadi pada waktu berbeda setiap harinya sesuai kebijakan penyelenggara.
Apabila pengguna telah menyelesaikan tugas namun kuota harian telah habis, maka pengguna perlu menyelesaikan kembali tugas setelah reset hari berikutnya untuk kembali memenuhi syarat.
Grand Prize Umrah 9 Hari untuk Trader dengan Volume Tertinggi
Selain THR harian, OSL Indonesia juga menyediakan Grand Prize berupa 1 perjalanan Umrah selama 9 hari bagi pengguna dengan total volume trading tertinggi selama periode kampanye.Leaderboard akan diperbarui setiap hari pukul 18.00 WIB melalui kanal resmi Instagram OSL Indonesia. Penentuan pemenang didasarkan pada catatan sistem resmi OSL Indonesia dan
keputusan bersifat final serta mengikat.
Mekanisme Partisipasi
Pengguna baru atau pengguna yang mendaftar mulai 5 Maret 2026 pukul 00.00 WIB, wajib melakukan deposit minimal Rp250.000 serta mencapai volume tradin gminimal Rp500.000 untuk memenuhi syarat mengikuti kampanye THR Harian.Sementara itu, pengguna lama atau pengguna yang telah terdaftar sebelum 5 Maret 2026 pukul 00.00 WIB, diwajibkan mencapai volume trading minimalRp2.500.000 perhari untuk memenuhi syarat mengikuti THR Harian.
Seluruh pasangan perdagangan termasuk dalam perhitungan volume trading.
Komitmen Fair Play dan Kepatuhan
OSL Indonesia berhak mengecualikan transaksi yang dianggap tidak wajar serta mendiskualifikasi peserta yang terindikasi melakukan penyalahgunaan, namun tidak terbatas pada washtrading, manipulasi volume, multi akun, atau pelanggaran ketentuan platform lainnya.Ketentuan HadiahUmrah
Perjalanan Umrah akan diatur oleh OSL Indonesia dan atau agen perjalanan yang ditunjuk. Pemenang wajib memenuhi seluruh persyaratan perjalanan yang berlaku.Hadiah tidak dapat
dipindahtangankan.
Hadiah Umrah diperuntukkan bagi peserta Muslim.Apabila pemenang merupakan non Muslim, tersedia alternatif hadiah tunai dengan nilai yang ditentukan, dengan ketentuan pajak atau
potongan yang berlaku.
OSL Indonesia berhak mengubah,menangguhkan,atau mengakhiri kampanye sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk dalam kondisi force majeure. Melalui kampanye ini, OSL Indonesia mengajak para pengguna untuk menyelesaikan tugas Cryptobox setiap hari dan meningkatkan aktivitas trading selama Ramadan. THR harian dan kesempatan Umrah menjadi milik siapa saja yang memenuhi syarat.
(ASM)
Studi CIPS: PP TUNAS Tak Akan Efektif Tanpa Kolaborasi Pemerintah, Platform, dan Orang Tua
Menurut data Badan Pusat Statistik (2024), 1 dari 4 pengguna internet di Indonesia berusia 18 tahun ke bawah. Pada saat yang sama, anak-anak juga berhadapan dengan berbagai risiko dan bahaya di ruan [464] url asal
#internet #pp-tunas #bps #digital #digitalisasi #penggunaan-internet
(MedCom - Ekonomi Digital) 02/03/26 11:57
v/151765/
Jakarta: Menurut data Badan Pusat Statistik (2024), 1 dari 4 pengguna internet di Indonesia berusia 18 tahun ke bawah. Pada saat yang sama, anak-anak juga berhadapan dengan berbagai risiko dan bahaya di ruang digital.Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak (PP TUNAS) kemudian diterbitkan untuk memperkuat pelindungan anak di ruang digital.
Penelitian terbaru CIPS menunjukkan implementasi PP TUNAS ini dapat efektif jika
menerapkan regulasi yang sesuai proporsi serta berbasis tanggung jawab bersama antara
pemerintah, platform digital, orang tua, hingga pendidik.
"Efektivitas PP TUNAS sangat ditentukan oleh bagaimana regulasi ini menempatkan anak
bukan hanya sebagai objek yang dilindungi, tetapi subjek kebijakan yang memiliki hak untuk
belajar dan berekspresi secara aman di ruang digital," ujar Research and Policy Associate CIPS
Rasya Athalla Aaron.
Partisipasi anak dalam ruang digital terus meningkat seiring berkembangnya layanan digital,
diikuti risiko paparan terhadap berbagai potensi bahaya. Pemerintah merespons melalui PP
TUNAS dan aturan pelaksana yang memperkuat kewajiban platform, termasuk verifikasi usia
dan klasifikasi risiko layanan.
Namun, karakter interaksi, model bisnis, dan pola risiko berbeda antar layanan, mulai dari
media sosial, permainan daring, marketplace, super app, hingga ride-hailing, sehingga tingkat
risikonya tidak dapat diperlakukan seragam.
Studi terbaru CIPS (2026) juga menyoroti klasifikasi risiko yang hanya dibedakan antara rendah
atau tinggi, tanpa parameter yang cukup terukur. Kondisi ini dapat menyulitkan penerapan
pendekatan berbasis risiko secara konsisten, karena pelaku usaha tidak memiliki kejelasan
parameter untuk menilai dan menyesuaikan tingkat risikonya.
"Tanpa pendekatan yang mempertimbangkan perbedaan karakter layanan, regulasi berpotensi
diterapkan secara seragam pada lanskap yang sangat beragam. Pada akhirnya, hal ini
berpotensi membatasi hak anak untuk mengakses informasi dan belajar di ruang digital," lanjut
Rasya.
CIPS mendorong kerangka pengaturan yang mengakui perbedaan karakter layanan digital
melalui pendekatan koregulasi, dengan standar yang tegas dari pemerintah dan ruang adaptasi
teknis bagi pelaku usaha.
Klasifikasi sektoral dan pola interaksi pengguna juga perlu disertai dengan parameter dan
pembobotan risiko yang lebih terukur, objektif, dan transparan, agar penerapan berbasis risiko
konsisten.
Selain aspek regulasi, CIPS melihat penguatan literasi digital bagi anak, orang tua, dan
pendidik dinilai penting agar uang digital dimanfaatkan secara aman dan produktif. Pendekatan
yang terlalu berorientasi pada pembatasan justru berisiko mengurangi manfaat ruang digital
tanpa memperkuat ketahanan anak secara substantif.
“Kami juga menekankan koregulasi sebagai salah satu langkah penting untuk memastikan
aturan pelaksana PP TUNAS dapat terlaksana secara efektif dengan menjunjung prinsip
tanggung jawab bersama, proporsionalitas, berbasis bukti, dan terukur,” tegas Rasya.
Penegasan parameter risiko yang objektif dan pengakuan atas perbedaan karakter layanan
menjadi langkah penting untuk memastikan perlindungan anak berjalan efektif, adaptif, dan
berkelanjutan.
Sebagai bagian dari sistem koregulasi, platform juga dapat menunjukkan komitmen lebih
terukur dalam mewujudkan ruang digital yang aman bagi anak, seperti lewat pelaporan berkala
yang bersifat publik mengenai penggunaan dan efektivitas fitur parental control, mekanisme
verifikasi usia, serta inisiatif literasi digital yang disediakan.
(SAW)
Tokocrypo Tebar Ratusan Juta THR di Tengah Dinamika Ramadan Effect 2026
Tokocrypo Tebar Ratusan Juta THR di Tengah Dinamika Ramadan Effect 2026 [726] url asal
(MedCom - Ekonomi Digital) 28/02/26 07:00
v/150708/
Jakarta: Memasuki Ramadan 2026, pasar kripto kembali menunjukkan pola volatilitas yang kerap dikaitkan dengan fenomena musiman atau Ramadan Effect. Meski bukan faktor fundamental, data historis menunjukkan bahwa dalam enam dari tujuh Ramadanterakhir (2019–2025), Bitcoin cenderung mengalami pergerakan tajam di awal periode, diikuti fase naik-turun (choppy), lalu melemah atau kehilangan momentum di penghujung bulan.
Pola ini bukan berarti Bitcoin selalu reli saat Ramadan. Dalam lima tahun terakhir, misalnya, Bitcoin justru sempat mencatat koreksi cukup dalam selama bulan suci, seperti -21,71% (2021), -16,00% (2022), -3,73% (2023), dan -4,14% (2024). Pola yang lebih konsisten bukan arah kenaikannya, melainkan struktur pergerakannya: volatilitas terkonsentrasi di awal, kemudian
pasar memasuki fase kelelahan sebelum menentukan arah berikutnya.
Ramadan 2026: Pola Familiar, Kekuatan Berbeda
Pada Ramadan 2026, pola volatilitas awal kembali terlihat, tetapi dengan karakter yang lebih lemah dibandingkan tahun-tahun yang lebih bullish. Alih-alih dibuka dengan reli kuat, Bitcoin justru mengalami pergerakan tidak stabil, sempat terkoreksi tajam (flush), dan baru kemudian mencoba rebound.Dari sisi on-chain, indikator menunjukkan gambaran campuran. Beberapa sinyal seperti tekanan beli di exchange yang mulai melemah mengindikasikan peluang relief bounce. Namun di sisi lain, aktivitas jaringan yang masih relatif rendah dan tekanan jual dari investor jangka pendek yang masih merugi menunjukkan bahwa struktur permintaan belum sepenuhnya pulih. Artinya, potensi kenaikan tetap ada, tetapi cenderung rapuh dan penuh resistensi.
Riset internal Tokocrypto juga mencatat adanya perubahan perilaku investor ritel selama Ramadan. Aktivitas transaksi biasanya melambat di siang hari dan meningkat kembali pada malam hari setelah berbuka hingga menjelang sahur. Selain itu, aksi ambil untung menjelang Ramadan juga kerap memicu tekanan jual di fase awal bulan.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai bahwa fenomena ini merupakan dinamika wajar di pasar global. “Ramadan bukan faktor utama yang menentukan arah pasar kripto. Harga tetap dipengaruhi likuiditas global, sentimen makro, dan kondisi ekonomi internasional. Namun secara historis memang ada pola volatilitas yang berulang. Karena itu, investor perlu disiplin dan tidak hanya mengandalkan narasi musiman,” ujar Calvin.
Di tengah pola musiman tersebut, volatilitas tetap menjadi faktor utama yang perlu diantisipasi. Meskipun imbal hasil selama Ramadan sering kali lebih rendah atau tidak konsisten, kecenderungan volatility clustering, yakni pengelompokan periode volatilitas tinggi dalam rentang waktu tertentu, masih terlihat. Namun secara keseluruhan, arah jangka menengah dan
panjang pasar kripto tetap lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga The Fed, arus likuiditas global, serta sentimen pasar internasional.
Dengan demikian, narasi “Ramadan rally” pada 2026 masih lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski peluang technical rebound tetap terbuka, struktur permintaan yang masih rapuh mengindikasikan bahwa kenaikan harga berpotensi bersifat terbatas dan
penuh resistensi. Pola yang lebih realistis untuk diantisipasi adalah pergerakan yang fluktuatif dan tidak stabil, alih-alih tren naik yang mulus sepanjang periode Ramadan.
Calvin mengimbau para trader dan investor untuk tetap mengedepankan analisis teknikal dan fundamental yang komprehensif selama Ramadan. Perubahan pola aktivitas harian, potensi likuidasi aset untuk kebutuhan zakat atau Idul Fitri, serta dinamika global perlu menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.
“Secara historis belum ada korelasi yang benar-benar konsisten antara Ramadan dan tren harga kripto. Karena itu, investor perlu tetap fokus pada manajemen risiko, disiplin strategi, dan memantau perkembangan pasar global. Dengan pemahaman yang baik, Ramadan justru bisa menjadi momentum refleksi sekaligus peluang,” ujar Calvin.
Tokocrypto Tebar THR Rp250 Juta, Ajak Masyarakat Makin Berkah
Sejalan dengan semangat Ramadan, Tokocrypto menghadirkan kampanye spesial bertajuk “Ramadan Makin Berkah, THR Melimpah” dengan total hadiah mencapai Rp250 juta. Program ini dirancang untuk mendorong semangat silaturahmi sekaligus meningkatkan literasi danpartisipasi masyarakat dalam industri kripto dan Web3. Pengguna dapat mengundang kerabat untuk bergabung serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas di platform Tokocrypto guna mengumpulkan THR Ramadan.
Tak hanya itu, Tokocrypto juga menggelar rangkaian live streaming edukatif bersama Key Opinion Leader (KOL) dan berbagai proyek kripto terkemuka untuk membahas perkembangan industri, strategi investasi, serta tren Web3 terkini.
Sebagai inovasi Ramadan tahun ini, Tokocrypto turut menghadirkan fitur Gift Card kripto, yang memungkinkan pengguna mengirimkan aset kripto sebagai hadiah atau THR kepada keluarga dan rekan secara praktis dan aman. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas adopsi kripto dalam aktivitas sehari-hari, termasuk dalam tradisi berbagi di bulan suci.
“Ramadan adalah momentum untuk berbagi sekaligus memperkuat literasi. Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya menarik dari sisi reward, tetapi juga mendorong pemahaman yang lebih baik tentang investasi kripto secara sehat dan bertanggung jawab,”
tutup Calvin.
(ASM)
Kripto Sumbang Rp1,93 Triliun, Edukasi Pajak Diperkuat
Kripto semakin banyak menyumbang pajak untuk negara. [466] url asal
(MedCom - Ekonomi Digital) 27/02/26 17:00
v/149960/
Jakarta: Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Di tengah peningkatan aktivitas pasar, aspek kepatuhan dan pemahaman perpajakan menjadi semakin krusial bagi investor maupun pelaku industri, khususnya dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.Berdasarkan data terbaru, penerimaan pajak dari aset kripto hingga Januari 2026 tercatat sebesar Rp1,93 triliun. Angka tersebut terdiri dari Rp246,45 miliar (2022), Rp220,83 miliar (2023), Rp620,4 miliar (2024), Rp796,74 miliar (2025), serta Rp43,45 miliar pada Januari 2026. Data ini menegaskan potensi kontribusi industri kripto terhadap penerimaan negara, sekaligus menguatkan urgensi kepatuhan pajak investor.
Dalam sesi edukasi perpajakan yang digelar Tokocrypto bersama Ideatax, dibahas pembaruan aturan yang berdampak pada transaksi kripto, termasuk pemberlakuan PMK Nomor 50 Tahun 2025 yang mengubah skema pajak perdagangan aset kripto.
Mengacu pada PMK-50/2025 menetapkan bahwa transaksi jual aset kripto dikenakan PPh Final, sementara PPN tidak lagi dipungut karena aset kripto dipersamakan sebagai surat berharga. Aturan ini juga membedakan tarif berdasarkan platform: 0,21% untuk transaksi pada platform dalam negeri (DN) dan 1% untuk transaksi pada platform luar negeri (LN) dikenakan tarif 1%.
Chief Financial Officer (CFO) Tokocrypto, Sefcho Rizal, menyatakan skema baru tersebut dapat memperkuat daya saing exchange dalam negeri sekaligus mendorong transaksi yang lebih patuh regulasi.
“PMK-50/2025 membuat skema pajak menjadi lebih jelas dan sederhana. Pembedaan tarif 0,21% untuk platform dalam negeri memberi sinyal positif bagi ekosistem kripto nasional dan mendorong pengguna untuk bertransaksi di exchange berizin,” ujar Sefcho.
Ia menambahkan, exchange berizin berperan penting membantu kepatuhan karena proses pemungutan pajak dilakukan secara otomatis sesuai ketentuan yang berlaku. Tokocrypto juga menyediakan akses laporan pajak tahunan agar pengguna lebih mudah menyiapkan dokumen pelaporan.
“Kami berupaya memudahkan pengguna lewat fitur laporan ringkasan pajak tahunan di platform, sehingga proses pelaporan SPT bisa lebih rapi dan akurat,” tambahnya.
Investor Tertib Lapor SPT, Aset Kripto Tetap Dicantumkan sebagai Harta
Partner Ideatax, Jovita Budianto, menegaskan bahwa meskipun pajak atas transaksi kripto bersifat final dan dipungut melalui exchange, kepemilikan aset kripto tetap wajib dilaporkan dalam SPT Tahunan pada daftar harta.
“Pajak final bukan berarti selesai dari sisi pelaporan. Aset kripto tetap perlu dicantumkan di SPT Tahunan sebagai bagian dari harta, umumnya masuk kategori investasi lainnya,” kata Jovita.
Menurutnya, ketelitian pelaporan penting untuk menghindari ketidakseimbangan analisis harta yang dapat memicu klarifikasi otoritas pajak. Ideatax juga mengajak wajib pajak tidak menunda pelaporan dan memastikan seluruh aset, termasuk kripto, dicantumkan secara benar.
“Kepatuhan pajak adalah bagian dari pengelolaan risiko. Selain menghindari sanksi, pelaporan yang tertib juga memperkuat reputasi dan kredibilitas, baik untuk individu maupun pelaku usaha,” tutup Jovita.
Dengan penerimaan pajak kripto yang telah mencapai Rp1,93 triliun hingga Januari 2026, industri kripto Indonesia kian menunjukkan kontribusi nyata bagi negara. Kolaborasi edukasi antara exchange dan mitra konsultan pajak diharapkan memperkuat literasi, mendorong kepatuhan, serta membangun pertumbuhan ekosistem kripto yang lebih transparan dan berkelanjutan.
(ASM)
OKX Luncurkan Equity Perpetuals Secara Bertahap
OKX Luncurkan Equity Perpetuals Secara Bertahap [363] url asal
(MedCom - Ekonomi Digital) 25/02/26 07:00
v/147497/
Jakarta: Menyusul meningkatnya minat terhadap Real-World Assets (RWA) dan integrasi antara kripto dan pasar keuangan tradisional (TradFi), OKX resmi meluncurkan Equity Perpetual Contracts (Equity Perps) — kontrak derivatif berbasis saham global yang dapat diperdagangkan 24/7 melalui satu Unified Account.Peluncuran ini dilakukan secara bertahap mulai 25 Februari, dengan kampanye global dimulai pada 3 Maret.
OKX menghadirkan infrastruktur convergence economy, di mana teknologi kripto digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas perdagangan aset tradisional.
Peluncuran Bertahap 17 Kontrak Saham Global
Sebanyak 17 kontrak perpetual saham akan diluncurkan dalam beberapa batch:Batch 1‒25 Februari
HOOD
TSLA
MSTR
Batch 2‒26 Februari
INTC
PLTR
AMZN
COIN
CRCL
Batch3‒2Maret
NVDA
MU
SNDK
GOOGL
MSFT
AAPL
META
QQQ (Nasdaq-100ETF)
SPY (S&P500ETF)
Peluncuran bertahap ini bertujuan untuk membangun likuiditas secara optimal sekaligus memastikan pengalaman trading yang stabil bagi pengguna global.
Baca Juga :
OKX: Transparansi Bukan Janji, Tapi Sistem—PoR ke-39 Tunjukkan 1:1 Coverage dan 100%+ Reserves
Solusi terhadap Keterbatasan Pasar Tradisional
1. Perdagangan Saham Tanpa Jam TutupPasar saham tradisional memiliki jam operasional terbatas, sehingga investor sering melewatkan momentum akibat peristiwa global di luar jam bursa.
Dengan Equity Perps OKX, pengguna dapat memperdagangkan derivatif saham 24/7,termasuk saat akhir pekan, untuk merespons dinamika pasar secara real-time.
2. Double-Dip:Yield dan Trading Sekaligus
Melalui Unified Account, saldo Earn dapat langsung menjadi kolateral untuk membuka posisi saham tanpa perlu transfer dana.
Pengguna dapat memperoleh potensi yield sekaligus membuka peluang trading dalam satu ekosistem.
3. Cross-Margining Seluruh Portofolio
Unified Account memungkinkan seluruh aset pengguna menjadi jaminan posisi,meningkatkan efisiensi modal dan mengurangi risiko likuidasi akibat margin terisolasi.
“Peluncuran Equity Perpetuals merupakan langkah penting dalam mempercepat konvergensi antara kripto dan pasar tradisional,” ujar Ferry, Regional Growth Manager OKX Wallet.
“Kami membangun arsitektur Unified Account agar pengguna dapat mengelola seluruh aset dalam satu margin pool,memperdagangkan saham global 24/7,dan tetap menjaga efisiensi modal secara maksimal.”
Edukasi Produk
Equity Perpetuals adalah kontrak derivatif yang mereplikasi pergerakan harga saham, bukan kepemilikan saham langsung. Kontrak ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo dan menggunakan mekanisme funding rate seperti perpetual futures kripto.Perdagangan derivatif memiliki risiko tinggi. Pengguna disarankan memahami leverage, margin, dan mekanisme likuidasi sebelum bertransaksi.
(ASM)
Strategi Indonesia Re Hadapi Percepatan Ekonomi Digital
Perkembangan ekonomi digital dan percepatan otomatisasi mendorong transformasi besar di berbagai sektor industri, termasuk reasuransi. [540] url asal
#ekonomi-digital #reasuransi #digitalisasi #ekonomi-indonesia #asuransi
(MedCom - Ekonomi Digital) 24/02/26 19:10
v/146352/
Jakarta: Perkembangan ekonomi digital dan percepatan otomatisasi mendorong transformasi besar di berbagai sektor industri, termasuk reasuransi. Di tengah meningkatnya kompleksitas risiko global, tuntutan efisiensi, serta integrasi ekosistem digital lintas industri, perusahaan dituntut untuk beradaptasi dengan model bisnis berbasis data dan teknologi.Menjawab dinamika tersebut, Indonesia Re menegaskan komitmennya memperkuat strategi digitalisasi melalui penyelenggaraan IT Days 2026. Forum internal ini menjadi ruang konsolidasi arah transformasi teknologi perusahaan agar selaras dengan kebutuhan ekonomi digital yang menuntut kecepatan, transparansi, integrasi, dan ketepatan pengambilan keputusan berbasis data.
Mengusung tema “Digital Efficiency: Building the Fundamental of Future Growth”, kegiatan ini menekankan efisiensi digital bukan sekadar modernisasi sistem, melainkan bagian dari strategi perusahaan untuk beroperasi secara lebih agile dalam ekosistem ekonomi digital yang semakin terhubung.
Plt. Direktur Utama Indonesia Re Robbi Yanuar Walid menegaskan transformasi digital harus dipandang sebagai perubahan menyeluruh dalam cara organisasi menciptakan nilai. Dalam konteks ekonomi digital, teknologi berperan sebagai pengungkit (enabler) yang mempercepat proses bisnis, memperkuat tata kelola data, serta meningkatkan transparansi dan manajemen risiko.
Ia menekankan keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh sistem teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola organisasi. Pendekatan ini penting agar digitalisasi benar-benar menghasilkan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan sekaligus memperkuat daya saing di era ekonomi berbasis platform dan data.
Mantan Direktur Bisnis Digital PT Telkom Indonesia Muhammad Fajrin Rasyid, menyoroti digitalisasi dalam ekonomi modern harus difokuskan pada optimalisasi proses bisnis, bukan semata penciptaan produk digital baru. Menurutnya, banyak organisasi terjebak pada inovasi yang bersifat permukaan, sementara potensi terbesar justru terletak pada peningkatan efisiensi operasional melalui otomatisasi, integrasi data, dan pemanfaatan analitik.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecepatan perubahan eksternal dan kesiapan internal organisasi. Transformasi digital, dalam konteks ekonomi digital, menuntut adaptasi budaya kerja, peningkatan kapabilitas talenta, serta pemanfaatan teknologi untuk mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.
Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Teknologi Informasi Beatrix Santi Anugrah menegaskan bahwa digitalisasi merupakan strategi fundamental untuk memperkuat posisi perusahaan dalam lanskap ekonomi digital yang kompetitif. Digitalisasi tidak hanya berorientasi pada efisiensi biaya, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan, penguatan kapabilitas analitik, serta integrasi dengan mitra dalam ekosistem digital.
Tantangan Utama
Ia menjelaskan industri reasuransi menghadapi tantangan seperti sistem inti yang belum sepenuhnya terintegrasi, proses manual yang masih dominan, kebutuhan penguatan keamanan siber, serta pentingnya pemanfaatan data secara real time. Dalam konteks ekonomi digital, kemampuan mengelola dan menganalisis data menjadi aset strategis yang menentukan kecepatan dan ketepatan keputusan bisnis.Untuk menjawab tantangan tersebut, Indonesia Re menyiapkan lima prioritas transformasi, yaitu modernisasi sistem inti, penerapan otomatisasi cerdas, integrasi ekosistem digital, penguatan analitik data lanjutan, serta peningkatan keamanan siber dan kesiapan infrastruktur berbasis cloud. Salah satu inisiatif utama adalah pengembangan dashboard terpadu berbasis data real time guna mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih cepat dan akurat.
Melalui IT Days 2026, Indonesia Re menempatkan digitalisasi sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan organisasi sekaligus meningkatkan daya saing di tengah percepatan ekonomi digital. Forum ini juga menjadi momentum untuk menyelaraskan prioritas investasi teknologi agar memberikan dampak langsung terhadap efisiensi operasional dan kualitas layanan.
Sejalan dengan arah tersebut, perusahaan menegaskan bahwa transformasi digital harus tetap berpusat pada manusia sebagai penggerak utama perubahan. Teknologi menjadi fondasi, namun keberhasilan transformasi ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam mengintegrasikan inovasi, tata kelola yang kuat, dan budaya kerja adaptif dalam ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang.
(SAW)
Survei: Adopsi AI Mendongkrak Produktivitas Terutama bagi Gen Z Indonesia
Para pekerja mulai angkat suara soal perdebatan besar tentang bagaimana AI memengaruhi produktivitas, pertumbuhan bisnis, dan dunia kerja. [866] url asal
#kecerdasan-artifisial #kecerdasan-buatan #ekonomi-digital #gen-z
(MedCom - Ekonomi Digital) 24/02/26 13:23
v/145792/
Jakarta: Para pekerja mulai angkat suara soal perdebatan besar tentang bagaimana AI memengaruhi produktivitas, pertumbuhan bisnis, dan dunia kerja.Hasil PwC’s Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 menunjukkan pengaruh AI makin terasa, dan rasa optimis terhadap manfaatnya jauh lebih kuat dibandingkan kekhawatiran yang ada.
Survei yang melibatkan hampir 50.000 pekerja di seluruh dunia, termasuk 812 responden dari Indonesia, di 48 negara dan 28 sektor menunjukkan bahwa mereka yang memakai GenAI setiap hari jauh lebih sering merasakan manfaat nyata dibandingkan pengguna yang jarang memakainya.
Secara global, 92% pengguna harian merasakan produktivitas yang meningkat, 58% merasa lebih aman dengan pekerjaan mereka, dan 52% sudah melihat kenaikan gaji. Di Indonesia, angkanya bahkan lebih tinggi: 96% untuk produktivitas, 82% untuk rasa aman dalam pekerjaan, dan 72% untuk peningkatan gaji.
Sementara itu, pengguna AI yang jarang memakai teknologi ini secara global hanya mencatat 58% peningkatan produktivitas, 36% rasa aman dalam pekerjaan, dan 32% kenaikan gaji.
Di Indonesia, kelompok pengguna yang jarang ini tetap berada di atas rata-rata global, dengan 75% untuk produktivitas, 63% untuk rasa aman dalam pekerjaan, dan 52% untuk gaji. Survei ini menunjukkan bahwa di Indonesia, dampak positif penggunaan GenAI sehari-hari terhadap produktivitas, keamanan pekerjaan, dan kompensasi terasa lebih kuat dibandingkan dengan tren global.
Pete Brown, PwC Global Workforce Leader, mengatakan pekerja yang memakai AI setiap hari sudah mulai merasakan manfaatnya, mereka jadi lebih produktif, merasa lebih aman dengan pekerjaannya, dan mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
“Tapi untuk benar-benar memperluas manfaat ini, perusahaan perlu melakukan lebih dari sekadar memberi pelatihan. Cara kerja perlu diperbarui, dan bagaimana manusia bekerja bersama mesin juga harus didefinisikan ulang. Keberhasilan langkah ini akan menentukan apakah GenAI bisa menjadi motor pertumbuhan dan inklusi, atau malah menjadi peluang yang hilang,”
Secara global, 54% pekerja mengatakan mereka telah menggunakan AI dalam pekerjaan selama 12 bulan terakhir. Namun, penggunaan rutin masih tergolong rendah, yang menunjukkan bahwa masih ada ruang besar untuk memperluas pemanfaatannya dan mendapatkan manfaat nyata. Hanya 14% responden yang menggunakan generative AI setiap hari, dan lebih sedikit lagi (6%) yang memakai agentic AI secara harian.
Di Indonesia, tingkat adopsi keseluruhan lebih tinggi dengan 69% pekerja menyatakan telah menggunakan AI untuk pekerjaannya dalam setahun terakhir. Namun, penggunaan hariannya justru sedikit menurun, dengan hanya 16% pekerja yang memakai generative AI setiap hari dan 8% yang menggunakan agentic AI secara harian.
Masa Depan Dunia Kerja
Lita Dewi, PwC Consulting Indonesia Workforce Transformation Leader, menambahkan perubahan-perubahan regulasi, teknologi, geopolitik, maupun preferensi pelanggan akan membentuk masa depan dunia kerja.“Di Indonesia, hampir setengah dari pekerja yang disurvei (49%) memperkirakan perubahan regulasi akan berdampak besar, dan 45% memprediksi transformasi teknologi, bahkan naik menjadi 74% di kalangan pengguna GenAI harian. Ini menunjukkan bahwa mereka yang sudah mengadopsi AI cenderung lebih siap menghadapi perubahan ke depan. Sementara itu, 44% pekerja juga percaya bahwa konflik geopolitik dan perubahan preferensi pelanggan akan mempengaruhi pekerjaan mereka dalam tiga tahun mendatang.” tegas dia.
Walaupun banyak organisasi mulai berinvestasi dalam program peningkatan keterampilan untuk mengikuti perkembangan teknologi baru dan yang terus muncul, hasil survei menunjukkan bahwa upaya dari perusahaan masih belum merata.
Secara global, hanya 51% pekerja non-manajer merasa mereka mendapatkan sumber daya yang cukup untuk belajar dan berkembang, dibandingkan dengan 66% manajer dan 72% eksekutif senior. Di Indonesia, situasinya lebih positif: 64% pekerja non-manajer mengatakan mereka punya akses pada sumber daya pembelajaran yang dibutuhkan, meningkat menjadi 78% di level manajer dan 89% di level eksekutif senior.
Perbedaan juga terlihat dalam bagaimana pekerja memandang budaya pembelajaran di tempat kerja. Secara global, 54% pekerja merasa tim mereka melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang, dengan angka yang naik menjadi 65% di sektor teknologi dan turun menjadi 47% di sektor transportasi dan logistik.
Berbeda dengan itu, Indonesia menunjukkan budaya belajar yang lebih kuat: 72% pekerja mengatakan tim mereka memandang kegagalan sebagai bagian dari proses belajar.
Komitmen ini bahkan lebih tinggi di sektor jasa keuangan, mencapai 88%, sementara sektor energi, utilitas, dan sumber daya berada di 62%. Temuan ini menunjukkan bahwa organisasi di Indonesia cenderung membangun lingkungan belajar yang lebih suportif dibandingkan rata-rata global.
Tekanan finansial
Tekanan finansial masih menjadi kekhawatiran bagi banyak pekerja. Secara global, 55% tenaga kerja mengatakan mereka sedang mengalami tekanan finansial, naik dari 52% di 2024. Lebih dari sepertiga (35%) merasa kewalahan, dan angkanya meningkat menjadi 42% di kalangan Gen Z.Kurang dari setengah (43%) menerima kenaikan gaji dalam setahun terakhir, dan hanya 17% yang mendapat promosi. Bahkan minat untuk meminta kenaikan gaji maupun promosi juga menurun dari tahun ke tahun, dari 43% menjadi 37% dan dari 35% menjadi 32%.
Di Indonesia, gambaran situasinya sedikit berbeda: 49% pekerja mengatakan mereka mengalami tekanan finansial, turun cukup jauh dari 61% tahun lalu. Sebanyak 25% merasa kewalahan, dan 41% melaporkan kelelahan.
Lebih dari separuh (53%) menerima kenaikan gaji, meski hanya 10% yang mendapatkan promosi. Ambisi karier juga sedikit melunak dengan 32% berencana meminta kenaikan gaji dan 31% ingin mengajukan promosi, sementara 18% mempertimbangkan pindah perusahaan, dan semua angka ini lebih rendah dibandingkan puncaknya di 2024.
Survei ini juga menunjukkan bahwa pekerja di Indonesia jauh lebih nyaman menyampaikan pendapat dan ide tentang pekerjaan kepada tim mereka dibandingkan dengan rata-rata global. Sebanyak 76% responden di Indonesia merasa nyaman mengungkapkan pandangan mereka, jauh lebih tinggi dibandingkan angka global yang hanya 62%.
(SAW)
Persaingan Dompet Digital Beralih ke Integrasi Ekosistem
Memasuki 2026, kompetisi dompet digital di Indonesia tidak lagi sekadar adu promosi. Industri e-wallet kini bergerak menuju fase yang lebih matang, di mana kekuatan utama terletak pada integrasi layan [566] url asal
#ekosistem-digital #dompet-digital #shopeepay #ekonomi-indonesia #transaksi-digital
(MedCom - Ekonomi Digital) 24/02/26 05:57
v/145277/
Jakarta: Memasuki 2026, kompetisi dompet digital di Indonesia tidak lagi sekadar adu promosi. Industri e-wallet kini bergerak menuju fase yang lebih matang, di mana kekuatan utama terletak pada integrasi layanan dalam satu ekosistem aplikasi. Temuan ini mengemuka dalam laporan Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape yang dirilis Ipsos Indonesia.Survei tersebut menunjukkan dompet digital telah menjadi bagian penting dari aktivitas finansial sehari-hari. Pengguna memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belanja daring (86%), pembelian makanan dan minuman (77%), pembayaran tagihan rutin seperti listrik dan internet (69%), hingga transfer ke rekening bank (68%). Pola ini menegaskan bahwa e-wallet bukan lagi sekadar opsi pembayaran tambahan, melainkan pusat transaksi harian.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, sejumlah indikator menunjukkan dominasi pada kategori tertentu. Pada aspek top of mind, ShopeePay menempati posisi teratas dengan 41% responden menyebutnya sebagai merek pertama yang terlintas di benak mereka. Posisi berikutnya diisi DANA (26%), GoPay (23%), dan OVO (8%).
Dari sisi intensitas penggunaan dalam tiga bulan terakhir, ShopeePay juga mencatat angka tertinggi dengan 91% responden mengaku menggunakannya. Rata-rata frekuensi transaksi mencapai 23 kali per bulan, menunjukkan tingkat keterlibatan pengguna yang cukup tinggi.
Menurut Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma, lanskap persaingan kini mengalami pergeseran signifikan. Ia menilai bahwa faktor pengenalan merek bukan lagi satu-satunya penentu keberhasilan. Yang lebih penting adalah kemampuan platform untuk hadir di berbagai titik kebutuhan finansial secara terhubung dan konsisten.
Meski arah industri berubah, promosi tetap menjadi daya tarik utama bagi pengguna. Survei menunjukkan bahwa bebas biaya administrasi (79%), cashback (71%), dan diskon (66%) merupakan insentif yang paling diminati.
Namun, daya saing tidak lagi bertumpu pada insentif harga semata. Integrasi dengan ekosistem digital menjadi pembeda utama. Dalam transaksi online, ShopeePay disebut paling sering digunakan (68%), jauh melampaui GoPay (17%), DANA (10%), dan OVO (2%).
Di ranah offline, penerapan QRIS turut memperluas penggunaan dompet digital. Untuk pembayaran pulsa dan tagihan, ShopeePay kembali memimpin dengan 53%. Pada transaksi makanan dan minuman, angkanya mencapai 58%, sementara untuk belanja di supermarket dan minimarket tercatat 56%.
Selain promosi dan integrasi layanan, faktor kemudahan penggunaan serta keamanan menjadi pertimbangan utama pengguna. ShopeePay dinilai unggul dalam kemudahan pengisian saldo (51%) dan persepsi keamanan (55%).
Ipsos menilai bahwa kepercayaan pengguna kini menjadi elemen kunci dalam membangun loyalitas jangka panjang. Promo dapat menarik pengguna baru, tetapi pengalaman yang sederhana, aman, dan stabil akan menentukan keberlanjutan penggunaan.
Andi menegaskan bahwa daya tarik jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh insentif, melainkan oleh kemampuan platform menciptakan pengalaman finansial yang terintegrasi dan nyaman.
Generasi Z Dorong Pertumbuhan Transaksi Digital
Riset ini juga menyoroti peran Generasi Z sebagai pendorong utama adopsi pembayaran digital.Bagi kelompok ini, faktor kepraktisan (57%), bebas biaya admin (49%), serta fleksibilitas penggunaan di berbagai merchant (48%) menjadi alasan utama dalam memilih layanan.
Di segmen top-up game, ShopeePay mencatatkan angka tertinggi dengan 46%, diikuti DANA (28%), GoPay (19%), dan OVO (4%). Dari sisi kemudahan proses pengisian saldo, ShopeePay juga memperoleh skor 54%.
Ipsos menyimpulkan bahwa Generasi Z tidak lagi memandang dompet digital hanya sebagai alat pembayaran, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup digital yang cepat, praktis, dan terhubung. Platform yang mampu menggabungkan kebutuhan belanja, hiburan, dan transaksi dalam satu sistem diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dalam persaingan jangka panjang.
Secara keseluruhan, pasar pembayaran digital Indonesia kini memasuki tahap yang lebih dewasa. Kompetisi tidak lagi berfokus pada fitur dasar, melainkan pada kemampuan menghadirkan relevansi, integrasi, dan nilai nyata dalam kehidupan sehari-hari pengguna.
(SAW)
Langkah Kecil, Dampak Besar: Transformasi Putri Wulandari Lewat Mitra Bukalapak
Bagi Putri Wulandari, masa depan tidak datang dengan sendirinya. Ia harus diperjuangkan, disusun perlahan, dan dirawat dengan konsisten. [497] url asal
#bukalapak #ecommerce #warung-sederhana #mitra-bukalapak #bukalapak
(MedCom - Ekonomi Digital) 20/02/26 21:03
v/142638/
Bandung Barat: Bagi Putri Wulandari, masa depan tidak datang dengan sendirinya. Ia harus diperjuangkan, disusun perlahan, dan dirawat dengan konsisten. Dari sebuah warung kecil bermodal Rp300 ribu, Putri membuktikan bahwa langkah sederhana bisa menjadi fondasi perubahan besar bagi keluarga.Tahun 2018 menjadi titik balik dalam hidup Putri. Ia memutuskan berhenti bekerja karena ingin fokus mengasuh anaknya yang masih kecil. Keputusan itu bukan tanpa risiko. Artinya, ia harus mencari cara lain untuk tetap menghasilkan pendapatan tanpa meninggalkan rumah.
Dengan modal terbatas, Putri mulai membuka warung sembako di depan rumahnya. Rak-rak sederhana diisi kebutuhan pokok seperti beras, kopi, dan mi instan. Pelanggannya adalah tetangga sekitar. Keuntungan yang didapat kala itu belum besar, sekadar cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.
Namun Putri menyadari satu hal: jika ingin bertahan, ia tak bisa berjalan sendiri.Langkah berikutnya adalah bergabung sebagai Juragan di Mitra Bukalapak. Keputusan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan usahanya.
Pada awalnya, Putri menghadapi berbagai tantangan. Modal saldo terbatas dan kemampuan menggunakan teknologi digital yang masih minim sempat membuatnya ragu. Namun ia tidak berhenti di situ. Ia memanfaatkan berbagai materi edukasi dan pendampingan yang tersedia untuk memahami transaksi digital, pengelolaan stok, hingga cara menarik pelanggan.
Perlahan, usahanya berkembang. Warungnya tidak lagi sekadar tempat belanja kebutuhan pokok, tetapi juga melayani pembayaran digital dan berbagai layanan lainnya. Pendapatannya pun meningkat signifikan.
Jika dulu keuntungan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, kini Putri bisa meraih laba sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Hasil itu digunakan untuk membiayai sekolah kedua anaknya, membantu orang tua, bahkan membeli kendaraan bermotor untuk menunjang aktivitas keluarga.
Dari Penerima Manfaat Menjadi Penggerak
Kesuksesan Putri tidak berhenti pada peningkatan ekonomi keluarga. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan komunitas Mitra.Pada 2025, Putri terlibat dalam program KOLAK (Kompak Bareng Mitra Bukalapak), sebuah inisiatif berbagi di bulan Ramadan. Melalui program tersebut, ia membagikan takjil gratis kepada pelanggan dan warga sekitar.
Baginya, kegiatan itu bukan sekadar aksi sosial, melainkan bentuk rasa syukur atas perjalanan usahanya. Momen berbagi tersebut sekaligus mempererat hubungan antara warung dan komunitas di sekitarnya.
Tahun 2026, program KOLAK kembali digelar dengan cakupan yang lebih luas. Ribuan paket takjil ditargetkan untuk disalurkan oleh para Mitra di berbagai daerah. Semangatnya tetap sama: menghadirkan manfaat nyata melalui jaringan warung rakyat.
Kini, Putri memiliki tujuan yang lebih besar. Ia ingin memastikan kedua anaknya bisa menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Dengan penghasilan yang lebih stabil, ia mulai membiasakan diri menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan pendidikan.
Kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin menjadi salah satu perubahan penting dalam hidupnya. Ia tidak lagi hanya berpikir tentang hari ini, tetapi juga tentang lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Menurut Putri, membangun usaha membutuhkan lebih dari sekadar modal uang. Dibutuhkan keberanian memulai, kemauan belajar, dan konsistensi. Tantangan pasti datang, tetapi optimisme dan doa menjadi penopang agar tetap melangkah.
Perjalanan Putri menunjukkan bahwa transformasi bisa dimulai dari ruang paling kecil bahkan dari warung sederhana di depan rumah. Dengan akses teknologi, kemauan berkembang, dan dukungan komunitas, usaha mikro pun mampu menjadi kendaraan untuk menjemput masa depan yang lebih baik.
(SAW)
Ekspansi Vida Dorong Akselerasi Ekonomi Digital Global dan Asia Tenggara
Ekspansi layanan identitas digital ke pasar global dinilai menjadi salah satu katalis penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital kawasan. [482] url asal
#ekonomi-digital #digitalisasi #ekspansi-vida #digitalisasi-ekonomi #ekonomi-digital
(MedCom - Ekonomi Digital) 20/02/26 16:22
v/142563/
Jakarta: Ekspansi layanan identitas digital ke pasar global dinilai menjadi salah satu katalis penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital kawasan. Langkah inilah yang kini ditempuh oleh Vida dengan menghadirkan layanannya di Amazon Web Services (AWS) Marketplace.Melalui kehadiran di AWS Marketplace, solusi identitas digital Vida, mulai dari verifikasi identitas, autentikasi, hingga tanda tangan digital, kini dapat diakses lebih luas oleh organisasi global yang telah menggunakan infrastruktur AWS. Integrasi ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan alokasi belanja AWS yang sudah dimiliki, dengan sistem penagihan yang terintegrasi dan proses pengadaan yang lebih sederhana.
Founder dan Group CEO Vida, Niki Luhur, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membawa kapabilitas identitas digital Indonesia ke panggung internasional.
“Pencapaian ini mencerminkan komitmen Vida untuk membawa kapabilitas spesialis kami ke panggung global, selaras dengan standar keamanan internasional, sekaligus memperkuat fokus kami dalam membangun ekosistem identitas digital yang tepercaya bagi bisnis berskala besar,” ujar Niki.
Di tengah pesatnya digitalisasi lintas sektor, mulai dari perbankan, fintech, e-commerce, hingga layanan publik, kebutuhan akan sistem verifikasi identitas yang aman dan andal semakin krusial. Infrastruktur identitas digital menjadi fondasi utama dalam menciptakan kepercayaan (trust) di ruang digital.
Vida menghadirkan teknologi verifikasi berbasis biometrik dan kecerdasan buatan (AI), termasuk teknologi liveness detection untuk mencegah penyalahgunaan identitas sintetik dan manipulasi deepfake. Saat ini, perusahaan memproses sekitar 2,5 juta data biometrik berupa foto wajah guna mendeteksi potensi fraud sejak tahap awal.
Kehadiran di AWS Marketplace juga mempercepat adopsi global karena perusahaan dapat langsung mengaktifkan layanan tanpa proses integrasi yang rumit. Hal ini penting bagi korporasi berskala besar yang membutuhkan solusi identitas terverifikasi dengan standar kepatuhan internasional.
Pasar Global Tumbuh Pesat
Prospek pasar identitas digital pun terus menguat. Riset MarketsandMarkets memproyeksikan pasar verifikasi identitas global hampir dua kali lipat pada 2028. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya risiko penipuan digital, regulasi yang semakin ketat, serta percepatan transformasi digital di berbagai negara.
Bagi Asia Tenggara, momentum ini menjadi peluang strategis. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia. Integrasi layanan identitas digital ke platform global seperti AWS membuka akses yang lebih luas bagi perusahaan regional untuk bersaing di pasar internasional.
Niki menambahkan, kehadiran Vida di AWS Marketplace memungkinkan perusahaan di seluruh dunia mengadopsi layanan identitas digital terverifikasi secara lebih cepat, sekaligus memanfaatkan fleksibilitas dan keandalan infrastruktur AWS.
Dorong Ekosistem Digital Terpercaya
Kolaborasi ini dipandang sebagai fondasi strategis untuk memperkuat integrasi teknis dengan layanan AWS serta mendorong inovasi berkelanjutan. Lebih jauh, langkah tersebut memperluas adopsi solusi identitas digital terverifikasi di Asia Tenggara dan pasar global.
Dengan semakin kuatnya infrastruktur identitas digital, transaksi lintas negara dapat berlangsung lebih aman dan efisien. Pada akhirnya, ekosistem yang tepercaya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital kawasan,mulai dari peningkatan inklusi keuangan hingga ekspansi bisnis berbasis teknologi.
Ekspansi global ini menandai peran baru perusahaan teknologi Indonesia dalam rantai nilai digital dunia: bukan sekadar pengguna, tetapi juga penyedia solusi yang mendorong pertumbuhan ekonomi digital lintas batas.
(SAW)
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)