Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah kinerja solid PT Bundamedik Tbk. (BMHS) sepanjang 9 bulan 2025, emiten rumah sakit itu disebut tengah menjajaki beberapa upaya ekspansi sembari berusaha menjaga loyalitas pemegang saham melalui pembagian dividen.
Direktur Bundamedik Cuncun Wijaya menerangkan bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar dobel digit pada 2025.Outlooktersebut dinilai telah sesuai dengan realisasi kinerja BMHS sepanjang 9 bulan 2025.
Cuncun menyebut bahwa dengan kinerja solid sepanjang 2025, BMHS mengekspektasikan pembagian dividen senilai maksimal 30% dari laba bersih tahun buku 2025.
“Dividen kami pastinya seiring dengan performa, kami maunya bisa lebih tinggi setiap tahunnya. Tapi kami mempunyai janji yang sudah kami tuangkan di prospektus saat IPO adalah maksimum 30% dari laba tahun sebelumnya,” kata Cuncun dalam paparan publik BMHS, Rabu (26/11/2025).
Adapun pada tahun buku 2024, BMHS menggelontorkan dividen tunai senilai Rp5,59 miliar atau setara dengan 46,81% dari total laba yang mampu diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp11,94 miliar.
Guna memastikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang solid sepanjang 2025, Cuncun menegaskan bahwa di sisa 2025 pihaknya bakal berfokus pada pelayanan terhadap ibu dan anak. Hal ini terutama akan didorong oleh keahlian dokter di Bundamedik dan teknologi robotik yang telah dioperasikan di sejummlah RS perseroan.
Selain itu, perseroan juga mengekspektasikandemandyang lebih besar terhadap permintaanmedical check up(MCU) pada akhir tahun. Secara historis, Cuncun menerangkan bahwademandterhadap produk ini bertumbuh signifikan di akhir tahun.
“Sedangkan lab, diagnosis, biasa setiap akhir tahun itu kami melakukan penetrasi kepada MCU melaluibusiness-to-businessmaupun ke ritel. Biasanyademanddari permintaan pasar itu di akhir tahun,” kata Cuncun.
Ke depan, BMHS juga tidak menutup kemungkinan ihwal opsi akuisisi rumah sakit baru untuk memperluas portofolio Bundamedik. Direktur Utama Bundamedik Agus Heru Darjono menerangkan bahwa pihaknya telah memilikiroadmapselama 5 tahun untuk rencana ini.
Agus menegaskan bahwa dalam peta jalantersebut, Bundamedik telah memiliki rencana untuk menambah rumah sakit. Hanya saja, saat ini Bundamedik tengah melakukan identifikasi terhadap daerah yang berpotensi mendorong pertumbuhan baru bagi BMHS.
“Dalamroadmapmemang ada rencana untuk kami menambah rumah sakit, baik strateginya adalah membangun dari awal atau juga melakukan akuisisi dari rumah sakit yang ada. Jadi kemungkinan untuk melakukan akuisisi itu ada dalam program lima tahun kami,” katanya dalam acara yang sama.
Untuk diketahui, BMHS membukukan pendapatan senilai Rp1,15 triliun per September 2025. Posisi itu mencerminkan susutnya pendapatan perseroan sebesar 0,17% YoY dari posisi Rp1,15 triliun pada periode yang sama 2024.
Susutnya pendapatan perseroan terutama disebabkan oleh kompak menyusutnya kedua segmen pendapatan BMHS. Pada segmen pelayanan kesehatan, misalnya, BMHS hanya mampu membukukan Rp1,22 triliun per September 2025, masih di bawah Rp1,64 triliun pada torehan Desember 2024. Begitu juga pada segmen lainnya yang hanya mampu membukukan pendapatan senilai Rp143,30 miliar per September 2025.
Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, BMHS masih mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih yang tumbuh 3,84% YoY menjadi Rp12,24 miliar per September 2025. Laba bersih BMHS mampu tumbuh dari posisi Rp11,79 miliar pada periode yang sama 2024.