Inflasi Penyangga IKN Melonjak jadi 3,76% pada Januari 2026
Inflasi tahunan Kaltim melonjak 3,76% pada Januari 2026, dipicu kenaikan harga emas perhiasan dan tarif listrik. Inflasi tertinggi di Samarinda 4,33%.
(Bisnis.Com) 03/02/26 05:03 123387
Bisnis.com, BALIKPAPAN — Inflasi tahunan provinsi penyangga ibu kota negara (IKN) Nusanatara, Kalimantan Timur (Kaltim), pada Januari 2026 mencapai 3,76%. Nilai ini naik 18 kali lipat secara tahunan (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 0,21%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Mas\'ud Rifai menyatakan, lonjakan inflasi tersebut mencerminkan tekanan harga yang semakin menguat seiring kenaikan berbagai komoditas strategis, terutama emas perhiasan dan tarif listrik.
"Kenaikan harga emas perhiasan memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan, diikuti oleh tarif listrik yang naik drastis hingga 29,03% secara tahunan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (2/2/2026).
Mas’ud menambahkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada Januari 2026 tercatat sebesar 109,84, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 105,86. Dari empat kabupaten dan kota yang dipantau, inflasi tertinggi terjadi di Kota Samarinda sebesar 4,33%, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 2,75%.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan mencapai 15,91%. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga emas perhiasan yang memberikan andil sebesar 0,95% terhadap total inflasi tahunan Kaltim.
Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 10,06%, terutama dipicu oleh kenaikan tarif listrik yang mencapai 29,03% secara tahunan.
"Subkelompok yang tidak mengalami perubahan, yaitu subkelompok penyediaan air dan layanan perumahan lainnya," terang Mas\'ud.
Di sisi lain, sejumlah kelompok pengeluaran justru mencatatkan deflasi, antara lain kelompok pakaian dan alas kaki yang turun 1,01%, perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga turun 1,37%, serta kelompok informasi dan komunikasi yang turun 0,35%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya harga komoditas seperti sabun detergen bubuk dan telepon seluler.
Secara bulanan, inflasi Kaltim pada Januari 2026 relatif terkendali di angka 0,04%. Sejumlah komoditas seperti angkutan udara, bensin, dan cabai rawit tercatat memberikan andil deflasi secara month-to-month.
Meski demikian, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menyumbang andil inflasi sebesar 0,84%. Kenaikan harga pada kelompok ini terutama dipicu oleh komoditas ikan layang, beras, dan sigaret kretek mesin.
Adapun sektor transportasi mencatat inflasi tahunan sebesar 0,70%, dengan angkutan udara sebagai kontributor utama meskipun secara bulanan mengalami penurunan harga.
Dengan inflasi year-to-date yang juga tercatat sebesar 0,04%, Mas’ud menilai awal tahun 2026 menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah untuk mengantisipasi tekanan harga pada bulan-bulan berikutnya. Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha guna menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
#inflasi-ikn #inflasi-kaltim #inflasi-tahunan #harga-emas #tarif-listrik #ihk-kaltim #inflasi-samarinda #inflasi-penajam #perawatan-pribadi #jasa-lainnya #perumahan-kaltim #deflasi-kaltim #harga-komodi