Kemenperin Usul Insentif Angkutan Logistik Jelang Zero ODOL 2027
Kemenperin mengusulkan insentif logistik untuk menghadapi Zero ODOL 2027 guna menekan biaya distribusi AMDK akibat larangan ODOL.
(Bisnis.Com) 04/02/26 20:41 125981
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan pemberian insentif untuk menekan ongkos distribusi produk air minum dalam kemasan (AMDK). Pasalnya, industri tersebut masih banyak menggunakan angkutan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) yang akan dilarang pada 2027.
Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan akan ada penambahan biaya distribusi akibat penambahan armada. Selama ini, ODOL masih banyak ditemukan di industri AMDK demi menekan ongkos logistik.
"Kalau dari industri penggunanya ini kan ada cost, sebenarnya kalau ada insentif, kemudahan pembiayaan dan lain-lainnya, dan apalagi ada stimulus yang diberikan pemerintah, ini secara keekonomian secara keseluruhan industri otomotifnya laku, tenaga kerja armada nya tambah banyak, ini yang perlu dicari solusinya," kata Putu saat ditemui di Kompleks DPR RI, Rabu (4/2/2026).
Pemberian insentif kepada industri angkutan logistik disebut akan memberikan dampak berganda untuk mendorong industri angkutan yang mengangkut produk manufaktur.
"Ya salah satu untuk logistik. Kalau logistik udah banyak dibahas, nanti mungkin salah satunya yang tadi di transportasi angkutan barang untuk produk-produk yang dibutuhkan masyarakat yang dihasilkan industri," terangnya.
Sebelumnya, Putu menerangkan bahwa biaya logistik per unit masih cukup mahal akibat keterbatasan moda transportasi dan penerapan kebijakan over dimension over load (ODOL).
“Banyak AMDK yang didistribusikan dengan kendaraan truk yang over dimension maupun overload,” katanya.
Pembatasan distribusi pada periode tertentu, terutama hari besar keagamaan, juga berdampak pada kelancaran pasokan AMDK.
Tantangan lainnya yaitu terkait bahan baku kemasan yang belum sepenuhnya dapat dipasok dari dalam negeri. Selain itu, sebagian bahan kemasan seperti Biaxially Oriented Polypropylene Terephtalte (BOPET) dan (Biaxially Oriented Polypropylene (BOPP) dikenakan bea masuk antidumping sehingga harganya relatif tinggi dan berkontribusi besar terhadap biaya produksi.
Sebelumnya, Perkumpulan Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) tengah mencari cara agar dampak larangan angkutan berlebih atau Zero ODOL tak membebani ongkos produksi.
Ketua Umum Aspadin Firman Sukirman mengatakan, pihaknya memahami dan mendukung upaya pemerintah mewujudkan keselamatan dan ketertiban transportasi yang salah satu melalui penerapan Zero ODOL.
“Kami berharap agar pemerintah berkenan mempertimbangkan dampak pemberlakuan Zero ODOL ini yang akan berimbas pada kenaikan biaya logistik,” ujar Firman kepada Bisnis, Selasa (27/1/2026).
Tak hanya itu, kebijakan tersebut juga memicu peningkatan jumlah kendaraan dan beban jalan raya, biaya pengadaan kendaraan angkut tambahan serta juga dampak lain seperti konsumsi bahan bakar dan emisi gas buangan.
#angkutan-logistik #insentif-logistik #zero-odol-2027 #zero-odol #dampak-zero-odol #biaya-distribusi #industri-amdk #over-dimension-over-loading #insentif-industri #kebijakan-odol #biaya-logistik #moda