Rilis Tenaga Kerja AS Positif, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?

Rilis Tenaga Kerja AS Positif, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?

Data ketenagakerjaan swasta AS positif, namun berpotensi picu The Fed tunda pangkas suku bunga. Ini akibatnya bagi emas dan investasi di Indonesia.

(Kompas.com) 05/03/26 05:06 155483

JAKARTA, KOMPAS.com - Data ketenagakerjaan AS versi ADP pada Februari 2026 menunjukkan perbaikan dibanding bulan sebelumnya.

Perekrutan tenaga kerja sektor swasta di AS pada Februari tercatat sedikit lebih baik dari perkiraan.

Berdasarkan laporan ADP yang dirilis Rabu (4/3/2025), sektor swasta di AS menambah 63.000 pekerja secara musiman.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan revisi Januari bertambah 11.000 pekerjaan baru, serta melampaui perkiraan Dow Jones, sebesar 48.000 pekerjaan.

Namun, di balik sentimen positif tersebut, pasar justru melihat potensi dampak lanjutan terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dan pergerakan aset global, termasuk di Indonesia.

Analis dan Praktisi Pasar Modal Hans Kwee menilai data tenaga kerja swasta AS kemungkinan berada di kisaran 50.000 hingga 60.000 pada Februari 2026. Angka ini lebih baik dibandingkan Januari sebelum direvisi jumlahnya 22.000 dan Desember 2025 sebesar 37.000.

“Data tenaga kerja swasta AS (ADP) nampaknya akan naik di kisaran 50.000–60.000 pada Februari, lebih baik dari bulan lalu 22.000 dan 37.000 di Desember. Tapi ini justru sentimen yang tidak terlalu oke,” ujar Hans kepada Kompas.com, Rabu (4/3/2026).

Menurut dia, data tenaga kerja yang lebih kuat dapat membuat The Fed tidak terburu-buru memangkas suku bunga.

Artinya, ekspektasi pelonggaran moneter bisa kembali mundur.

“Kalau data tenaga kerja kuat, itu mendukung potensi pemotongan bunga The Fed jadi lebih lambat,” jelasnya.

Hans menambahkan, proyeksi pemangkasan suku bunga The Fed kini mundur dari sebelumnya diperkirakan pada Juni menjadi September 2026.

Kondisi ini diperburuk oleh meningkatnya tensi geopolitik akibat perang Iran–Israel yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan inflasi global.

“Apalagi ada tensi geopolitik, itu bisa membuat inflasi naik karena harga minyak berpotensi melonjak tinggi. Jadi tekanan inflasi bisa bertambah,” katanya.

Dampak ke Harga Emas

Terkait dampaknya terhadap harga emas, Hans menjelaskan bahwa saat ini logam mulia tersebut tengah tertekan akibat penguatan indeks dollar AS.

“Emas sedang tertekan karena indeks dollar AS naik. Tapi ini jangka pendek,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika data ADP yang kuat membuat The Fed menunda penurunan suku bunga, maka hal itu menjadi sentimen negatif bagi emas.

“Kalau data ADP membuat The Fed tidak jadi turunkan bunga dalam waktu dekat, maka itu negatif untuk emas,” tegas Hans.

Melansir CNBC, harga emas spot turun 3,6 persen menjadi 5.137 dollar AS per ons pada Selasa.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 3,5 persen di level 5.123,70 dollar AS per ons.

Dollar AS, yang juga merupakan aset safe haven juga mencatat kenaikan tajam.

Hal ini membuat emas yang diperdagangkan dalam dollar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS naik.

Imbas ke Investasi di Indonesia

Sementara untuk investasi di Indonesia, Hans menilai faktor eksternal yang lebih dominan saat ini adalah tensi geopolitik dan perkembangan terbaru dari lembaga pemeringkat internasional.

Menurut Hans, kombinasi ketidakpastian global, potensi suku bunga tinggi lebih lama di AS, serta tekanan terhadap persepsi risiko Indonesia dapat memengaruhi arus modal asing dan pergerakan pasar keuangan domestik dalam jangka pendek.

“Sekarang dampak perang lebih besar. Lalu ada Fitch yang memotong outlook rating Indonesia menjadi negatif. Itu lebih berpengaruh ke investasi di Indonesia,” tegas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#investasi-indonesia #suku-bunga-the-fed #data-ketenagakerjaan-as #harga-emas-global

https://money.kompas.com/read/2026/03/05/050600626/rilis-tenaga-kerja-as-positif-bagaimana-dampaknya-ke-indonesia-