Mentan Amran Sebut Sudah Siapkan Strategi Ketahanan Pangan Sejak Prabowo Dilantik
Menteri Pertanian Amran Sulaiman pastikan stok pangan RI aman 324 hari. Kementan siapkan strategi hadapi gejolak global (perang Iran-Israel) dan El Nino.
(Kompas.com) 06/03/26 14:06 157025
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menyebut, pihaknya telah menyiapkan strategi ketahanan pangan guna menghadapi ancaman gejolak geopolitik dan perubahan iklim sejak Presiden Prabowo Subianto dilantik.
Pernyataan itu Amran sampaikan saat menjelaskan terkait kondisi pangan Indonesia di tengah perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS) yang terus memanas dan menutup Selat Hormuz.
Amran mengatakan, pihaknya telah menyiapkan skenario untuk mengatasi kondisi pertanian terburuk di Indonesia karena telah memperhitungkan perang Rusia-Ukraina hingga Iran-Israel.
“Kita sudah perhitungkan semua itu sehingga kita siapkan dari sekarang, sori bukan sekarang, saat beliau dilantik. Makanya kita tenang-tenang saja,” kata Amran saat dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Amran menyebut, di tengah kondisi global yang terancam gonjang ganjing imbas perang, stok pangan Indonesia aman untuk kebutuhan masyarakat sampai 324 hari atau 10,8 bulan ke depan.
Kementan telah menghitung, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai 3,7 juta ton, standing crop (masih di lahan) 10-11 juta ton, dan hotel, restoran, serta katering (Horeka) lebih dari 12 juta ton.
“Kekuatan pangan kita dengan kondisi geopolitik yang memanas, pangan kita, cadangan kita sampai dengan hari ini itu tersedia sampai dengan 324 hari. Cadangan pangan kita,” kata Amran.
Ia menekankan, persediaan pangan untuk 324 hari itu tidak berarti pemerintah menghentikan produksi pangan.
Di luar itu, produksi pertanian terus berjalan dan terus menambah stok gudang Bulog.
Kementan bahkan memperkirakan, produksi beras mencapai sekitar 5 juta ton pada Mei mendatang.
“Jadi insya Allah pangan aman,” kata Amran.
Kementan juga menyiapkan pompa dengan jangkauan 2,2 juta hektar lahan untuk mengatasi kekeringan panjang akibat El Nino.
Benih padi yang adaptif juga disiapkan seperti varietas yang tahan kemarau atau tahan air tawar.
“Kami secara pribadi menghadapi di 2015, 2016, kemudian 2023, dan itu jauh lebih dahsyat daripada sekarang. Jadi ini enggak usah kita risaukan,” kata dia.
Tidak hanya itu, pemerintah juga tetap melanjutkan kebijakan subsidi pupuk 20 persen meskipun pasokan urea global terganggu.
Selat Hormuz diketahui menjadi jalur perdagangan minyak, gas, dan produk petrokimia seperti urea dari negara-negara teluk.
Menurut Amran, pemerintah mencari alternatif impor urea dari negara lain.
“Palingan bahan baku pupuk kan? Tetapi alternatifnya kita ambil dari Rusia, Laos, Australia. Kami sudah perhitungkan semua,” kata Amran.
Sebagai informasi, peperangan antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah meluas ke kawasan.
Beberapa saat setelah pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei gugur usai diserang Israel peperangan semakin membara.
Iran menggempur basis pangkalan militer sampai kantor intelijen AS di negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania.
Negeri Persia itu kemudian menutup Selat Hormuz pada Sabtu (28/2/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#ketahanan-pangan-indonesia #stok-pangan-aman #konflik-geopolitik #kementan-strategi