Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Pertamina Patra Niaga menjamin pasokan BBM dan elpiji aman selama Ramadan hingga Idulfitri. Masyarakat diimbau membeli sesuai kebutuhan, tanpa panic buying atau menimbun.

(Kompas.com) 06/03/26 18:20 157355

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji, dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri.

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk membeli sesuai kebutuhan, tak perlu berlebihan atau panic buying, apalagi melakukan penimbunan.

"Kami terus memastikan ketersediaan pasokan BBM dan elpiji bagi masyarakat," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Pertamina memproyeksi konsumsi bensin alias Pertalite dan Pertamax cs akan meningkat 12 persen dari konsumsi normal.

Sebaliknya, konsumsi solar diperkirakan turun 14,5 persen seiring terbatasnya mobilitas kendaraan logistik.

Sementara untuk konsumsi bahan bakar pesawat atau avtur diperkirakan naik 2,8 persen, sedangkan konsumsi kerosin atau minyak tanah diproyeksi naik 4,2 persen.

Kemudian untuk konsumsi elpiji diperkirakan naik 4 persen dari kondisi normal.

Roberth menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama Ramadhan dan Idulfitri.

Sebab, untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi energi pada periode tersebut, Pertamina telah melakukan berbagai upaya penguatan layanan, antara lain melalui build up stock serta memastikan kesiapan sarana dan fasilitas distribusi.

Langkah ini dilakukan agar penyaluran energi kepada masyarakat dapat berjalan lancar, aman, dan terukur.

Selain itu, perusahaan juga terus menjalankan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi, termasuk optimalisasi distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di seluruh wilayah operasional.

Upaya ini dilakukan melalui monitoring intensif serta mitigasi berkelanjutan guna menjaga kestabilan pasokan dengan menerapkan pola distribusi Reguler, Alternatif, dan Emergency (RAE), sehingga penyaluran energi dapat tetap terjaga dalam berbagai kondisi.

Dalam mendukung pengawasan distribusi energi secara lebih akurat dan cepat, Pertamina juga memanfaatkan sistem digitalisasi, seperti Pertamina Digital Hub, yang memungkinkan pemantauan penyaluran energi secara realtime dari sisi hulu hingga hilir.

"Berbagai langkah antisipasi telah kami lakukan, mulai dari build up stock, penguatan sarana distribusi, koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder terkait mulai dari pemerintah melalui kementerian terkait, kedutaan besar dan perwakilan luar negeri, mitra bisnis, hingga mitra internasional sesama badan usaha, hingga memastikan sistem monitoring distribusi berjalan optimal," jelas Roberth.

Maka dari itu, Pertamina mengimbau masyarakat agar menggunakan energi secara bijak, efisien, dan sesuai kebutuhan.

Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan, karena stok energi dijaga tetap aman dengan pola distribusi yang terukur.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan penimbunan BBM maupun elpiji, karena tindakan tersebut melanggar ketentuan yang berlaku dan memiliki konsekuensi hukum.

Terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menyatakan, bahwa stok BBM nasional tidak akan habis dalam 21 hari.

Ia menjelaskan, sesuai dengan aturan pemerintah, Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar 21-23 hari. Bahkan, pada produk tertentu cadangannya hingga 35 hari.

Namun setelah 21-23 hari, bukan berarti cadangan BBM habis total, sebab Pertamina mempertahankan cadangan di level aman dengan terus melakukan penambahan pasokan.

"Acuan cadangan pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum," ujar Baron dalam keterangannya.

"Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi," tambah dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#panic-buying #ramadan-idulfitri #pasokan-energi-aman #bbm-elpiji

https://money.kompas.com/read/2026/03/06/182000826/pertamina-pastikan-stok-bbm-aman-masyarakat-diminta-tak-panic-buying