Maskapai AS Terdampak Perang Iran Imbas Kenaikan Harga Avtur

Maskapai AS Terdampak Perang Iran Imbas Kenaikan Harga Avtur

Maskapai AS terdampak kenaikan harga avtur akibat perang di Timur Tengah, memicu biaya operasional tinggi. American Airlines, JetBlue, dan Spirit paling terpengaruh.

(Bisnis.Com) 07/03/26 15:45 157937

Bisnis.com, JAKARTA — Maskapai penerbangan AS sedang bersiap untuk mengatasi kekacauan akibat lonjakan harga bahan bakar jet atau avtur, di tengah perang di Timur Tengah.

Belum lagi, maskapai harus menghadapi tarif “Liberation Day” yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump tahun ini dan berdampak pada penurunan tajam permintaan perjalanan.

Melansir dari Bloomberg, Sabtu (7/3/2026), avtur yang menyumbang hingga 30% dari biaya maskapai penerbangan, melonjak dalam seminggu terakhir menjadi lebih dari US$4 per galon setelah stabil di sekitar US$2 sepanjang tahun 2025.

Akibatnya, maskapai kini harus menemukan keseimbangan yang tepat antara menaikkan tarif untuk menutupi biaya tersebut dan memperhatikan sensitivitas harga pelanggan yang kekurangan dana.

Berbeda dengan rekan-rekan mereka di Eropa, maskapai AS tidak melakukan lindung nilai bahan bakar. Artinya, kenaikan harga dapat berdampak lebih langsung. American Airlines Group Inc., JetBlue Airways Corp., dan Spirit Aviation Holdings Inc. mungkin menjadi yang paling terdampak karena umumnya melayani penumpang domestik yang lebih sensitif terhadap harga.

Analis Rothschild James Goodall menyampaikan, American Airlines terpapar secara tidak proporsional, dengan setiap perubahan 10 sen dalam biaya per galon bahan bakar berdampak pada fluktuasi 25% dalam laba per saham maskapai.

“Harga bahan bakar yang lebih tinggi mengakibatkan pemotongan signifikan pada perkiraan kami dan ekspektasi penurunan substansial pada konsensus tahun ini,” tuturnya.

Sementara itu, American, JetBlue, dan Spirit menolak berkomentar tentang dampak kenaikan harga bahan bakar.

Tarif “Liberation Day” yang diumumkan Trump pada April awalnya menyebabkan permintaan perjalanan anjlok di tengah ketidakpastian ekonomi, mengaburkan kemampuan maskapai untuk memperkirakan permintaan di masa depan.

Prediksi optimis di awal tahun dengan cepat berubah menjadi pesimistis, mendorong beberapa maskapai untuk sementara menarik panduan keuangan tahunan mereka.

Maskapai kembali terkena dampak pada akhir tahun ketika penutupan pemerintah terlama pada November memaksa pemerintah menerapkan pembatasan penerbangan di 40 bandara besar.

Kini, kenaikan biaya bahan bakar dan potensi penurunan minat orang untuk terbang jarak jauh mungkin kembali meredupkan gambaran tersebut.

Sementara Analis Citi John Godyn dalam sebuah catatan menyebutkan, maskapai dengan margin yang lebih tinggi, paparan biaya bahan bakar yang lebih rendah, dan dampak meredam dari program pembagian keuntungan yang besar lebih siap untuk menghadapi guncangan tersebut.

Delta Air Lines dan United Airlines Holdings Inc. melihat tren penumpang berpendapatan tinggi terus berbelanja meskipun konsumen yang lebih hemat mulai mengurangi pengeluaran. Dinamika ini mungkin memberi perusahaan lebih banyak ruang untuk meneruskan biaya yang lebih tinggi melalui harga tiket.

Sayangnya, hal itu mungkin tidak berlaku untuk maskapai lain, seperti Spirit Airlines, JetBlue, hingga American Airlines yang tengah mengejar ketertinggalan dari United dan Delta.

#maskapai-as #harga-avtur #perang-iran #kenaikan-harga-bahan-bakar #dampak-maskapai #tarif-liberation-day #american-airlines #jetblue-airways #spirit-aviation #biaya-bahan-bakar #penurunan-permintaan-p

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260307/98/1958548/maskapai-as-terdampak-perang-iran-imbas-kenaikan-harga-avtur