Waka MPR Eddy Soeparno Dukung Spin Off Saka Energi ke PHE

Waka MPR Eddy Soeparno Dukung Spin Off Saka Energi ke PHE

Waka MPR Eddy Soeparno mendukung spin off Saka Energi dari PGN ke PHE untuk menyelaraskan fokus bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional di sektor energi.

(Bisnis.Com) 11/03/26 12:10 161586

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua MPR sekaligus Anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno mendukung rencana pemisahan usaha (spin off) Saka Energi Indonesia dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) untuk dialihkan ke Pertamina Hulu Energi (PHE).

Menurut Eddy, langkah tersebut dinilai sejalan dengan strategi bisnis masing-masing entitas dalam struktur bisnis energi nasional, khususnya di lingkungan PT Pertamina (Persero).

“Saya mendukung Saka Energi di spin off dari PGN ke PHE. PGN itu kan tugasnya distribusi dan transmisi, lini tengah bisnis gas, sementara Saka di upstream,” kata Eddy kepada Bisnis, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa secara karakteristik bisnis, kegiatan usaha Saka Energi yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi lebih selaras dengan fokus bisnis PHE sebagai subholding hulu Pertamina.

Sebaliknya, PGN sebagai subholding gas Pertamina berfokus pada sektor midstream, khususnya distribusi dan transmisi gas bumi kepada pelanggan di dalam negeri.

“Kalau dilihat, strategi bisnisnya sejalan dan karakteristiknya sejalan dengan PHE. Makanya, sebaiknya kegiatan di luar midstream gas bisa dialihkan ke PHE,” ujarnya.

Eddy menilai penataan portofolio bisnis ini justru dapat memperkuat fokus masing-masing perusahaan dalam rantai nilai industri energi nasional. Dengan struktur yang lebih selaras, diharapkan efisiensi dan efektivitas operasional dapat meningkat.

Di sisi lain, di tengah dinamika industri migas global yang bergejolak akibat tensi tinggi di Timur Tengah, Eddy menekankan bahwa perubahan pada struktur kepemilikan atau manajemen tidak akan mengganggu kegiatan operasional.

Eddy berharap proses penataan tersebut dapat berjalan secara terukur dan tetap menjaga stabilitas operasional sektor energi nasional, terutama di tengah tantangan global yang masih berlangsung.

“Struktur di atas (spin off) tidak akan berdampak di bawah,” tambahnya.

Adapun tahun ini, PGN mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) sebesar US$353 juta atau meningkat sekitar 14% dibandingkan dengan 2025.

Alokasi ini ditujukan untuk memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi serta mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus mengoptimalkan peran gas bumi sebagai energi transisi.

Di tengah fokus mengembangkan infrastruktur gas bumi, PGN mengalokasikan CAPEX sebesar US$134 juta untuk mengoptimalkan kinerja eksplorasi dan peningkatan produksi minyak dan gas.

Program utama mencakup kegiatan pengeboran (drilling) di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, Ketapang, dan Fasken, perpanjangan kontrak kerja sama (KKKS) di WK Pangkah, serta pelaksanaan survei dan pemrosesan seismik 3D.

Dari program tersebut, Saka Energi menargetkan produksi mencapai 24.000 BOEPD atau naik 10,4% pada 2026.

Direktur Utama SAKA Intan Fauzi mengatakan target produksi 2026 tersebut merupakan wujud komitmen perseroan untuk memperkuat kinerja produksi melalui strategi terintegrasi, optimalisasi aset eksisting, serta pengembangan potensi sumber daya migas.

Sebelumnya, Danantara mendorong PGN fokus pada sisi midstream dan downstream. Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menegaskan PGN perlu memperkuat portofolio bisnisnya di sektor hilir dan distribusi gas.

Dony mengatakan arah bisnis PGN bakal bertransformasi menjadi perusahaan gas negara yang menguasai distribusi gas hingga ke rumah tangga.

“Untuk PGN, kita akan mulai tahun ini melakukan pipanisasi sampai ke rumah-rumah,” ujar Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria, (28/1/2026).

#saka-energi #spin-off #eddy-soeparno #pertamina-hulu-energi #pgn #bisnis-energi-nasional #sektor-hulu-minyak #subholding-hulu-pertamina #distribusi-gas-bumi #midstream-gas #portofolio-bisnis #industri

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260311/44/1959608/waka-mpr-eddy-soeparno-dukung-spin-off-saka-energi-ke-phe