Jelang Lebaran, Jasa Tukar Uang di Samarinda Ramai, Tarif Rp 20.000 Per Rp 100.000

Jelang Lebaran, Jasa Tukar Uang di Samarinda Ramai, Tarif Rp 20.000 Per Rp 100.000

Jelang Idul Fitri 1447 H, jasa penukaran uang pecahan kecil musiman marak di Samarinda. Warga rela bayar jasa demi uang baru untuk tradisi Lebaran.

(Kompas.com) 17/03/26 20:12 167665

SAMARINDA, KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, aktivitas penukaran uang pecahan kecil mulai marak di sejumlah titik di Samarinda.

Salah satu lokasi yang terlihat ramai yakni di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, di mana pedagang musiman membuka lapak penukaran uang di pinggir jalan hingga trotoar.

Pantauan Kompas.com di lokasi, Selasa (17/3/2026), deretan lapak penukaran uang tampak berjajar di beberapa titik.

Para pedagang menawarkan berbagai pecahan uang baru yang banyak dibutuhkan masyarakat untuk tradisi Lebaran, mulai dari Rp 2.000, Rp 5.000, hingga Rp 10.000.

Uang pecahan tersebut disusun rapi di atas meja kecil maupun alas sederhana, sehingga mudah menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.

Tidak sedikit warga yang berhenti sejenak untuk menukar uang, terutama menjelang sore hari.

Salah satu pedagang yang ditemui di lokasi mengatakan, masyarakat dikenakan biaya jasa sebesar Rp 20.000 untuk setiap penukaran Rp 100.000.

“Kalau tukar Rp 100.000, jasanya Rp 20.000. Jadi misalnya tukar Rp 100.000 dapat pecahan Rp 2.000, nanti bayarnya Rp 120.000,” ujar pedagang tersebut kepada Kompas.com, seraya meminta namanya tidak disebutkan.

Ia menjelaskan, biaya jasa itu berlaku kelipatan sesuai jumlah uang yang ditukar.

Semakin besar nominal yang ditukarkan, maka biaya jasa juga akan bertambah. “Kalau tukar Rp500.000 berarti jasanya lima kali, jadi Rp100.000. Kalau Rp1 juta ya tinggal dikalikan saja,” katanya.

Menurutnya, permintaan penukaran uang mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir seiring mendekatnya Lebaran.

Mayoritas warga mencari pecahan kecil untuk dibagikan kepada anak-anak maupun kerabat saat hari raya.

Di sisi lain, warga menilai keberadaan jasa penukaran uang di pinggir jalan ini cukup membantu, terutama bagi mereka yang membutuhkan pecahan dalam waktu cepat.

Salah satu warga Samarinda, Rizky Fadhillah (33), mengaku memilih menukar uang di lokasi tersebut karena lebih praktis meski harus membayar biaya tambahan. “Memang ada jasanya, tapi biasanya sudah tahu dari awal. Kalau butuh cepat ya tukar saja di sini,” kata Rizky.

Hal senada disampaikan Annisa Khairunnisa (27). Ia menilai biaya jasa yang dikenakan masih tergolong wajar selama pecahan yang dibutuhkan tersedia. “Biasanya memang ada biaya jasa. Menurut saya masih wajar, apalagi kalau lagi butuh pecahan kecil untuk Lebaran,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah warga mengaku pernah menemukan tarif jasa yang lebih tinggi di lokasi lain.

Beberapa pedagang disebut mematok biaya hingga Rp30.000 sampai Rp35.000 untuk setiap penukaran Rp100.000.

Menurut warga, perbedaan tarif tersebut dipengaruhi oleh masing-masing pedagang serta ketersediaan pecahan uang yang ditawarkan di lapangan.

Fenomena penukaran uang musiman seperti ini memang kerap muncul setiap menjelang Idul Fitri.

Tradisi berbagi uang kepada anak-anak dan keluarga saat Lebaran mendorong meningkatnya kebutuhan uang pecahan kecil di masyarakat.

Dengan tingginya permintaan tersebut, para pedagang penukaran uang berpotensi meraup keuntungan cukup besar, terutama jika transaksi dilakukan dalam nominal besar, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#jasa-tukar-uang #uang-baru-lebaran #idul-fitri-2026 #penukaran-uang-samarinda

https://money.kompas.com/read/2026/03/17/201200726/jelang-lebaran-jasa-tukar-uang-di-samarinda-ramai-tarif-rp-20.000-per-rp