The Fed Tahan Suku Bunga Acuan, Pasar Modal dan Nilai Tukar Rupiah Tertekan?

The Fed Tahan Suku Bunga Acuan, Pasar Modal dan Nilai Tukar Rupiah Tertekan?

Suku bunga acuan The Fed yang ditahan akan membuat pasar keuangan Amerika Serikat masih menarik bagi investor.

(Kompas.com) 19/03/26 05:08 168704

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed memutuskan untuk menahan tinngkat suku bunga acuan.

Bagi Indonesia, hal ini dikhawatirkan dapat membuat pasar modal dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akan melemah.

Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, suku bunga acuan The Fed yang ditahan akan membuat pasar keuangan Amerika Serikat masih menarik bagi investor.

Dengan kata lain, insentif investor untuk menahan uang di negara berkembang akan berkurang.

"Mereka akan lebih memilih untuk menempatkan uangnya di pasar uang AS, dibandingkan di negara berkembang," kata dia kepada Kompas.com, Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, belum lagi di Indonesia sendiri masih terkena imbas ada penurunan outlook surat utang negara dari Moodys dan Fitch yang menyebut pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang buruk.

"Akibatnya, saya rasa masih akan terjadi capital outflow di Indonesia," imbuh dia.

Nailul menjelaskan, keluarnya modal asing dari Indonesia berdampak pada beberapa sektor keuangan sekaligus.

Sentimen tersebut berpotensi menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun.

Sementara itu, nilai tukar rupiah bisa melemah terhadap dollar AS.

"Menariknya, harga emas justru bisa terkoreksi lagi," ujar Nailul

Di samping itu, Nailul bilang terdapat kebijakan yang kemudian dikoreksi akhir-akhir ini yang membuat rupiah dapat melemah.

Kebijakan penurunan batas transaksi yang kemudian diklarifikasi dan tidak jadi diterapkan dapat membuat keluarnya dollar AS di perbankan.

"Tampaknya, pergerakan rupiah akan sedikit melemah di libur Lebaran ini," kata Nailul.

Ia berpandangan, pergerakan harga saham akan libur dan akan bergerak dengan sentimen ekonomi di Lebaran tahun ini.

Menurut dia, harga saham di periode Lebaran tahun ini, diprediksi masih lemah, meskipun saya rasa sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

"Setelah Lebaran, harga saham akan terkoreksi, terlebih ada sentimen pelemahan rupiah," tutup dia.

Sebagai informasi, Bank Sentral AS Federal Reserve atau The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil pada Rabu waktu setempat.

Hal ini karena para pembuat kebijakan berupaya mengatasi angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, sinyal yang beragam di pasar tenaga kerja, dan konflik di Timur Tengah.

Dalam keputusan yang sudah banyak diperkirakan, Federal Open Meeting Comittee (FOMC) memberikan suara 11-1 untuk mempertahankan suku bunga acuan dana federal dalam kisaran antara 3,5-3,75 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#saham #rupiah #the-fed #suku-bunga-the-fed #the-fed-tahan-suku-bunga

https://money.kompas.com/read/2026/03/19/050800626/the-fed-tahan-suku-bunga-acuan-pasar-modal-dan-nilai-tukar-rupiah-tertekan-