Penjualan Smartphone di China Turun 4% pada Awal 2026

Penjualan Smartphone di China Turun 4% pada Awal 2026

Penjualan smartphone di China turun 4% YoY awal 2026 meski ada subsidi. Apple naik 23% berkat iPhone 17. Harga memori global naik, produsen naikkan harga.

(Bisnis.Com) 21/03/26 16:55 170296

Bisnis.com, JAKARTA— Penjualan smartphone atau HP di China mengalami penurunan pada dua bulan pertama 2026.

Berdasarkan data Counterpoint Research, pengiriman perangkat turun sebesar 4% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Melansir laman GSM Arena pada Sabtu (21/3/2026) grafik penjualan HP mingguan dari pekan pertama hingga pekan kesembilan menunjukkan tren 2026 terlihat lebih lemah dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun sempat mengalami peningkatan dan mencapai puncak pada pekan ketujuh, performa keseluruhan masih berada di bawah capaian 2025, yang mencatat puncak lebih tinggi pada pekan keempat. Secara total, periode ini berakhir dengan kontraksi 4%.

Penurunan permintaan ini terjadi meskipun pemerintah China telah menggulirkan berbagai subsidi dan promosi, termasuk selama periode Tahun Baru Imlek.

Momentum libur tersebut sempat mendorong sedikit kenaikan penjualan pada Februari dibandingkan Januari, terutama bagi sejumlah merek lokal. Namun, peningkatan tersebut belum cukup untuk mengangkat performa pasar secara keseluruhan.

Ke depan, tekanan terhadap industri diperkirakan masih berlanjut. Kenaikan harga memori global menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi biaya produksi.

Sejumlah produsen seperti Vivo dan Oppo bahkan telah mengonfirmasi rencana untuk menaikkan harga perangkat mereka sebagai respons terhadap kondisi tersebut.

Di tengah pelemahan pasar, beberapa produsen justru menunjukkan kinerja yang lebih positif.

Apple, misalnya, mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 23% pada dua bulan pertama 2026. Kenaikan ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap seri iPhone 17. Perusahaan tersebut juga dinilai mampu menahan tekanan biaya berkat kekuatan rantai pasok yang dimilikinya.

Sementara itu, Huawei juga diproyeksikan akan memperluas pangsa pasarnya. Hal ini didukung oleh rantai pasok domestik yang lebih kuat, sehingga mampu meredam dampak kenaikan harga komponen di pasar global.

Analis Counterpoint memperkirakan kondisi pasar akan tetap bergejolak dalam beberapa bulan ke depan, khususnya pada periode Maret hingga Mei. Namun, ada harapan bahwa festival belanja “618” pada Juni dapat menjadi momentum untuk mendorong kembali permintaan smartphone di China.

1774085421_96be80ae-57a1-467f-a74d-e4dd797d45c2.
1774085421_96be80ae-57a1-467f-a74d-e4dd797d45c2.

#smartphone-china #penjualan-smartphone #penurunan-penjualan #counterpoint-research #pengiriman-perangkat #tren-penjualan #subsidi-pemerintah #kenaikan-harga #produsen-vivo #produsen-oppo #apple-penjua

https://teknologi.bisnis.com/read/20260321/280/1961713/penjualan-smartphone-di-china-turun-4-pada-awal-2026