Bahaya Saraf Kejepit Saat Lebaran, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
Saraf kejepit saat arus balik Lebaran bisa dicegah dengan mengubah posisi duduk, peregangan, dan istirahat cukup. Waspadai gejala serius dan konsultasikan ke dokter.
(Bisnis.Com) 23/03/26 16:59 171264
Bisnis.com, JAKARTA — Perjalanan arus balik Lebaran yang ditempuh dalam waktu panjang berpotensi memicu keluhan kesehatan, termasuk nyeri akibat kondisi yang kerap dikenal sebagai saraf kejepit.
Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital Cibubur, Omar Luthfi, mengingatkan risiko tersebut meningkat ketika seseorang duduk terlalu lama tanpa perubahan posisi.
Menurut dia, istilah saraf kejepit merujuk pada kondisi ketika saraf mengalami tekanan dari struktur di sekitarnya, seperti bantalan tulang belakang, tulang, maupun jaringan lain.
“Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri punggung atau leher, nyeri yang menjalar ke lengan atau kaki, kesemutan atau baal,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (23/3/2026).
Kendati demikian, dia menegaskan tidak semua nyeri punggung dapat langsung diartikan sebagai saraf kejepit. Oleh karena itu, pemudik perlu memahami karakteristik keluhan yang dialami, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh selama arus balik.
Omar menjelaskan, penderita dengan riwayat keluhan tersebut tetap dapat melakukan perjalanan dengan nyaman apabila melakukan sejumlah penyesuaian. Salah satunya dengan mengubah posisi duduk secara berkala setiap 30 hingga 60 menit guna mengurangi tekanan pada tulang belakang.
Kemudian, lakukan peregangan ringan. “Setiap 1–1,5 jam, sempatkan untuk berdiri dan melakukan peregangan ringan. Jika memungkinkan, berjalan sebentar di rest area,” saran Omar.
Penggunaan penyangga pinggang atau lumbar support juga menjadi langkah penting untuk menjaga posisi tulang belakang tetap netral selama perjalanan. Sementara itu, penambahan bantal kecil atau gulungan handuk di punggung bawah dapat membantu mengurangi beban pada area tersebut.
Lebih lanjut, Omar mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal istirahat dan tidak memaksakan perjalanan tanpa jeda. Istirahat yang cukup dinilai penting agar otot dan saraf tetap dalam kondisi relaks.
Selain itu, kondisi tubuh sebelum berangkat juga perlu dipastikan dalam keadaan stabil, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat nyeri berulang.
Masyarakat juga diminta waspada apabila muncul gejala yang lebih serius, seperti nyeri menjalar yang berat, kelemahan pada tangan atau kaki, serta kesemutan yang semakin meluas. Jika keluhan tersebut terjadi, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Dia menambahkan, perjalanan jauh saat arus balik memang menjadi tantangan bagi penderita gangguan tulang belakang. Namun, dengan pemahaman yang baik serta persiapan yang tepat, perjalanan tetap dapat dilakukan secara aman dan nyaman.
“Jika keluhan sering berulang atau mengganggu aktivitas, konsultasi dengan dokter spesialis dapat membantu menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai,” tambah Omar.
#saraf-kejepit #nyeri-punggung #nyeri-leher #arus-balik-lebaran #perjalanan-jauh #posisi-duduk #peregangan-ringan #penyangga-pinggang #lumbar-support #bantal-punggung #jadwal-istirahat #nyeri-menjalar #n-a