Premi Industri Asuransi Jiwa Capai Rp181 Triliun pada 2025, Ini Data Lengkapnya

Premi Industri Asuransi Jiwa Capai Rp181 Triliun pada 2025, Ini Data Lengkapnya

Industri asuransi jiwa Indonesia meraih premi Rp181,27 triliun pada 2025, meski turun 1,8% (YoY). Pendapatan total mencapai Rp238,71 triliun, naik 9,3% (YoY).

(Bisnis.Com) 25/03/26 09:05 172042

Bisnis.com, JAKARTA — Perolehan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp181,27 triliun pada Januari—Desember 2025. Jumlah tertanggung terus meningkat, menunjukkan semakin banyak masyarakat yang terproteksi asuransi.

Berdasarkan laporan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), total pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp238,71 triliun hingga Desember 2025, tumbuh 9,3% (year on year/YoY) dari periode sebelumnya senilai Rp218,73 triliun.

Pendapatan itu di antaranya berasal dari perolehan premi Rp181,27 triliun dan hasil investasi Rp47,32 triliun. Nilai premi sepanjang 2025 itu turun 1,8% (YoY), sementara hasil investasi melonjak 103,1%.

“Pada periode Januari hingga Desember ini, kami melihat industri asuransi jiwa masih menunjukkan stabilitas bisnisnya,” ujar Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo Karsono dalam konferensi pers di Gedung AAJI, Jakarta, belum lama ini.

Terdapat tren penurunan dalam perolehan premi industri asuransi jiwa tahun 2025. Selain total premi unweighted yang turun 1,8%, rupanya terjadi penurunan juga dari sisi premiweightedatau premi disetahunkan periode Januari—Desember 2025, yakni Rp111,56 triliun atau turun 1,2% (YoY) dari sebelumnya Rp112,92 triliun.

Premiweightedatau premi terimbang adalah perhitungan premi dari berbagai jenis bisnis untuk tahun awal polis, yang dapat memberi gambaran lebih akurat soal kondisi bisnis tahun tersebut. Misalnya, jika perusahaan asuransi memperoleh premi tunggal (single premium) untuk asuransi dengan masa perlindungan 15 tahun, maka tidak seluruh premi dihitung sebagai hasil bisnis tahun ini, melainkan hanya 10% dari total premi yang dihitung sebagai premiweightedtahun ini.

Adapun, berdasarkan tipe pembayaran, premi tunggal tercatat mencapai Rp77,45 triliun, turun 2,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp79,60 triliun.Angka ini jauh lebih besar dibandingkan premi reguler tahun pertama yang tercatat sebesar Rp30,05 triliun. Sementara itu, untuk premi reguler tahun lanjutan tercatat sebesar Rp73,76, turun 4,3%.

Menurut Albertus, hal tersebut menunjukkan bahwa harga penurunan ini berkaitan dengan banyaknya polis asuransi yang telah mencapai masa akhir kontrak (maturity). Banyak nasabah yang menyelesaikan kontraknya pada periode tersebut sehingga berdampak pada menurunnya jumlah premi lanjutan yang diterima industri.

“Jadi kenapa ada penurunan dari premium lanjutan ini? Salah satu yang utamanya adalah bahwa banyak sekali polis-polis yang habis kontrak,” ujar Albertus.

Sementara itu, premi asuransi tradisional tercatat sebesar Rp113,03 triliun sepanjang periode 2025. Berbeda dengan yang tradisional, premi produkunit-linkedmencatatkan penurunan 8,2% menjadi Rp68,24 triliun. Hal ini, menunjukkan bahwa kontribusi premi masih didominasi oleh produk tradisional dibandingkanunit-linked.

Kemudian, untuk premi berdasarkan unit usaha, untuk premi unit konvensional tercatat turun tipis 1,2% menjadi Rp160,08 triliun. Sedangkan, untuk unit syariah juga turun sebesar Rp6,2% menjadi Rp21,19 triliun.

Jika dilihat berdasarkan jenis kepesertaan, premi perorangan tercatat mencapai Rp149,56 triliun, naik 1,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp151,71 triliun.Angka ini jauh lebih besar dibandingkan premi kumpulan yang tercatat sebesar Rp31,71 triliun.

Adapun jika dilihat dari kanal distribusi, premi yang berasal dari jalurbancassurancemenjadi yang terbesar dengan nilai Rp96,91 triliun. Kemudian disusul oleh kanal keagenan sebesar Rp58,40 triliun, serta distribusi alternatif yang tercatat mencapai Rp45,96 triliun.(Putri Astrian Surahman)

#asuransi-jiwa #premi-asuransi #industri-asuransi #premi-industri #premi-2025 #premi-tradisional #premi-unit-linked #premi-konvensional #premi-syariah #premi-perorangan #premi-kumpulan #bancassurance #n-a

https://finansial.bisnis.com/read/20260325/215/1960894/premi-industri-asuransi-jiwa-capai-rp181-triliun-pada-2025-ini-data-lengkapnya