Cirebon Salurkan Bantuan Pangan untuk 35.031 Warga, Alokasi Dua Bulan
Pemerintah Kota Cirebon menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk 35.031 warga selama dua bulan, guna menjaga ketahanan pangan dan daya beli.
(Bisnis.Com) 30/03/26 12:03 176273
Bisnis.com, CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon mulai mendistribusikan bantuan pangan kepada 35.031 warga penerima manfaat sebagai bagian dari program perlindungan sosial berbasis pangan yang bersumber dari cadangan pemerintah pusat.
Bantuan berupa beras dan minyak goreng tersebut dialokasikan untuk kebutuhan dua bulan sekaligus, yakni Februari dan Maret 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh menyampaikan penyaluran ini merupakan tindak lanjut dari penugasan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional kepada Perum Bulog untuk memastikan bantuan sampai ke masyarakat di berbagai daerah.
Menurut Elmi, setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Karena distribusi dilakukan untuk dua bulan sekaligus, total bantuan yang diterima mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per orang.
“Program ini ditujukan untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga sekaligus membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat,” ujar Elmi, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, sebelum bantuan disalurkan, pihaknya melakukan serangkaian pengecekan kualitas guna memastikan komoditas yang diterima masyarakat dalam kondisi layak konsumsi. Pemeriksaan tersebut mencakup standar mutu beras dan keamanan minyak goreng agar sesuai dengan ketentuan distribusi pangan nasional.
Dari sisi ekonomi, penyaluran bantuan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah dinamika harga bahan pokok yang cenderung fluktuatif. Intervensi pemerintah melalui distribusi pangan dinilai menjadi salah satu instrumen untuk meredam tekanan inflasi di tingkat daerah.
Selain mengandalkan bantuan dari pusat, Pemkot Cirebon juga memiliki cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) yang difungsikan sebagai bantalan dalam situasi darurat, seperti bencana alam atau gangguan distribusi pangan.
Elmi mengungkapkan, stok CPPD Kota Cirebon saat ini berada di kisaran 51 ton. Angka tersebut mengalami penurunan dari posisi awal yang hampir mencapai 59 ton. Penurunan terjadi karena sebagian cadangan telah digunakan untuk membantu penanganan bencana di luar daerah serta kebutuhan mendesak masyarakat setempat.
“Kami terus berupaya menjaga ketersediaan cadangan agar tetap berada pada level ideal sesuai ketentuan,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Cirebon, Imam Mahdi, menuturkan, penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian dari rencana distribusi nasional yang dijadwalkan berlangsung beberapa kali dalam satu tahun.
Ia menyebutkan, pemerintah pusat menargetkan penyaluran bantuan pangan dapat dilakukan hingga enam tahap dalam satu tahun. Namun, pelaksanaan setiap tahap masih bergantung pada penugasan lanjutan dari pemerintah pusat.
“Untuk saat ini yang berjalan baru alokasi Februari dan Maret. Tahap berikutnya masih menunggu arahan lebih lanjut,” ujar Imam.
Menurutnya, peran Bulog dalam program ini tidak hanya sebatas penyalur, tetapi juga memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi hingga ke titik penerima. Hal ini penting untuk menjamin efektivitas program bantuan serta meminimalkan potensi gangguan logistik.
Dengan jumlah penerima yang mencapai puluhan ribu, program bantuan pangan ini menjadi salah satu intervensi strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Selain berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, distribusi pangan juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasar dan mencegah lonjakan harga kebutuhan pokok di tingkat lokal.
#cirebon-bantuan-pangan #distribusi-pangan-cirebon #program-perlindungan-sosial #bantuan-beras-dan-minyak #ketahanan-pangan-rumah-tangga #daya-beli-masyarakat #cadangan-pangan-pemerintah #distribusi-bu