Sugiono Desak UNIFIL Lakukan Investigasi Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Sugiono Desak UNIFIL Lakukan Investigasi Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Pemerintah Indonesia desak UNIFIL investigasi serangan di Lebanon yang tewaskan prajurit TNI, sambil tawarkan mediasi konflik dan pastikan penanganan korban.

(Bisnis.Com) 30/03/26 16:53 176627

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan di Lebanon Selatan yang menewaskan satu prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden tersebut juga mengakibatkan tiga personel lainnya terluka, dengan satu di antaranya dalam kondisi kritis.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit atas nama Praka Parizal Rhomadhon.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya prajurit terbaik bangsa. Ini kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi negara,” ujarnya dalam keterangan pers di Tokyo, Senin (30/3/2026).

Sugiono mengungkapkan, selain korban jiwa, terdapat tiga prajurit yang mengalami luka-luka.

“Satu personel mengalami luka berat dan saat ini masih dalam kondisi koma, sementara dua lainnya mengalami luka ringan,” katanya.

Pemerintah Indonesia secara tegas mengutuk insiden tersebut serta rangkaian serangan yang terjadi di wilayah Lebanon selatan.

“Kami mengecam keras serangan ini dan juga eskalasi yang terus berlangsung di kawasan tersebut,” tegasnya.

Menurut Sugiono, Indonesia mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik untuk segera menahan diri dan kembali ke jalur diplomasi.

“Kami meminta semua pihak melakukan deeskalasi dan kembali ke meja perundingan agar situasi tidak semakin memburuk,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, dalam upaya meredakan konflik, Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong tercapainya gencatan senjata.

Di sisi lain, pemerintah juga memastikan penanganan terhadap korban dilakukan secara maksimal. Kementerian Luar Negeri telah menugaskan Kedutaan Besar RI di Beirut untuk terus memantau kondisi prajurit serta mempersiapkan proses pemulangan jenazah.

Selain itu, perwakilan Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi PBB guna membahas langkah lanjutan.

“Perwakilan kita di New York akan bertemu dengan Under Secretary General yang menangani pasukan penjaga perdamaian untuk membahas pemulangan jenazah dan meminta investigasi penuh,” kata Sugiono.

Pemerintah juga menunggu hasil penyelidikan resmi dari UNIFIL terkait sumber serangan.

“Saat ini belum dapat dipastikan dari mana serangan berasal. Kita menunggu hasil investigasi UNIFIL,” ujarnya.

Terkait usulan penarikan pasukan TNI dari misi perdamaian oleh DPR, Sugiono menyebut hal tersebut belum menjadi pembahasan di tingkat pemerintah.

“Saya baru mendengar usulan tersebut, dan tentu jika ada langkah ke arah sana akan dibicarakan lebih lanjut,” katanya.

Menutup pernyataannya, Sugiono memberikan penghormatan tinggi kepada prajurit yang gugur.

“Beliau telah memberikan pengabdian terbaik, tidak hanya bagi bangsa, tetapi juga bagi misi kemanusiaan dan perdamaian dunia,” tandas Sugiono.

#lebanon #tni #unifil #prajurit-tni #serangan-lebanon #sugiono #misi-perdamaian #prajurit-gugur #investigasi-unifil #pemerintah-indonesia #konflik-lebanon #eskalasi-lebanon #gencatan-senjata #kedutaan

https://kabar24.bisnis.com/read/20260330/15/1963067/sugiono-desak-unifil-lakukan-investigasi-atas-gugurnya-prajurit-tni-di-lebanon