Bank Mega (MEGA) Bukukan Laba Bersih Rp3,36 Triliun sepanjang 2025
Bank Mega mencatat laba bersih Rp3,36 triliun di 2025, naik 28% YoY, didorong kenaikan fee based income 54%. Total aset naik 4% jadi Rp141 triliun.
(Bisnis.Com) 01/04/26 02:53 178255
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mega Tbk. (MEGA) membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp3,36 triliun pada 2025, meningkat 27,89% secara tahunan (year on year/YoY) setelah pada tahun sebelumnya meraup laba Rp2,63 triliun.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama Kostaman Thayib dalam Pubex 2026 Kinerja Tahun Buku 2025 di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (31/3/2026). “Profit after tax Bank Mega mengalami kenaikan 28% YoY dari Rp2,63 triliun menjadi Rp3,36 triliun,” ungkapnya.
Dia mengatakan, raihan laba perseroan sepanjang 2025 didorong oleh kenaikan fee based income sebesar 54% YoY menjadi Rp2,79 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,82 triliun.
Perseroan juga menunjukkan kinerja positif dari sisi aset. Kostaman menyampaikan total aset Bank Mega meningkat sekitar 4% YoY dari 2024 sebesar Rp135 triliun menjadi Rp141 triliun hingga akhir 2025.
Dari sisi intermediasi, total kredit Bank Mega pada 2025 tumbuh 4% YoY menjadi Rp67,23 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp64,64 triliun. Perinciannya, korporasi 69%, joint financing 17%, credit card 10%, serta retail dan komersial 4%.
Adapun kualitas kredit perseroan juga tetap terjaga. Hal ini tecermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang membaik menjadi 1,65%.
Di sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Mega tumbuh 14% YoY menjadi Rp104,13 triliun. Komposisi DPK masih didominasi oleh deposito yang tercatat sebesar Rp75,99 triliun.
Kendati begitu, saldo dana murah (Current Account Savings Account/CASA) perseroan meningkat sebesar 2% dibandingkan periode sebelumnya menjadi sebesar Rp28,14 triliun.
Fundamental keuangan Bank Mega juga tetap kuat. Hal ini tecermin dari rasio permodalan (CAR) yang berada di level 30,49% serta kebijakan bank untuk Loan to Deposit Ratio (LDR) pada level kisaran 70%.
Rasio keuangan lainnya juga menunjukkan kinerja yang solid, antara lain Return on Assets (ROA) sebesar 3,10%, Return on Equity (ROE) sebesar 15,54%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 4,18%, serta rasio efisiensi BOPO sebesar 69,12%.
Ke depan, Kostaman menyebut bahwa perseroan telah menetapkan target kinerja untuk tahun buku 2026 dengan optimisme yang terukur. “Perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp3,7 triliun, total kredit mencapai Rp74 triliun, Dana Pihak Ketiga sebesar Rp111 triliun, serta total aset ditargetkan tumbuh menjadi Rp149 triliun,” pungkasnya.
#bank-mega #laba-bersih #tahun-2025 #kenaikan-laba #fee-based-income #total-aset #kredit-bank-mega #non-performing-loan #dana-pihak-ketiga #deposito-bank-mega #saldo-dana-murah #rasio-permodalan #loan