Bulog Banyumas lampaui target penyerapan gabah periode Januari-Maret
Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Jawa Tengah, mencatat realisasi pengadaan gabah dan beras hingga akhir Maret telah melampaui target yang ditetapkan untuk ...
(Antara) 02/04/26 13:50 180003
sampai dengan 31 Maret 2026 telah terserap sebanyak 17.878 ton setara beras atau 105 persen dari target bulan Januari sampai Maret
Purwokerto (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Jawa Tengah, mencatat realisasi pengadaan gabah dan beras hingga akhir Maret telah melampaui target yang ditetapkan untuk periode Januari-Maret 2026.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis, mengatakan serapan gabah dan beras hingga 31 Maret 2026 mencapai 17.878 ton setara beras atau 105 persen dari target Januari-Maret sebesar 16.901 ton.
"Alhamdulillah sampai dengan 31 Maret 2026 telah terserap sebanyak 17.878 ton setara beras atau 105 persen dari target bulan Januari sampai Maret," katanya menegaskan.
Ia mengatakan capaian tersebut terdiri atas gabah sebanyak 33.526.290 kilogram dan beras 847.000 kilogram yang diserap dari petani di wilayah kerja Bulog Banyumas.
Menurut dia, capaian itu tidak lepas dari upaya percepatan pengadaan melalui program Serap Gabah Petani (Sergap) dengan turun langsung ke lapangan untuk menyerap hasil panen petani.
Dalam hal ini, kata dia, program tersebut turut melibatkan TNI, khususnya Babinsa, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang mendampingi petani guna memastikan kualitas gabah yang diserap sesuai standar.
"Pendampingan ini penting untuk memastikan gabah yang diserap memiliki umur panen yang cukup sehingga menghasilkan beras berkualitas dengan rendemen yang baik sebagai cadangan pangan pemerintah," katanya.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, Bulog menyerap gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram dan beras medium Rp12.000 per kilogram sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia mengatakan rata-rata penyerapan harian saat ini berkisar antara 1.000 hingga 1.500 ton, bahkan pada 1 April 2026 tercatat rekor penyerapan harian tertinggi mencapai lebih dari 2.000 ton GKP.
Kendati demikian, dia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, di antaranya faktor cuaca yang mempengaruhi waktu panen serta hasil produksi petani.
"Selain itu, masih ada petani yang menunda penjualan karena menunggu kondisi gabah tidak basah, serta dinamika harga di awal panen yang sempat berada di atas harga pembelian pemerintah," katanya.
Meskipun demikian, dia mengatakan Bulog tetap berupaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan cadangan pangan pemerintah tetap aman.
Ke depan, kata dia, Bulog Kantor Cabang Banyumas bersama TNI, PPL Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah terus mengoptimalkan penyerapan guna mencapai target tahun 2026 sebesar 78.372 ton setara beras.
Ia mengatakan wilayah kerja Bulog Banyumas meliputi empat kabupaten, yakni Cilacap, Banyumas, Banjarnegara dan Purbalingga, yang menjadi fokus penguatan serapan gabah dan beras.
"Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis target penyerapan tahun ini dapat tercapai sekaligus mendukung upaya pemerintah mempertahankan swasembada pangan," kata Prawoko.
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
#bulog-banyumas #serap-gabah #hasil-panen-petani #cadangan-pangan-pemerintah