8 Negara yang Diizinkan Melintasi Selat Hormuz, Indonesia Tidak Termasuk? Ini Faktanya

8 Negara yang Diizinkan Melintasi Selat Hormuz, Indonesia Tidak Termasuk? Ini Faktanya

Selat Hormuz dibuka Iran untuk negara "sahabat" seperti Rusia dan China. Indonesia harus bernegosiasi untuk izin melintas, meski tidak dianggap musuh.

(Bisnis.Com) 06/04/26 19:51 183173

Bisnis.com, JAKARTA - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, memicu kekhawatiran global terhadap distribusi energi. Jalur sempit yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia ini tetap dibuka oleh Iran, namun dengan syarat ketat, terutama bagi kapal-kapal yang ingin melintas di tengah situasi konflik.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup sepenuhnya. Akses tetap diberikan, tetapi hanya untuk negara-negara yang dianggap “tidak bermusuhan” dan mematuhi protokol lalu lintas yang diberlakukan selama masa perang. Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menekankan bahwa faktor keamanan menjadi prioritas utama.

Negara-Negara yang Diizinkan Melintas

Sejumlah negara telah mendapatkan izin untuk melintasi Selat Hormuz. Mereka umumnya memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Iran atau dinilai tidak terlibat dalam konflik yang merugikan Teheran.

1. Rusia, China, India, Pakistan, dan Irak

Negara-negara ini secara terbuka disebut sebagai “negara sahabat” oleh pemerintah Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa kapal dari negara-negara tersebut diizinkan melintas karena tidak bekerja sama dengan pihak yang dianggap sebagai musuh Iran.

2. Malaysia

Kapal tanker dari Malaysia juga mendapatkan izin melintas. Perdana Menteri Anwar Ibrahim bahkan secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran atas izin tersebut.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan diplomatik serta posisi Malaysia yang dinilai tidak berpihak dalam konflik.

3. Thailand

Thailand memperoleh izin setelah melakukan koordinasi bilateral dengan Iran. Salah satu kapal tanker miliknya bahkan telah berhasil melewati Selat Hormuz dengan aman. Ini menunjukkan bahwa komunikasi langsung antar pemerintah menjadi faktor penting.

4. Bangladesh

Kapal tanker menuju Bangladesh juga dilaporkan dapat melintas tanpa hambatan berarti. Negara ini dianggap tidak memiliki posisi yang merugikan Iran, sehingga tidak dikenakan pembatasan khusus.

Apa Alasan Mereka Diizinkan?

Dari berbagai pernyataan resmi, terdapat beberapa alasan utama mengapa negara-negara tersebut diperbolehkan melintas:

  • Tidak bersekutu dengan musuh Iran, khususnya Amerika Serikat dan Israel
  • Mematuhi protokol keamanan dan lalu lintas yang diterapkan Iran selama konflik
  • Menjalin hubungan diplomatik yang baik dengan Teheran
  • Melakukan komunikasi dan koordinasi bilateral secara aktif

Iran juga menegaskan bahwa jika keamanan mereka terganggu, maka jalur tersebut tidak akan aman bagi semua pihak. Oleh karena itu, kontrol terhadap siapa yang boleh melintas menjadi sangat ketat.

Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang secara eksplisit disebut mendapatkan izin bebas melintas. Namun, bukan berarti Indonesia dilarang sepenuhnya.

Faktanya, terdapat dua kapal tanker milik Pertamina yang sempat tertahan di kawasan tersebut akibat meningkatnya ketegangan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Teheran telah melakukan diplomasi intensif.

Hasilnya, Iran memberikan respons positif atas permintaan Indonesia agar kapal tersebut dapat melintas dengan aman. Meski demikian, prosesnya tidak otomatis dan memerlukan negosiasi serta pemenuhan aspek teknis.

Mengapa Indonesia Tidak Termasuk?

Ada beberapa faktor yang membuat Indonesia belum masuk dalam daftar “negara prioritas” yang disebut Iran:

  • Tidak secara eksplisit dikategorikan sebagai negara sahabat utama dalam konteks geopolitik Iran
  • Harus melalui jalur diplomasi terlebih dahulu, tidak seperti negara yang sudah memiliki kesepakatan lebih kuat
  • Situasi yang dinamis, sehingga izin diberikan secara kasus per kasus, bukan otomatis

Meski begitu, posisi Indonesia juga tidak dianggap sebagai pihak yang bermusuhan, terbukti dari adanya izin yang sedang diupayakan dan respons positif dari Iran.

Akses melintasi Selat Hormuz saat ini sangat ditentukan oleh faktor politik, keamanan, dan hubungan diplomatik. Negara-negara yang diizinkan umumnya memiliki kedekatan dengan Iran atau setidaknya tidak terlibat dalam konflik yang merugikan negara tersebut.

Indonesia sendiri berada di posisi “netral namun tidak otomatis prioritas”. Artinya, akses tetap memungkinkan, tetapi harus melalui proses diplomasi dan koordinasi yang lebih intens.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, dinamika ini menunjukkan bahwa jalur energi dunia tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh peta politik internasional yang terus berubah.

#selat-hormuz #negara-diizinkan-melintas #iran-selat-hormuz #kapal-tanker-selat-hormuz #negara-sahabat-iran #izin-melintas-selat-hormuz #indonesia-selat-hormuz #diplomasi-selat-hormuz #konflik-selat-ho

https://kabar24.bisnis.com/read/20260406/243/1964538/8-negara-yang-diizinkan-melintasi-selat-hormuz-indonesia-tidak-termasuk-ini-faktanya