Bencana Penyerahan Kognitif, Saat Aktivitas Berpikir Diberikan ke AI Seluruhnya

Bencana Penyerahan Kognitif, Saat Aktivitas Berpikir Diberikan ke AI Seluruhnya

Penyerahan kognitif terjadi saat manusia terlalu bergantung pada AI untuk berpikir, mengurangi kemampuan berpikir mandiri dan kritis. Fenomena ini memudahkan namun berisiko.

(Bisnis.Com) 07/04/26 08:36 183447

Bisnis.com, JAKARTA — Istilah penyerahan kognitif mulai ramai dibahas untuk menggambarkan kebiasaan baru manusia yang terlalu bergantung pada kecerdasan buatan (AI) dalam berpikir. Istilah ini diperkenalkan oleh peneliti dari Wharton Business School yaitu Steven Shaw dan Gideon Nave.

Secara sederhana, penyerahan kognitif berarti kondisi ketika seseorang mulai menyerahkan proses berpikirnya kepada teknologi seperti chatbot AI, dari pada menggunakan logika sendiri.

Dalam penelitian tersebut, sebanyak 1.372 orang diminta mengerjakan tes logika sambil diberi akses ke chatbot AI. Tes ini merupakan versi dari Tes Refleksi Kognitif, yang menguji kemampuan berpikir secara pelan, logis, dan analitis.

Salah satu contoh soalnya adalah jika 5 mesin membuat 5 barang dalam 5 menit, berapa lama 100 mesin membuat 100 barang? Jawaban yang benar adalah 5 menit. Namun, banyak orang cenderung menjawab cepat tanpa berpikir dalam, sehingga salah.

Hasil penelitian menunjukkan hal yang cukup mengkhawatirkan yaitu saat AI memberi jawaban benar, peserta mengikuti hingga 93% dan saat AI salah, peserta tetap mengikuti hingga 80% Selain itu pengguna AI bahkan merasa lebih percaya diri, meskipun jawabannya keliru. Temuan ini menunjukkan banyak orang cenderung percaya pada AI tanpa mengecek kembali kebenarannya.

Penelitian ini juga mengembangkan gagasan baru dari teori berpikir dalam buku Thinking, Fast and Slow karya Daniel Kahneman. Sebelumnya, manusia dikenal memiliki dua cara berpikir yaitu cepat dan intuitif lalu ada lambat dan analitis

Dilansir dari Gizmodo Selasa (7/4/2026), kini dengan hadirnya AI muncul konsep baru yang disebut Sistem 3, yaitu ketika manusia mengandalkan bantuan AI untuk mengambil keputusan.

Sistem ini memang memudahkan hidup karena menghemat waktu berpikir, mempercepat pengambilan keputusan dan memberikan akses informasi yang luas. Namun di sisi lain, hal ini juga berisiko membuat manusia menjadi kurang kritis.

Tidak Selalu Buruk, Tapi Tetap Harus Diwaspadai

Para peneliti menilai penyerahan kognitif tidak sepenuhnya negatif. AI bisa membantu manusia bekerja lebih efisien. Namun, jika digunakan tanpa kontrol, kebiasaan ini bisa membuat kemampuan berpikir mandiri menjadi melemah.

Istilah ini sebenarnya pernah digunakan sebelumnya oleh Peter Berger dalam konteks berbeda, tetapi kini maknanya berkembang seiring kemajuan teknologi. Fenomena ini mirip seperti seseorang yang selalu meminta jawaban dari orang lain tanpa mencoba berpikir sendiri. Bedanya, sekarang orang lain itu adalah AI.

Jika kebiasaan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin manusia akan semakin bergantung pada AI dalam mengambil keputusan sehari-hari. (Nur Amalina)

#penyerahan-kognitif #kecerdasan-buatan #ai-berpikir #teknologi-ai #chatbot-ai #tes-refleksi-kognitif #berpikir-analitis #sistem-3-ai #keputusan-ai #risiko-ai #berpikir-mandiri #ai-dan-manusia #kebiasa

https://teknologi.bisnis.com/read/20260407/84/1964680/bencana-penyerahan-kognitif-saat-aktivitas-berpikir-diberikan-ke-ai-seluruhnya