Plastik Mahal, Harga Air Minum Dalam Kemasan Naik

Plastik Mahal, Harga Air Minum Dalam Kemasan Naik

Harga plastik yang melonjak drastis akibat kelangkaan pasokan dari Asia Barat mendorong kenaikan harga AMDK hingga Rp3.000/dus dan mengancam UMKM bangkrut.

(Kompas.com) 08/04/26 06:09 184557

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahalnya harga plastik membuat pelaku industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menaikkan harga produknya sejak pekan lalu.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Firman Sukirman, mengatakan produsen AMDK tidak memiliki pilihan lain karena harga plastik melonjak begitu tinggi.

Plastik saat ini sedang menjadi barang langka dan mahal karena pasokan bahan baku dari Asia Barat terhenti imbas perang yang menutup Selat Hormuz.

“Bukan minggu ini, minggu kemarin juga sudah ada yang naik,” kata Firman saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Firman menuturkan, kenaikan harga plastik tidak lagi berada di bawah 10 persen.

Beberapa jenis plastik bahkan melonjak sampai 70 persen dari harga normal.

Kenaikan itu tidak lagi bisa ditanggung dan disiasati produsen AMDK dengan efisiensi di internal perusahaan.

Mereka akhirnya harus menyesuaikan harga jual AMDK karena meningkatnya komponen biaya produksi.

“(AMDK) di retail juga naik. Di retail naik,” ujar Firman.

Menurutnya, kenaikan harga AMDK itu berkisar Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per dus.

Meski demikian, ia tidak menampik produsen akan menaikkan harga AMDK jika dalam waktu kedepan masalah plastik tidak terselesaikan.

“Ada yang naikin Rp 2.000, ada yang naikin Rp 3.000 per karton berarti per dus itu,” tutur Firman.

Pengusaha itu menekankan, industri AMDK tidak hanya tertekan oleh kenaikan harga plastik.

Mereka juga dihadapkan pada kelangkaan bahan baku plastik.

Padahal, sebagian besar produk AMDK dikemas menggunakan plastik.

Akibat kelangkaan itu, kata Firman, produsen AMDK yang masih berbentuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terancam bangkrut.

“Kalau ini terus berlanjut tidak ada langkah yang lebih nyata, maka bisa jadi dua bulan ke depan itu ada beberapa industri AMDK yang UMKM itu tidak bisa produksi karena tidak ada bahan baku,” kata dia.

Diketahui, plastik mahal dan langka karena pasokan 70 persen bahan bakunya, nafta yang dikirim dari negara-negara Teluk terhenti imbas perang.

Konflik di Asia Barat itu menutup Selat Hormuz, membuat distribusi minyak dan produk petrokimia terganggu. Adapun nafta merupakan produk olahan dari bahan bakar fosil.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan, menyebut harga plastik naik hingga 50 persen dari hari-hari sebelum perang.

“Jauh sebelum memasuki Ramadhan itu masih 10.000. Kemudian bertahap tuh selama sepekan, sepekan, sepekan naik Rp 500, naik Rp 700, naik macam-macam tuh sampai hari ini puncaknya itu naiknya di kita proyeksikan di 50 persen,” kata Reynaldi saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/4/2026).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#amdk #harga-plastik-naik #kelangkaan-bahan-baku #selat-hormuz

https://money.kompas.com/read/2026/04/08/060900126/plastik-mahal-harga-air-minum-dalam-kemasan-naik