Ini Penyebab Nilai Tukar Rupiah Hari Ini (8/4) Menguat jadi Rp17.012
Rupiah menguat ke Rp17.012 per dolar AS pada 8 April 2026, didorong oleh melemahnya indeks dolar dan meredanya ketegangan geopolitik global.
(Bisnis.Com) 08/04/26 16:38 185344
Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat ke level Rp17.012 pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (8/4/2026), di tengah pelemahan indeks dolar dan sentimen meredanya ketegangan geopolitik global.
Data analisis Doo Financial Futures menyebut nilai tukar rupiah ditutup menguat 93 poin atau 0,54% menuju level Rp17.012 pada saat indeks dolar AS melemah 1,02% ke level 98,83.
Penguatan mata uang Garuda terhadap dolar AS terjadi pada saat mata uang Asia lainnya juga terapresiasi. Mata uang yen Jepang terhadap dolar AS menguat 0,83%, dolar Singapura naik sebesar 0,62%, dolar Hong Kong menguat 0,06%, won Korea ikut menguat sebesar 1,44%.
Peso Filipina terhadap dolar AS juga menguat 1,45%, ringgit Malaysia menguat sebesar 1,27%, baht Thailand juga menguat 1,50%.
Rupee India menguat 0,40%, yuan China menguat 0,52%.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah terhadap dolar AS seiring membaiknya sentimen global yang didorong oleh kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Kesepakatan berdurasi dua pekan tersebut memicu sikap risk on di pasar keuangan global dan mendorong aliran dana ke aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.
Penguatan rupiah terjadi di tengah meredanya kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Namun, apresiasi mata uang Garuda diperkirakan tidak akan berlangsung signifikan.
Ruang penguatan rupiah masih terbatas oleh faktor domestik, salah satunya penurunan cadangan devisa (cadev) Indonesia yang telah terjadi selama empat bulan berturut-turut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap ketahanan eksternal di tengah tekanan global yang masih tinggi.
Selain itu, meskipun harga minyak dunia mengalami koreksi tajam dalam perdagangan terakhir, levelnya masih tergolong tinggi. Hal ini menjaga kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit anggaran Indonesia, terutama dari sisi subsidi energi.
“Sentimen risk on global diperkirakan masih berlanjut dalam jangka pendek dan akan menopang rupiah, namun penguatannya cenderung terbatas,” ujarnya.
Untuk perdagangan besok Kamis (9/4/2026), rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS. Pelaku pasar juga cenderung bersikap hati-hati mengingat belum adanya rilis data ekonomi penting, baik dari dalam negeri maupun global.
Fokus investor saat ini tertuju pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Meski terdapat kesepakatan gencatan senjata, konflik antara Iran dan Israel dilaporkan masih berlangsung, sehingga berpotensi kembali memicu volatilitas di pasar keuangan global.
#nilai-tukar-rupiah #nilai-tukar-rupiah-hari-ini #rupiah-menguat #rupiah-menguat-jadi-rp17-012 #dolar-as #kurs-dolar-as #indeks-dolar #mata-uang-asia #sentimen-global #gencatan-senjata #pasar-keuangan