Infrastruktur Vital AS jadi Sasaran Peretas Iran, Kerugian Finansial Mengintai
Peretas Iran, didukung pemerintah, menargetkan infrastruktur vital AS seperti energi dan air, menyebabkan gangguan operasional dan kerugian finansial.
(Bisnis.Com) 08/04/26 22:52 185742
Bisnis.com, JAKARTA — Badan-badan pemerintah Amerika Serikat memperingatkan peretas yang didukung Iran sedang menargetkan sistem penting di AS, termasuk fasilitas energi, utilitas air, dan pemerintah daerah.
Serangan ini ditujukan untuk menimbulkan gangguan operasional dan kerugian finansial yang signifikan.
Dalam peringatan bersama yang dikeluarkan pada Selasa, FBI, Badan Keamanan Nasional (NSA), Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA), serta Departemen Energi AS menyebutkan para peretas telah mengeksploitasi sistem yang terhubung ke internet, memanfaatkan celah keamanan untuk mengakses perangkat penting. Meski demikian, mereka tidak menyebutkan secara spesifik target yang diserang.
Dilansir dari TechCrunch Rabu (8/4/2026), para peretas menargetkan perangkat pengontrol industri, seperti Programmable Logic Controller (PLC) dan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), yang digunakan untuk mengelola peralatan penting di berbagai sektor.
Perangkat ini mengontrol operasional fasilitas seperti pembangkit listrik, sistem distribusi air, dan jaringan transportasi.
Para peretas mampu memanipulasi data yang ditampilkan di perangkat ini serta mengubah konfigurasi sistem, sehingga menimbulkan gangguan operasional sekaligus potensi kerugian finansial bagi perusahaan dan pemerintah daerah.
Badan-badan pemerintah AS menilai serangan ini sebagai peningkatan signifikan dalam taktik peretas Iran. Mereka menekankan aksi ini kemungkinan merupakan reaksi terhadap konflik AS-Iran yang pecah pada 28 Februari, menyusul serangan udara yang menewaskan pemimpin Iran.
Peringatan ini muncul hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Iran melalui media sosial, memperingatkan konsekuensi serius jika Iran tidak membuka Selat Hormuz, jalur perdagangan global yang strategis. Trump menulis, “Seluruh peradaban akan mati malam ini.”
Kelompok peretas Iran bernama Handala telah dikaitkan dengan sejumlah serangan siber besar, termasuk pada perusahaan teknologi medis Stryker, yang menyebabkan ribuan perangkat karyawan kehilangan data dari jarak jauh.
FBI juga menuduh Handala membocorkan sebagian akun email pribadi direktur FBI, Kash Patel.
Selain serangan siber, Iran juga menargetkan beberapa pusat data milik dan dioperasikan AS dengan rudal dan serangan udara, menimbulkan gangguan layanan komputasi awan dan ketidakstabilan operasional di beberapa wilayah. (Nur Amalina)
#peretas-iran #infrastruktur-vital-as #kerugian-finansial #serangan-siber #fasilitas-energi #utilitas-air #pemerintah-daerah #celah-keamanan #perangkat-pengontrol-industri #programmable-logic-controlle