Walkot Eri Cahyadi Klaim Transaksi Ekspor IKM Surabaya Tembus US$2,7 Juta

Walkot Eri Cahyadi Klaim Transaksi Ekspor IKM Surabaya Tembus US$2,7 Juta

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengumumkan ekspor IKM Surabaya mencapai US$2,7 juta, melibatkan 36 usaha ke 6 negara, didukung kolaborasi dengan Kadin.

(Bisnis.Com) 09/04/26 10:31 186069

Bisnis.com, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengeklaim kinerja produk ekspor dari Industri Kecil Menengah (IKM) dan pelaku UMKM lokal dengan nilai transaksi mencapai US$2,73 juta atau senilai Rp46,4 miliar. Sekitar 36 usaha telah memenuhi standar untuk dapat menembus pasar ekspor.

Eri telah melepas hasil produksi IKM Kota Pahlawan ke enam negara berbeda di belahan dunia, di antaranya Pakistan, Brunei Darussalam, Amerika Serikat, Singapura, Hong Kong, dan Oman di Grand City Surabaya, Rabu (8/4/2026).

"Total yang terkirim untuk ekspor hari ini mencapai US$2,7 juta. Ini angka yang sangat besar dan jauh melebihi apa yang kita targetkan," ungkap Eri dalam gelaran Surabaya Industrial & Labour Festival 2026.

Sementara itu, bermacam-macam komoditas yang diekspor meliputi furnitur, dekorasi rumah, fesyen, alas kaki (sandal/sepatu), hingga produk olahan makanan seperti rendang.

Eri mengungkapkan terdapat sekitar 36 IKM yang dinyatakan telah mampu memenuhi standar kualitas produk internasional. Menurutnya, menjadi tugas pemerintah mendorong agar pengusaha dapat berkembang.

"Pemerintah kota tidak selalu harus di depan, tapi kita mendorong agar perusahaan dan UMKM terus berkembang. Hari ini terbukti, Surabaya bukan hanya kota jasa, tapi juga kota industri yang mampu menggerakkan ekonomi dan mengurangi pengangguran," tegasnya.

Lebih lanjut, Eri menjelaskan Pemkot Surabaya bakal memperkuat kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Hal tersebut dilakukan untuk membuka peluang bagi pengusaha muda serta menghapus stigma bahwa ekspor itu sulit atau berisiko tinggi.

"Nanti ada pendampingan dari Kadin. Mereka yang sudah berhasil ekspor akan menjadi mentor bagi UMKM yang lain. Kita ingin anak muda Surabaya tidak ragu lagi untuk mendunia," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan awalnya terdapat sekitar 80 pelaku IKM yang ingin menerima pendampingan intensif serta pelatihan khusus agar produknya mampu menembus pasar ekspor.

"Kami memberikan coaching clinic kepada 80 pelaku usaha tersebut. Setelah dikurasi secara mendalam, kami menemukan 36 perusahaan (PT/IKM) yang dinyatakan benar-benar siap untuk ekspor dan dipertemukan langsung dengan para pembeli (buyer)," beber Hebi.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari kehadiran enam buyer besar yang tertarik dengan produk lokal garapan UMKM Surabaya. Para buyer tersebut diketahui hadir secara daring maupun luring.

“Selain yang hadir offline, ada tiga negara yang terhubung melalui Zoom, yaitu dari Singapura, Oman, dan Hongkong. Hasilnya luar biasa, seluruh buyer baik yang hadir langsung maupun daring melakukan pembelian. Total transaksi yang tertuang dalam Letter of Intent mencapai US$2,7 juta," jelas Hebi.

Di sisi lain, Stefanus Sugeng Irawan selaku CEO Performa Optima Group menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan platform kolaboratif yang mempertemukan inovasi, peluang, dan solusi nyata bagi perkembangan industri dan ketenagakerjaan.

“Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendorong transformasi industri yang adaptif dan inklusif. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang baru bagi tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif,” pungkasnya.

#surabaya-ekspor #ikm-surabaya #umkm-ekspor #produk-ekspor #transaksi-ekspor #pasar-internasional #surabaya-industri #surabaya-ekonomi #ekspor-furnitur #ekspor-fashion #ekspor-makanan #surabaya-kadin #n-a

https://surabaya.bisnis.com/read/20260409/532/1965308/walkot-eri-cahyadi-klaim-transaksi-ekspor-ikm-surabaya-tembus-us27-juta