Harga Bahan Baku Penutup Serat Optik Naik 17%, Ekspansi FO Melambat

Harga Bahan Baku Penutup Serat Optik Naik 17%, Ekspansi FO Melambat

Harga bahan baku penutup serat optik naik 17% akibat konflik Timur Tengah, memperlambat ekspansi jaringan fiber optik di Indonesia. Dukungan pemerintah diperlukan.

(Bisnis.Com) 09/04/26 17:11 186643

Bisnis.com, JAKARTA— Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) mengungkap konflik di Timur Tengah berdampak pada harga bahan baku penutup fiber optik hingga 15–17%. Penggelaran infrastruktur berisiko melambat.

Ketua APJATEL, Jerry Mangasas Swandy, mengatakan salah satu komponen yang mengalami kenaikan adalah HDPE, yakni material pelindung kabel fiber optik. Dalam dunia infrastruktur telekomunikasi, HDPE (High-Density Polyethylene) merupakan pipa yang biasanya berwarna oranye mencolok atau hitam dengan garis warna. Kabel ini kerap terlihat di pinggir jalan.

“Kami mendiskusikan hampir naik 15-17%. Salah satunya HDPE. HDPE itu penutup dari fiberoptik,” kata Jerry di sela acara FGD Nasional APJATEL 2026 di Jakarta pada Kamis (9/4/2026).

Dia menambahkan, secara teknis kondisi ini akan berdampak langsung pada pembangunan jaringan fiber optik di Indonesia. Saat ini, panjang jaringan fiber optik nasional baru mencapai sekitar 1 juta kilometer, berdasarkan data pemerintah dan laporan operator.

Dengan cakupan wilayah Indonesia yang luas—mencakup lebih dari 500 kabupaten/kota di 38 provinsi—penggelaran jaringan dinilai masih menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi biaya investasi yang tinggi.

Jerry menegaskan, kondisi tersebut membuat target pembangunan jaringan menjadi tidak lagi realistis seperti dalam kondisi normal. Dia mencontohkan, target pembangunan yang semula bisa mencapai 50 kilometer per tahun berpotensi turun drastis.

“Misalnya tadi target satu tahun, satu perusahaan dia mau deliver let’s say 50 km. Itu mungkin hanya 10 km,” ujarnya.

Meski demikian, industri tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur sesuai dengan regulasi yang berlaku. Namun, menurutnya, diperlukan penyesuaian kebijakan dan dukungan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan investasi.

“Kami berharap ini bisa ditangani bersama-sama. Kalau engga terkendali, katakan menuju blackout ekonomi, mau engga mau,” tegas Jerry.

Di sisi lain, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk memastikan pembangunan jaringan tetap berjalan.

Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Mulyadi, menyatakan bahwa dinamika harga merupakan ranah bisnis masing-masing penyelenggara. Namun, pemerintah mendorong adanya kesamaan visi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

“Semua pihak yang terlibat dalam penggelaran fiberoptik ini bisa dalam posisi yang sama, terutama pihak pemerintah untuk mendukung penggelaran fiberoptik ini secara lebih cepat, mudah dan murah,” ujarnya.

Menurutnya, upaya yang bisa didorong adalah memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, terutama dalam menciptakan ekosistem infrastruktur yang lebih terintegrasi dan efisien.

“Jadi yang bisa didorong untuk itu adalah kolaborasi yang mendukung konformalitas infrastruktur, khususnya fiberoptik ini,” kata Mulyadi.

#harga-bahan-baku #penutup-serat-optik #ekspansi-fiber-optik #harga-hdpe #infrastruktur-telekomunikasi #jaringan-fiber-optik #pembangunan-jaringan #investasi-infrastruktur #kolaborasi-lintas-pihak #duk

https://teknologi.bisnis.com/read/20260409/101/1965411/harga-bahan-baku-penutup-serat-optik-naik-17-ekspansi-fo-melambat