Fakta Pahit VinFast: Raja Kandang di Vietnam, Keok di Amerika, Terselamatkan Taksi di Indonesia

Fakta Pahit VinFast: Raja Kandang di Vietnam, Keok di Amerika, Terselamatkan Taksi di Indonesia

Sepintas, VinFast tampak seperti keajaiban industri otomotif Asia Tenggara yang sedang menaklukkan dunia. Punya ambisi besar, modal besar, dan juga teknologi canggih.... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 13/04/26 11:04 189387

JAKARTA - Sepintas, VinFast tampak seperti keajaiban industri otomotif Asia Tenggara yang sedang menaklukkan dunia. Punya ambisi besar, modal besar, dan juga teknologi canggih.

Namun, realitasnya berbanding terbalik: VinFast adalah purwarupa sempurna dari jenama "raja kandang" yang masih tertatih-tatih mencari pengakuan dari konsumen individu di pasar internasional.

Melihat laporan penjualan global mereka sepanjang tahun 2025, perusahaan asal Vietnam ini memang mencatatkan pengiriman sebanyak 196.919 unit kendaraan listrik (EV), angka yang melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan total tahun 2024.

Puncak lonjakan terjadi pada kuartal keempat 2025 dengan pengiriman 86.557 unit di seluruh dunia, disusul rekor bulanan pada Desember 2025 yang menyentuh angka 27.649 unit di Vietnam.

Dengan modal ini, VinFast berani mematok target ambisius sebanyak 300.000 pengiriman EV global untuk tahun 2026.

Prestasi domestik mereka di awal tahun 2026 juga tampak meyakinkan. Pada 10 April 2026, VinFast mengumumkan pengiriman 27.609 unit EV di pasar Vietnam sepanjang bulan Maret 2026.

Angka ini mewakili peningkatan 127 persen secara tahunan (year-on-year) dibanding Maret 2025.

Puncaknya terjadi pada 28 Maret 2026, di mana mereka berhasil memproses dan memenuhi 3.520 pesanan dalam satu hari, rekor penjualan harian tertinggi bagi merek otomotif di Vietnam.

Di pasar domestiknya, model Limo Green merajai penjualan bulan Maret dengan 6.795 unit (naik 276 persen dari bulan sebelumnya). Varian penunjang keluarga dan niaga, VF MPV 7, juga mencatat pertumbuhan 116 persen menjadi 2.521 unit.

Sementara itu, lebih dari 4.700 unit model VF 3 berhasil dikirim ke tangan pelanggan pada bulan yang sama.

Kesuksesan ini mempertegas dominasi VinFast di Vietnam, di mana pada 2025 negara itu menyumbang 175.099 unit dari total penjualan global, mempertahankan pangsa pasar nomor satu selama 15 bulan berturut-turut. Model VF 3 memimpin dengan 44.585 unit, disusul VF 5 sebanyak 43.913 unit, dan Limo Green MPV dengan 27.127 unit.

Tersungkur di Amerika, Melarikan Diri ke Segmen Mewah

Fakta Pahit VinFast: Raja Kandang di Vietnam, Keok di Amerika, Terselamatkan Taksi di Indonesia

Namun, dominasi mutlak di Vietnam berbanding lurus dengan kegagalan mereka menembus pasar Amerika Serikat yang sangat kompetitif. Konsumen Amerika tampak tidak tertarik dengan penawaran EV murah dari VinFast yang kualitas dan citranya masih kalah bersaing, terutama jika disandingkan dengan ekspansi mobil listrik asal China di pasar global.

Penjualan mereka di sana anjlok 57 persen secara tahunan pada 2025, dengan total penjualan kurang dari 1.500 unit selama periode Januari hingga September. Rencana membangun jaringan distribusi pun kolaps.

Dari target 125 dealer yang direncanakan beroperasi sebelum akhir 2024, hanya 22 titik yang berhasil dibuka. Terganjal situasi pasar dan masalah tarif, VinFast akhirnya menarik tuas mundur dan menghentikan ekspansi jaringan dealer mereka.

Lelah gagal di pasar kendaraan komuter AS, VinFast kini mengubah strategi secara radikal dengan meluncurkan sub-merek ultra-mewah bernama "Lac Hong" yang secara berani diposisikan untuk bersaing dengan merek sekelas Rolls-Royce.

Rencananya, mereka akan meluncurkan SUV 800S dan sedan 900S. Spesifikasinya mencakup tiga motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan 625 PS (616 tenaga kuda atau 460 kW) dengan suspensi adaptif yang lembut.

Interiornya dijanjikan berbalut kulit halus dengan dekorasi emas alami, mengganti tombol fisik dengan layar digital, serta opsi partisi baris kursi untuk varian sedan. Kendaraan ini dijadwalkan meluncur di Vietnam pada 2027, namun kehadirannya di pasar luar negeri masih menjadi tanda tanya besar.

Pasar Indonesia: Mengandalkan Armada Taksi Sendiri

Fakta Pahit VinFast: Raja Kandang di Vietnam, Keok di Amerika, Terselamatkan Taksi di Indonesia

Di tengah gempuran pabrikan China dan Jepang, VinFast tiba-tiba muncul di daftar 10 besar merek mobil terlaris di Indonesia sepanjang 2025.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat total pengiriman dari pabrik ke dealer (wholesales) VinFast mencapai 10.886 unit, sedangkan penjualan dari dealer ke konsumen (retail) menyentuh 10.630 unit. Secara total, kawasan Asia Tenggara didorong oleh pengiriman 11.000 unit di Indonesia dan lebih dari 1.000 unit di India sepanjang tahun lalu.

Angka belasan ribu di Indonesia ini dicapai meski pabrik baru mereka di Subang, Jawa Barat, baru beroperasi pada 15 Desember 2025. Sepanjang 2024 dan mayoritas 2025, VinFast mengandalkan unit impor utuh (CBU) dari Vietnam dengan memanfaatkan insentif pembebasan bea masuk dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dari pemerintah Indonesia.

Untuk menekan harga agar terlihat kompetitif, mereka berfokus pada strategi sewa baterai, meskipun opsi pembelian mobil secara utuh dengan harga lebih tinggi tetap disediakan.

Akan tetapi, membedah angka 10.630 unit tersebut mengungkapkan kelemahan fundamental dari sisi penerimaan konsumen. Pertumbuhan penjualan di Indonesia—dan juga di Vietnam—didominasi oleh serapan operator armada komersial, khususnya taksi daring Green SM (GSM), yang masih berada di bawah payung ekosistem bisnis yang sama.

Artinya, VinFast sangat kesulitan memikat konsumen individu di Tanah Air. Sentimen pasar menunjukkan bahwa pembeli EV pertama di Indonesia jauh lebih percaya pada pabrikan China yang menawarkan inovasi matang, atau pabrikan Jepang yang memiliki jaminan purnajual kuat.

Ironinya, model ringkas seperti VF 3 yang secara spesifikasi dan harga dirancang untuk memikat pembeli EV individu kelas menengah, justru ikut lesu di luar lingkungan armada komersial.
(dan)

#vinfast #vinfast-vietnam #vinfast-vf7

https://otomotif.sindonews.com/read/1695749/120/fakta-pahit-vinfast-raja-kandang-di-vietnam-keok-di-amerika-terselamatkan-taksi-di-indonesia-1776053099