IPM Kaltim Tembus 79,39 pada 2026, Angka Partisipasi Sekolah Juara Nasional
Kaltim capai IPM 79,39 pada 2026, ungguli nasional. Pendidikan juara dengan APK 95,59. Fokus pada penurunan stunting dan pemberdayaan keluarga.
(Bisnis.Com) 13/04/26 12:50 189492
Bisnis.com, BALIKPAPAN — Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan pencapaian signifikan dalam pembangunan manusia dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 79,39, melampaui rata-rata nasional pada tahun 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim Anik Nurul Aini menyatakan harapan lama sekolah tercatat 14,04 tahun, sementara rata-rata lama sekolah mencapai 10,10 tahun. Usia harapan hidup penduduk menyentuh angka 75,28 tahun.
Namun, tantangan stunting masih memerlukan perhatian serius dengan prevalensi 15,94%. Percepatan penurunan stunting dilakukan melalui intervensi lintas sektor yang terintegrasi dan berkelanjutan di seluruh kabupaten/kota.
Kemudian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 5,18%, sedangkan Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) mencapai 61,41.
Prestasi paling mencolok terletak pada sektor pendidikan. Angka Partisipasi Kasar (APK) Kaltim meraih posisi tertinggi nasional dengan perolehan 95,59, mengonfirmasi komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan.
Hasil itu merupakan buah manis dari program strategis yang digulirkan Pemprov Kaltim. Program Bangga Kencana yang berkolaborasi dengan BKKBN menjadi garda terdepan dalam membangun keluarga berkualitas melalui pendekatan siklus hidup, mulai dari remaja, calon pengantin, hingga keluarga dengan balita dan lansia.
Sementara itu, pelayanan keluarga berencana terus diperkuat dengan penyediaan akses alat dan obat kontrasepsi serta peningkatan literasi masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga.
"Tidak kalah penting, penguatan ketahanan keluarga dilakukan melalui Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Implementasinya melalui berbagai program edukasi, pembinaan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga diharapkan mampu menciptakan keluarga yang tangguh, mandiri, dan sejahtera," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (11/4/2026).
Anik menegaskan transformasi pembangunan tidak sekadar mengejar pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi semata.
Kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama yang harus dibangun dari level terkecil keluarga.
"Kualitas tersebut dibentuk dari keluarga yang kuat, sehat, dan sejahtera. Pembangunan keluarga harus menjadi prioritas bersama, karena dari sanalah akan lahir generasi yang mampu bersaing, adaptif, dan berkarakter," pungkasnya.
#ipm-kaltim-2026 #indeks-pembangunan-manusia #kaltim-pendidikan #angka-partisipasi-sekolah #harapan-lama-sekolah #rata-rata-lama-sekolah #usia-harapan-hidup-kaltim #stunting-kaltim #tingkat-penganggura