IPN Gandeng Unhas dan China Kembangkan Bibit Padi Unggul, Siap Produksi 12 Ton per Hektare

IPN Gandeng Unhas dan China Kembangkan Bibit Padi Unggul, Siap Produksi 12 Ton per Hektare

IPN menggandeng Unhas dan mitra China untuk riset bibit padi unggul serta investasi alat dan pengolahan guna mendukung produktivitas hingga 12 ton per hektare.

(Bisnis.Com) 13/04/26 18:26 189970

Bisnis.com, JAKARTA — PT Industri Padi Nusantara (IPN) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Hasanuddin serta mitra asal China dalam pengembangan riset dan pembibitan padi unggul.

Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 8 April 2026 di Beijing, China, bersama Senyuanda Ecological Environmental Group dan Guangdong Institute of Modern Agricultural Equipment.

Direktur Utama IPN, Andi Nursyam Halid, mengatakan kerja sama ini difokuskan pada penyediaan bibit padi unggul dengan target produktivitas minimal 12 ton per hektare per panen.

“Kerja sama ini akan dibiayai oleh PT IPN untuk mendukung penyediaan bibit padi unggul yang menghasilkan padi minimal 12 ton per hektar setiap kali panen, di lahan persawahan seluas 5.000 ha milik PT. Silampari Agro Nusantara (SAN), anak usaha PT. IPN di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Dia menambahkan, pengembangan tersebut juga akan diterapkan di lahan seluas 5.000 hektare di Tulang Bawang, Lampung, serta 10.000 hektare di Merauke, Papua.

Menurutnya, fasilitas riset akan dibangun melalui kolaborasi IPN, entitas di bawah Nusantara Halid, serta Universitas Hasanuddin, dengan dukungan mitra bisnis PT Grand Seleron Investama.

Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Andi Nursyam Halid, Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa, serta perwakilan mitra China, Dr. Jinshi Jia.

Selain itu, IPN juga menandatangani kesepakatan pembiayaan pengadaan peralatan pembibitan dan budidaya padi dengan mitra China, dengan nilai investasi mencapai 35 juta euro. Peralatan tersebut mencakup seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan lahan hingga panen.

“Semua peralatan tersebut akan dikirim ke lokasi pembibitan dan budidaya padi PT. SAN di kabupaten Musi Rawas. Adapun Rice Mill atau penggilingan padi akan segera dibangun di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung yang berkapasitas 100.000 ton per tahun untuk tahap pertama yang selanjutnya akan ditingkatkan hingga 400.000 ton per tahun,” ujar Andi.

Pabrik penggilingan tersebut dirancang menjadi pusat pengolahan gabah bagi petani di wilayah Tulang Bawang dan sekitarnya, yang terintegrasi dalam kawasan industri terpadu seluas 1.400 hektare.

IPN telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang untuk pengembangan kawasan tersebut di dekat lahan budidaya padi.

Sebagai bagian dari penguatan riset, tim IPN dan Universitas Hasanuddin juga melakukan kunjungan ke fasilitas pengembangan bibit serta pabrik peralatan penggilingan padi di Yangzhou, Provinsi Jiangsu, China.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari studi banding untuk mendukung pengembangan laboratorium riset yang akan dibangun di Musi Rawas, Tulang Bawang, dan Merauke.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi padi nasional melalui pemanfaatan teknologi modern serta kolaborasi riset internasional.

#padi-unggul #ipn #universitas-hasanuddin #kerja-sama-china #bibit-padi #produktivitas-padi #12-ton-per-hektare #musi-rawas #tulang-bawang #merauke #riset-padi #pembibitan-padi #teknologi-pertanian #in

https://teknologi.bisnis.com/read/20260413/84/1966255/ipn-gandeng-unhas-dan-china-kembangkan-bibit-padi-unggul-siap-produksi-12-ton-per-hektare