Diserang Trump, Paus Leo Tetap Suarakan Perdamaian atas Konflik Iran
Paus Leo XIV menegaskan sikap damainya terhadap konflik Iran meski dikritik Trump, menolak perang dan menyerukan solusi damai dalam lawatannya ke Afrika.
(Bisnis.Com) 13/04/26 21:40 190185
Bisnis.com, JAKARTA – Pemimpin gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, menegaskan dirinya tidak takut terhadap pemerintahan Donald Trump dan akan tetap lantang menentang perang. Komentar ini digaungkan menyusul serangan tajam presiden Amerika Serikat tersebut atas sikapnya terkait konflik Iran.
Melansir BBC, Senin (13/4/2026), melalui unggahan di Truth Social, Donald Trump mengatakan Paus Leo “LEMAH dalam penanganan kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri.” Ia kemudian kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa ia bukan penggemar berat Paus Leo.
Dalam perjalanan menuju Aljazair, Paus menyatakan kepada awak media bahwa ia tidak ingin terlibat dalam perdebatan dengan Trump, namun akan terus menggaungkan pesan perdamaian.
Ia dikenal sebagai pengkritik keras perang Iran, menyebut ancaman Trump untuk menghancurkan peradaban Iran sebagai “tidak dapat diterima” serta mendesak agar dicari jalan keluar guna mengakhiri konflik.
Kunjungan ke Aljazair merupakan bagian dari lawatan 11 hari ke Afrika, perjalanan luar negeri besar keduanya sejak terpilih tahun lalu.
Secara umum, sangat jarang seorang Paus secara langsung merespons pernyataan pemimpin dunia.
Di Amerika Serikat, terdapat lebih dari 70 juta umat Katolik atau sekitar 20% populasi, termasuk Wakil Presiden JD Vance.
Komentar Trump muncul bertepatan dengan dimulainya lawatan tersebut. Dalam unggahan hari Minggu, ia menulis bahwa Paus “harus memperbaiki diri” dan menyebutnya “lemah terhadap senjata nuklir”, yang tampaknya merujuk pada ambisi nuklir Teheran.
“Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan,” ungkap Trump.
Saat diminta klarifikasi, Trump mengatakan Paus Leo dia tidak melakukan pekerjaan yang sangat baik dan menudingnya menyukai kejahatan.
“Dia orang yang sangat liberal, dan dia adalah orang yang tidak percaya menghentikan kejahatan, dia adalah orang yang tidak percaya kita harus bermain-main dengan negara yang ingin memiliki senjata nuklir agar mereka bisa meledakkan dunia,” lanjut Trump.
Sebagai respons, Paus menegaskan di dalam pesawat menuju Aljir bahwa perannya bukan sebagai politisi, melainkan sebagai penyampai pesan perdamaian.
“Saya tidak takut pada pemerintahan Trump, atau berbicara lantang tentang pesan Injil, yang saya yakini adalah tugas saya, tugas Gereja,” ujarnya.
Paus Leo mengatakan dirinya tidak ingin berdebat dengan Trump.
“Terlalu banyak penderitaan di dunia saat ini. Terlalu banyak orang tak bersalah terbunuh. Dan saya pikir seseorang harus berdiri dan berkata: ada cara yang lebih baik untuk melakukan ini,” pungkasnya.
#paus-leo #trump-paus #konflik-iran #paus-perdamaian #trump-iran #paus-leo-xiv #trump-kritik-paus #paus-lawatan-afrika #paus-kritik-perang #trump-senjata-nuklir #paus-pesan-injil #paus-aljazair #trump