Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran di Selat Hormuz usai Terapkan Blokade
Trump ancam hancurkan kapal Iran di Selat Hormuz usai memblokade pelabuhan Iran. Teheran sebut langkah ini merugikan ekonomi global.
(Bisnis.Com) 14/04/26 01:29 190256
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan kapal-kapal Iran yang mendekati zona blokade di Selat Hormuz, seiring meningkatnya ketegangan menyusul keputusan AS memberlakukan pengepungan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Ancaman tersebut dilontarkan Trump dalam unggahan di Truth Social, seraya mengklaim telah menghancurkan 158 kapal Angkatan Laut Iran dan itu hanyalah sejumlah kecil.
Langkah Trump itu diambil setelah negosiasi antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan di Pakistan. Blokade mulai berlaku Senin (13/4/2026) pukul 10.00 waktu AS (21.00 WIB) dan mencakup seluruh garis pantai Iran, termasuk pelabuhan dan infrastruktur energi.
“Peringatan: Jika kapal-kapal tersebut mendekati BLOKADE kami, mereka akan segera DIMUSNAHKAN,” tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (13/4/2026).
Di sisi lain, Iran menilai langkah tersebut hanya akan berdampak negatif terhadap perekonomian global. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mempertanyakan rasionalitas kebijakan tersebut.
“Bisakah ‘perang pilihan’ yang ilegal dimenangkan melalui ‘balas dendam pilihan’ terhadap ekonomi global?!. Apakah layak merugikan diri sendiri hanya untuk menyakiti pihak lain?!” tulisnya di platform X.
Langkah Washington ini membuka risiko eskalasi besar yang berpotensi menggoyahkan gencatan senjata dua pekan antara kedua negara, yang baru diberlakukan pada Rabu sebelumnya.
Pusat United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyatakan bahwa blokade AS akan diterapkan “tanpa pembedaan” terhadap kapal-kapal yang berinteraksi dengan pelabuhan maupun terminal minyak Iran.
“Pembatasan ini mencakup seluruh garis pantai Iran, termasuk pelabuhan dan infrastruktur energi,” demikian pernyataan UKMTO dalam advis resminya.
Di sisi lain, pejabat Iran menuding AS melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan membiarkan Israel terus melancarkan serangan udara serta invasi darat di Lebanon. Pakistan selaku mediator sebelumnya menegaskan bahwa seluruh front regional—termasuk Lebanon—tercakup dalam kesepakatan tersebut.
Kendati blokade terhadap pelabuhan Iran berpotensi memperburuk kondisi ekonomi domestik yang telah tertekan, langkah itu dinilai tidak akan secara signifikan mengurangi kendali Iran atas Selat Hormuz maupun menurunkan harga energi global.
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang memimpin tim negosiasi di Islamabad, memperingatkan bahwa pengepungan laut AS justru akan memicu lonjakan harga bahan bakar di Amerika Serikat.
Harga rata-rata bensin di AS kini telah melampaui US$4,12 per galon (2,8 liter), meningkat dari posisi di bawah US$3 sebelum konflik pecah.
“Nikmati harga di pompa saat ini. Dengan apa yang disebut ‘blokade’, dalam waktu dekat Anda akan merindukan harga bensin di kisaran US$4–US$5,” tulis Ghalibaf di X.
Iran menegaskan akan mempertahankan kedaulatan perairannya, seraya menyebut langkah pengepungan laut tersebut sebagai “pembajakan”.
Perdebatan mengenai Selat Hormuz serta hak Iran untuk mempertahankan program nuklir domestik menjadi titik krusial dalam perundingan selama 21 jam di Islamabad yang dimulai pada Sabtu.
Pakistan menegaskan akan melanjutkan perannya sebagai mediator. Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan negaranya tetap berkomitmen menjaga momentum menuju perdamaian dan stabilitas.
#trump-ancam-iran #kapal-iran-selat-hormuz #blokade-selat-hormuz #ancaman-trump #kapal-angkatan-laut-iran #negosiasi-washington-teheran #blokade-pelabuhan-iran #ekonomi-global-iran #gencatan-senjata-ir