Pengusaha Dorong Aceh Jadi Basis Industri Mebel Nasional di Luar Jawa
Aceh memiliki potensi besar dari sisi ketersediaan bahan baku, kekayaan budaya, serta sumber daya manusia yang dapat dikembangkan.
(Kompas.com) 16/04/26 18:20 193685
JAKARTA, KOMPAS.com - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendorong Aceh menjadi salah satu basis utama industri mebel dan kerajinan nasional di luar Pulau Jawa.
Langkah itu dinilai strategis untuk memperluas pusat pertumbuhan industri sekaligus mengurangi ketergantungan pada wilayah Jawa.
Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menyatakan Aceh memiliki potensi besar dari sisi ketersediaan bahan baku, kekayaan budaya, serta sumber daya manusia yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan industri berbasis nilai tambah.
“Aceh memiliki fondasi kuat untuk tumbuh sebagai pusat industri mebel dan kerajinan. Adapun yang dibutuhkan saat ini adalah konsolidasi pelaku industri, tata kelola yang baik, serta konektivitas ke pasar nasional dan global,” ujar Sobur lewat keterangan pers, Kamis (16/4/2026).
Dorongan tersebut menguat seiring terpilihnya Kliwon sebagai Ketua DPD HIMKI Aceh Raya dalam Musyawarah Daerah (Musda). Proses tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Hubungan Antar Lembaga HIMKI, Prasetyo.
Kliwon dinilai sebagai sosok senior dengan pengalaman panjang di industri furnitur dan kerajinan berbasis rotan di Aceh. Ia diharapkan mampu menjadi motor penggerak konsolidasi industri di tingkat daerah.
Menurutnya, pengembangan industri mebel dan kerajinan di Aceh dapat menjadi strategi penting dalam pemerataan ekonomi nasional. Selain itu, sektor ini juga berpotensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Industri ini bukan hanya soal produk, tetapi juga ekosistem yang melibatkan banyak pihak dari hulu hingga hilir. Ini yang membuatnya strategis bagi daerah seperti Aceh,” lanjut Sobur.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pelaku industri dan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, guna menghadirkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri berbasis potensi lokal.
Beberapa langkah strategis yang didorong meliputi penguatan kapasitas pelaku usaha, peningkatan kualitas produk, serta fasilitasi akses pasar, termasuk ekspor.
Dalam konteks nasional, HIMKI tengah mendorong peningkatan daya saing industri mebel dan kerajinan Indonesia agar mampu bersaing dengan negara-negara seperti Vietnam dan China yang saat ini mendominasi pasar global.
Dengan penguatan daerah potensial seperti Aceh, HIMKI optimistis Indonesia dapat memperluas basis produksi sekaligus meningkatkan kontribusi ekspor industri mebel dan kerajinan dalam beberapa tahun ke depan.
“Kita harus membangun lebih banyak pusat pertumbuhan baru di luar Jawa. Aceh adalah salah satu kandidat kuat untuk itu,” ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang