DEN Ingatkan Bahaya di Balik Rencana Impor Minyak Rusia
Langkah strategis ini dibayangi risiko besar, mulai dari potensi gagal bayar (default) pada instrumen keuangan global hingga ancaman sanksi sekunder dari AS.
(WE Finance) 16/04/26 23:53 193975
Warta Ekonomi, Jakarta -Rencana Pemerintah Indonesia untuk mengimpor minyak mentah (crude oil) dari Rusia mendapat sorotan dari Dewan Energi Nasional (DEN). Meski menawarkan potensi efisiensi ekonomi yang signifikan, langkah strategis ini dibayangi risiko besar, mulai dari potensi gagal bayar (default) pada instrumen keuangan global hingga ancaman sanksi sekunder dari Amerika Serikat (AS).
Anggota DEN, Muhammad Kholid Syeirazi, menilai tantangan utama wacana ini tidak lagi sekadar kesiapan teknis infrastruktur kilang domestik, melainkan jeratan geopolitik yang dapat berdampak sistemik terhadap profil risiko PT Pertamina (Persero) di pasar modal internasional.
"Jika kendala teknis relatif lebih mudah diatasi, kendala yang lebih sulit adalah faktor ekonomi dan geopolitik. Rusia adalah negara yang terkena sanksi Amerika," ungkap Kholid kepada Warta Ekonomi, Kamis (16/4/2026).
Risiko Global Bond dan Rantai Pasok
Kholid menjabarkan bahwa sanksi AS dapat membawa konsekuensi hukum serius terhadap struktur pembiayaan Pertamina. Impor ini berisiko memicu pelanggaran klausul dalam kontrak utang global yang diterbitkan oleh perusahaan pelat merah tersebut.
"Beberapa klausul dalam global bond yang dirilis Pertamina melarang berhubungan dengan negara yang terkena sanksi. Jika impor dilakukan Pertamina, risiko default perlu diantisipasi," tegas Kholid.
#impor-minyak-as #dewan-energi-nasional-kementerian-esdm-bahlil-lahadalia
https://wartaekonomi.co.id/read608212/den-ingatkan-bahaya-di-balik-rencana-impor-minyak-rusia