Metropolitan Land (MTLA) Bidik Marketing Sales Rp2 Ttriliun pada 2026

Metropolitan Land (MTLA) Bidik Marketing Sales Rp2 Ttriliun pada 2026

Metropolitan Land (MTLA) menargetkan marketing sales Rp2 triliun pada 2026, dengan fokus pada segmen residensial dan strategi pemasaran digital. Hingga Maret 2026, realisasi mencapai Rp401 miliar.

(Bisnis.Com) 17/04/26 18:34 194904

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) membidik target pertumbuhan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp2 triliun pada 2026. Hingga kuartal I/2026, MTLA sudah merealisasikan marketing sales sebesar 20,05% dari target tersebut.

Direktur MTLA Olivia Surodjo mengatakan capaian tersebut mencerminkan tantangan yang masih membayangi sektor properti, sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi perseroan untuk mengakselerasi penjualan pada sisa tahun ini.

“Pada tahun ini kami menargetkan marketing sales yang terdiri dari pre sales dan recurring revenue hampir Rp2 triliun, dengan realisasi hingga Maret 2026 mencapai Rp401 miliar,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Adapun, target marketing sales MTLA pada tahun ini tercatat naik tipis dari realisasi marketing sales sepanjang 2025 yang senilai Rp1,87 triliun.

Sepanjang 2025, kinerja pendapatan dan laba MTLA juga tercatat kurang maksimal. Manajemen mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari kondisi pasar properti yang masih dalam fase penyesuaian sejak tahun lalu.

Permintaan properti lebih didominasi segmen menengah, sementara segmen atas cenderung lebih selektif, sehingga menahan laju penjualan.

Selain itu, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil serta ketidakpastian global turut menekan daya beli masyarakat. Dampaknya tidak hanya terasa pada sisi penjualan, tetapi juga pada profitabilitas perusahaan, meskipun tetap dijaga melalui strategi bisnis yang selektif dan pengelolaan yang hati-hati.

Meski awal tahun belum terlalu kuat, MTLA tetap membidik pertumbuhan kinerja pada 2026. Dari sisi pendapatan, segmen residensial masih menjadi kontributor utama, sementara laba diharapkan tumbuh seiring stabilnya kontribusi pendapatan berulang.

Secara keseluruhan, Olivia mengatakan outlook pada tahun ini masih diwarnai berbagai tantangan, mulai dari dinamika geopolitik global hingga isu energi yang berpotensi mendorong kenaikan biaya konstruksi dan menekan daya beli masyarakat.

Andalkan Residensial dan Strategi Penjualan

Untuk mengejar target marketing sales, MTLA menyiapkan sejumlah strategi, seperti meluncurkan produk residensial yang sesuai kebutuhan pasar, mengoptimalkan penjualan proyek eksisting, serta meningkatkan kontribusi recurring income.

Perseroan juga memperkuat pemasaran digital dan menjalin kolaborasi strategis guna memperluas jangkauan pasar.

Segmen residensial tetap menjadi andalan utama, dengan dukungan tambahan dari segmen hotel dan komersial yang memberikan kontribusi pendapatan yang lebih stabil.

Sepanjang 2025, pendapatan MTLA tercatat senilai Rp1,78 triliun pada akhir 2025. Angka ini turun 11,89% dari Rp2,02 triliun pada 2024. MTLA pun mengantongi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp412,93 miliar pada 2025 yang juga turun 12% secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp469,25 miliar.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#metropolitan-land #mtla #marketing-sales #properti-indonesia #target-2026 #marketing-sales-mtla #properti-residensial #strategi-penjualan #pendapatan-mtla #tantangan-properti #pasar-properti #pertumbu

https://market.bisnis.com/read/20260417/192/1967424/metropolitan-land-mtla-bidik-marketing-sales-rp2-ttriliun-pada-2026