Harga Rerata Internet di AS Capai Rp1,67 Juta, Iran Termurah di Dunia Rp44.000
Laporan 2026: Iran tawarkan internet termurah Rp44 ribu, AS termahal Rp1,67 juta. Harga dipengaruhi biaya hidup dan infrastruktur.
(Bisnis.Com) 18/04/26 11:10 195348
Bisnis.com, JAKARTA — Laporan terbaru bertajuk Global Broadband Price League 2026 mengungkapkan Iran menjadi salah satu negara dengan biaya internet broadband paling murah di dunia, jauh di bawah negara-negara maju. Sementara itu Amerika Serikat memiliki rata-rata harga internet Rp1,67 juta.
Riset yang dilakukan oleh Broadband Genie tersebut menunjukkan adanya perbedaan mencolok dalam harga layanan internet global. Negara-negara dengan biaya hidup lebih rendah umumnya menawarkan tarif internet yang jauh lebih terjangkau dibandingkan negara maju.
Di Amerika Utara misalnya, biaya langganan broadband tergolong tinggi. Rata-rata pelanggan harus membayar sekitar US$98,40 per bulan atau sekitar Rp1,67 juta.
Khusus di Amerika Serikat, harga rata-rata berada di kisaran US$80 atau sekitar Rp1,36 juta menempatkannya di peringkat ke-167 dari total 214 negara yang diteliti.
Sementara itu, wilayah dengan harga internet paling mahal justru ditemukan di daerah terpencil. Salah satunya adalah Wallis dan Futuna, wilayah kepulauan kecil di Pasifik Selatan. Di sana biaya internet bisa mencapai US$373,88 per bulan atau sekitar Rp6,36 juta.
Dari total 2.631 paket layanan yang dianalisis di 214 negara, Iran menempati posisi teratas sebagai negara dengan internet termurah. Biaya langganan broadband di negara tersebut hanya sekitar US$2,61 per bulan atau setara Rp44 ribu.
Meski terjangkau, akses internet di Iran kerap dibatasi oleh pemerintah, terutama saat terjadi konflik seperti serangan yang melibatkan AS dan Israel. Selain itu, rendahnya harga juga dipengaruhi oleh melemahnya nilai mata uang lokal terhadap dolar AS.
Di kawasan Eropa, harga internet relatif bervariasi. Inggris berada di peringkat ke-70 dengan rata-rata biaya US$31,43 atau sekitar Rp500 ribu per bulan. Sementara itu, Prancis dan Italia sedikit lebih mahal, dan Jerman bahkan mencatat tarif lebih tinggi sekitar US$47,59 atau sekitar Rp800 ribu.
Negara berkembang umumnya menawarkan harga yang lebih ramah di kantong. Mesir, misalnya, memiliki biaya rata-rata US$7,91 atau sekitar Rp134 ribu per bulan.
Beberapa negara Eropa Timur juga masuk dalam daftar termurah, seperti Ukraina di peringkat kedua, Rumania di posisi ketujuh, dan Rusia di posisi kesepuluh.
Menurut pakar dari Broadband Genie Alex Tofts, ada beberapa faktor yang membuat harga internet di wilayah tersebut lebih murah. Salah satunya adalah biaya hidup yang lebih rendah, sehingga biaya pembangunan dan operasional jaringan juga lebih kecil.
"Hal ini menjaga biaya penyebaran tetap rendah dan mencegah inflasi harga," kata Tofts dikutip dari The Register, Jumat (17/4/2026).
Selain itu, tingkat kepadatan penduduk di kota-kota besar memudahkan penyedia layanan untuk menjangkau banyak pelanggan sekaligus dengan biaya yang lebih efisien. Di sisi lain, beberapa negara seperti Rumania justru diuntungkan karena tidak terbebani infrastruktur lama, sehingga bisa langsung mengadopsi teknologi serat optik modern.
Menariknya, di sejumlah wilayah seperti Karibia dan Afrika, masyarakat lebih banyak mengandalkan data seluler dibandingkan broadband tetap. Hal ini membuat layanan internet kabel bukan menjadi pilihan utama dalam konektivitas sehari-hari. (Nur Amalina)
#internet-murah #harga-internet #biaya-internet #internet-iran #internet-amerika-serikat #broadband-global #harga-internet-dunia #internet-termurah #internet-termahal #internet-eropa #internet-asia #in