Rupiah Ditutup Menguat Sentuh Rp17.131 per Dolar AS
Rupiah menguat 0,08% ke Rp17.131 per dolar AS pada 21 April 2026, di tengah ketidakpastian geopolitik dan pembicaraan damai AS-Iran.
(Bisnis.Com) 21/04/26 15:33 197970
Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat ke level Rp17.131 pada perdagangan hari ini, Selasa (21/4/2026). Rupiah menguat bersama sejumlah mata uang Asia lainnya.
Mengutip data RTI Infokom pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup menguat 0,08% ke Rp17.131 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS menguat 0,18% ke 98,27.
Sejumlah mata uang Asia lainnya ditutup bervariasi seperti yen Jepang turun 0,19%, yuan China menguat 0,02%, dolar Singapura melemah 0,18%, won Korea Selatan turun 0,03%, dan dolar Hong Kong menguat 0,01%.
Lalu ringgit Malaysia melemah 0,08%, peso Filipina melemah 0,16%, dan baht Thailand melemah 0,22%.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan dari global, sentimen datang dari masa depan perang yang sebagian besar masih belum pasti, di tengah sinyal yang saling bertentangan tentang apakah pembicaraan damai AS-Iran lebih lanjut akan berlangsung. Trump mengkonfirmasi bahwa delegasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk pembicaraan lebih lanjut minggu ini.
Para pejabat Iran mengatakan pembicaraan tampaknya tidak mungkin selama AS mempertahankan blokade angkatan lautnya terhadap negara tersebut. Akan tetapi, laporan menunjukkan bahwa Teheran telah mengkonfirmasi kepada mediator regional bahwa mereka mengirim delegasi ke Islamabad.
Gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran akan berakhir pada hari Rabu ini, dengan Trump memberi sinyal bahwa perpanjangan kesepakatan tampaknya tidak mungkin. Pasar juga tegang karena aksi militer lebih lanjut di Timur Tengah setelah AS menembaki dan menangkap kapal berbendera Iran pada akhir pekan.
Selain perang Iran, fokus pasar pekan ini juga akan tertuju pada sidang konfirmasi Warsh, yang dijadwalkan dimulai pukul 10:00 ET. Independensinya dari Trump, yang terus-menerus menuntut suku bunga yang lebih rendah, akan menjadi poin fokus utama.
Pencalonan Warsh dipandang kurang lunak daripada yang diharapkan pasar. Meskipun ia telah menyatakan dukungan untuk seruan Trump agar suku bunga lebih rendah, ia di masa lalu telah mengkritik aktivitas pembelian aset The Fed, dan menyerukan neraca yang lebih ramping.
Adapun untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan rupiah akan ditutup melemah pada rentang Rp17.140-Rp17.180 per dolar AS.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#rupiah-menguat #nilai-tukar-rupiah #rupiah-terhadap-dolar #dolar-as #mata-uang-asia #yen-jepang #yuan-china #dolar-singapura #won-korea-selatan #dolar-hong-kong #ringgit-malaysia #peso-filipina #baht