Bulog sebut ekspor beras RI ke Malaysia masih tahap negosiasi harga

Bulog sebut ekspor beras RI ke Malaysia masih tahap negosiasi harga

Perum Bulog menyatakan rencana ekspor beras Indonesia ke Malaysia masih dalam tahap negosiasi dan belum mencapai kesepakatan harga.Direktur Utama Perum Bulog ...

(Antara) 22/04/26 17:34 199501

harga yang belum cocok karena kalau kualitas mereka sudah oke, tidak ada masalah

Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog menyatakan rencana ekspor beras Indonesia ke Malaysia masih dalam tahap negosiasi dan belum mencapai kesepakatan harga.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pembahasan dengan pihak Malaysia sejauh ini masih berfokus pada aspek harga.

“Kemarin kami hanya nego untuk harga. Nah, harga yang belum cocok karena kalau kualitas mereka sudah oke, tidak ada masalah. Tinggal harga yang menurut kami agar dinaikkan lagi karena harganya terlalu rendah,” kata Ahmad Rizal di Jakarta, Rabu.

Ia menyebut pihak Malaysia mengajukan harga di bawah Rp10.000 per kilogram (kg), sementara Bulog menginginkan harga yang lebih tinggi sesuai kualitas beras yang ditawarkan.

“Mereka menawar (harga) di bawah Rp10.000 per kg,” ujarnya.

Menurut dia, harga yang diajukan Indonesia berada pada kisaran Rp13.000 per kg hingga Rp14.000 per kg karena beras yang ditawarkan masuk kategori premium.

Ia menjelaskan beras yang ditawarkan ke Malaysia juga memiliki kualitas premium dengan tingkat butir patah sekitar 5 persen.

Sementara itu, beras premium lokal dengan tingkat butir patah sekitar 15 persen di pasar domestik saat ini berada di kisaran Rp14.900 per kg.

Ahmad menegaskan Bulog tidak akan menyepakati harga yang dinilai akan merugikan.

"Kalau (harga yang ditawarkan) segitu kan enggak mungkin, masa kita subsidi ke negara lain kan enggak mungkin," ucapnya.

Menurut dia, harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di dalam negeri sudah mencapai Rp12.500 per kg sehingga penawaran di bawah Rp10.000 per kg dinilai terlalu rendah.

Ahmad mengatakan rencana ekspor beras ke Malaysia masih terus dibahas, termasuk volume final dan skema kerja sama. Ia menyebut minat awal Malaysia terhadap beras Indonesia mencapai sekitar 200 ribu ton.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga mengatakan pembahasan ekspor beras dengan Malaysia masih berlangsung dan belum mencapai kesepakatan final.

Ia menambahkan pembahasan teknis ekspor beras ke Malaysia ditangani bersama staf khusus Kementerian Pertanian dan Perum Bulog, sementara pemerintah akan terus mengkaji kelanjutan rencana tersebut dengan mempertimbangkan kepentingan nasional dan stabilitas pasokan dalam negeri.

“Masih sementara nego, nego harga,” ujar Amran.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#bulog #ahmad-rizal-ramdhani #ekspor-beras #malaysia #perdagangan-pangan

https://www.antaranews.com/berita/5537807/bulog-sebut-ekspor-beras-ri-ke-malaysia-masih-tahap-negosiasi-harga