Prabowo Dijadwalkan Kembali Kunjungi Prancis dalam Waktu Dekat
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan kembali mengunjungi Prancis dalam waktu dekat. Terakhir, Prabowo bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée,... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 23/04/26 06:19 199890
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan kembali mengunjungi Prancis dalam waktu dekat. Terakhir, Prabowo bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Selasa (14/4/2026)."Rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang akan dilakukan dalam waktu dekat," ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono saat konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (23/4/2026).
Sugiono mengatakan bahwa Prabowo dan Macron memiliki kedekatan hubungan pribadi. Hal ini menjadi sebuah modal besar dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis.
Dalam kunjungan Prabowo ke Prancis akan membuat peningkatan hubungan kemitraan strategis yang lebih komprehensif. "Ini sedang dibahas sehingga diharapkan saat itu terjadi nanti cakupan kerja sama yang kita lakukan dengan Prancis juga akan menjadi lebih luas dan lebih strategis."
Sementara itu, Sugiono juga membeberkan hasil kunjungan Prabowo ke Prancis beberapa waktu lalu saat bertemu empat mata dengan Macron.
Lihat video: Prabowo-Macron Bahas Konflik Israel-Palestina, Prancis Dukung Two State Solution
"Beberapa poin yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini adalah bahwa tentu saja Presiden menyampaikan kepada Presiden Macron, menekankan kembali pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis," katanya.
Sugiono pun mengatakan bahwa keduanya juga membahas intensif mengenai peningkatan kerja sama di berbagai bidang industri pertahanan. "Karena kita ketahui bahwa kita memperoleh ataupun membeli alat-alat pertahanan yang cukup strategis dari Prancis, dan ini juga memiliki turunan bahwa kita harus juga bisa meningkatkan penguasaan teknologi terhadap alat-alat tersebut."
Kemudian, kata Sugiono, diturunkan di dalam keinginan untuk bekerja sama di bidang pendidikan, khususnya di sektor STEM. "Sehingga terjadi apa yang disebut satu kerja sama beyond procurement kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli."
"Kemudian pembicaraan juga menyangkut tentu saja, karena ini dirasakan di seluruh dunia, mengenai energi, juga pemanfaatan mineral kritis, pendidikan, dan ekonomi kreatif, infrastruktur dan transportasi," tandasnya.
(cip)
#prancis #emmanuel-macron #kerja-sama-bilateral #kerja-sama-pertahanan #presiden-prabowo-subianto