11.014 Orang Tak Lagi Dapat Bansos Bulan Ini, Ini Penyebab Nama Dicoret dari PKH dan BPNT

11.014 Orang Tak Lagi Dapat Bansos Bulan Ini, Ini Penyebab Nama Dicoret dari PKH dan BPNT

11.014 orang dicoret dari bansos PKH BPNT April 2026. Ini penyebab nama hilang dan indikator bansos tidak cair.

(Kompas.com) 23/04/26 09:13 200032

KOMPAS.com – Sebanyak 11.014 orang dipastikan tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT pada April 2026.

Pencoretan ini terjadi di tengah dimulainya pencairan bansos tahap 2 tahun 2026, yang justru membawa perubahan besar pada daftar penerima.

Bagi masyarakat, kondisi ini menimbulkan pertanyaan: mengapa nama bisa tiba-tiba hilang dari bansos, dan apa penyebab utamanya?

11.014 penerima dicoret, ini penjelasan pemerintah

Pemerintah menegaskan bahwa pencoretan dilakukan sebagai bagian dari pembaruan data agar bansos lebih tepat sasaran.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar menjelaskan, penghapusan data ini berkaitan dengan temuan penerima yang sebenarnya sudah tidak layak.

"Kami sudah membersihkan masyarakat yang tadinya menerima bansos, kami cermati semestinya dia adalah orang-orang yang tidak perlu menerima bansos atau dibersihkan sekitar 11.014 orang," ujar Amalia, Rabu (1/4/2026).

Pencoretan ini dikenal sebagai inclusion error, yakni kesalahan data di mana penerima sebenarnya sudah tidak masuk kategori miskin atau rentan.

KOMPAS.com/MELA ARNANI Tangkapan layar hasil pencarian desil di aplikasi Cek Bansos Kemensos. Cek desil. Cara cek desil 2026. Penyebab bansos tidak cair.

Mengapa nama dicoret dari bansos PKH dan BPNT?

Ada beberapa penyebab utama yang membuat seseorang tidak lagi menerima bansos, yaitu:

1. Kondisi ekonomi meningkat

Sebagian penerima sudah masuk kelompok ekonomi menengah (desil 5–10), sehingga tidak lagi menjadi prioritas bantuan.

2. Data bansos terus diperbarui

Perubahan data merupakan hal yang wajar karena sistem kini diperbarui secara rutin.

"Ada yang sebelumnya tidak pernah menerima jadi menerima. Ada yang selama ini menerima, mereka tidak menerima lagi di triwulan kedua ini. Memang datanya dinamis," tutur Gus Ipul.

3. Hasil verifikasi dan validasi terbaru

Pemerintah melakukan pengecekan ulang untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Indikator bansos tidak cair yang perlu diketahui

Selain faktor umum di atas, pemerintah juga menetapkan indikator yang bisa menyebabkan bansos dihentikan.

Seperti diketahui, penyaluran bansos mengacu Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang terhubung otomatis dengan NIK dan seluruh anggota dalam satu Kartu Keluarga (KK).

Melalui integrasi ini, identitas, kondisi ekonomi, hingga keikutsertaan tiap anggota keluarga dalam program lain akan dianalisis langsung oleh sistem pusat.

Tak hanya itu, Kemensos juga bekerja sama dengan Bank Indonesia, bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN), serta sistem pengawasan OJK dan BI-Checking.

Data ini membantu pemerintah melihat catatan pinjaman, cicilan, hingga pola transaksi penerima bansos.

Tangkapan layar KOMPAS.com/Mannisa Elfira Tangkapan layar cek bansos Kemensos lewat website https://cekbansos.kemensos.go.id/
Berikut beberapa indikator penting yang bisa menyebabkan bansos tidak lagi cair:

1. Memiliki cicilan atau utang aktif

  • Kredit kendaraan
  • Pinjaman bank/koperasi
  • Paylater
  • Data kredit tercatat di OJK

2. Kepemilikan aset dan pola konsumsi

  • Rumah atau tanah bersertifikat
  • Pajak kendaraan aktif
  • Tagihan listrik tinggi

3. Status pekerjaan

  • ASN, TNI, Polri
  • Pegawai BUMN/BUMD

4. Kepesertaan dan kondisi finansial

  • BPJS Mandiri kelas 1 atau 2
  • Saldo tabungan di luar rekening bansos
  • Catatan BI-Checking

5. Aktivitas finansial tertentu

Transaksi mencurigakan atau judi online.

Indikator-indikator di atas menjadi dasar untuk menentukan apakah seseorang masih layak menerima bantuan.

KOMPAS.com/MELA ARNANI Tangkapan layar hasil cek desil di laman cekbansos.kemensos.go.id. Cara mengecek desil berapa lewat HP. Cara cek desil bansos 2026. Cara cek desil lewat google. Cek desil bansos. Cek desil bansos April 2026.

Apa itu desil dan kenapa menentukan bansos?

Desil adalah ukuran statistik yang membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil DTSEN digunakan sebagai dasar penentuan penerima bansos.

Berikut kategori yang ditetapkan oleh pemerintah:

  • Desil 1: Sangat miskin (miskin ekstrem)
  • Desil 2: Miskin
  • Desil 3: Hampir miskin
  • Desil 4: Rentan miskin
  • Desil 5: Ekonomi pas-pasan
  • Desil 6–10: Kelas menengah ke atas (tidak menjadi prioritas bansos)

Jika keluarga masuk desil 6–10, bansos otomatis tidak cair.

Sesuai Keputusan Menteri Sosial RI 79/HUK/2025, pembagian bantuan berdasarkan desil sebagai berikut:

  • Desil 1–4: Penerima PKH
  • Desil 1–5: Penerima BPNT/Program Sembako
  • Desil 1–5: Penerima PBI-JK (bantuan iuran BPJS Kesehatan)
  • Desil 1–5: Berpotensi menerima ATENSI

Desil di atas 5 tidak lagi diprioritaskan, meski keputusan akhir tetap menunggu verifikasi lapangan.

Kondisi lain yang membuat bansos dihentikan

Selain faktor ekonomi, bansos juga bisa tidak cair karena:

  • Data tidak valid atau belum diverifikasi
  • Alamat tidak ditemukan saat survei
  • Penerima sudah meninggal

Pemerintah juga menegaskan bahwa bansos tidak diberikan selamanya, dengan masa maksimal sekitar lima tahun.

KOMPAS.com/MELA ARNANI Tangkapan layar hasil pencarian cek bansos 2026 di aplikasi Cek desil bansos. Cara cek desil bansos.

Apa yang harus dilakukan jika nama dicoret dari bansos?

Jika Anda termasuk yang tidak lagi menerima bansos, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Cek status bansos

Pastikan terlebih dahulu apakah nama masih terdaftar melalui situs resmi Kemensos.

2. Ajukan perbaikan data

Datang ke RT/RW, kelurahan, atau dinas sosial setempat.

3. Gunakan jalur online

Ajukan melalui fitur “Usulan” di aplikasi Cek Bansos.

4. Lapor resmi

Hubungi call center 121 atau WhatsApp 08877171171.

Itulah ulasan informasi mengenai pencairan bansos PKH BPNT April 2026. Pencoretan penerima bansos menunjukkan bahwa pemerintah kini semakin ketat dalam menyalurkan bantuan.

Karena data bersifat dinamis, masyarakat disarankan rutin mengecek status bansos dan memastikan data kependudukan selalu diperbarui agar tidak kehilangan hak bantuan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#kemensos #bansos #bpnt #pkh #cek-bansos-kemensos #bansos-pkh-bpnt #penyebab-bansos-tidak-cair

https://money.kompas.com/read/2026/04/23/091328426/11014-orang-tak-lagi-dapat-bansos-bulan-ini-ini-penyebab-nama-dicoret-dari-pkh