IDC Prediksi Pasar Smartphone Indonesia Alami Penurunan Tahun Ini

IDC Prediksi Pasar Smartphone Indonesia Alami Penurunan Tahun Ini

IDC memproyeksikan pasar smartphone Indonesia turun dua digit pada 2026 akibat kelangkaan memori, memicu kenaikan harga dan penurunan pengiriman.

(Bisnis.Com) 23/04/26 16:13 200672

Bisnis.com, JAKARTA— International Data Corporation (IDC) memproyeksikan pasar smartphoneIndonesia akan mengalami penurunan dua digit pada 2026. Kondisi ini dipicu oleh kelangkaan memori yang diperkirakan masih akan berlanjut setidaknya hingga 2027. Produsen smartphone China kencangkan ikat pinggang.

Research Analyst Devices Research IDC Indonesia, Vanessa Aurelia, mengatakan kekurangan memori telah memengaruhi pasar smartphone global, termasuk Indonesia.

“Dampaknya mulai terlihat menjelang akhir 2025, ketika baik kanal distribusi maupun vendor mulai mengalami kesulitan dalam mengamankan pasokan,” kata Vanessa kepada Bisnis, Kamis (23/4/2026).

Pada saat yang sama, harga mulai meningkat akibat keterbatasan suplai. Secara global, berdasarkan data awal IDC Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, pengiriman smartphone turun 4,1% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 289,7 juta unit pada kuartal I/2026. Penurunan ini mengakhiri tren pertumbuhan selama 10 kuartal berturut-turut sejak pertengahan 2023.

Vanessa menegaskan data tersebut masih bersifat awal karena proses riset masih berlangsung, termasuk untuk angka final di Indonesia yang akan dirilis pada tahap berikutnya. Meski demikian, hasil sementara menunjukkan pengiriman smartphone di Indonesia telah mengalami penurunan, baik secara tahunan maupun kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ) pada kuartal I/2026.

Di sisi lain, harga jual rata-rata (average selling price/ASP) justru meningkat signifikan, didorong kenaikan biaya produksi atau bill of materials (BOM) akibat kelangkaan memori. Kondisi ini membuat vendor tidak memiliki banyak pilihan selain menaikkan harga karena tidak lagi mampu menyerap lonjakan biaya tersebut.

Vanessa menjelaskan kelangkaan memori terjadi karena pasokan komponen tidak mencukupi kebutuhan vendor smartphone sebagai pembeli utama. Dengan akses yang terbatas terhadap komponen penting ini, vendor terpaksa menekan produksi, yang pada akhirnya menurunkan volume pengiriman secara global selama kelangkaan masih berlangsung. Selain itu, keterbatasan suplai juga mendorong kenaikan harga komponen secara signifikan.

“Hal ini semakin menekan vendor, karena kenaikan biaya input tidak hanya membatasi produksi, tetapi juga berkontribusi terhadap kenaikan harga perangkat di pasar,” kata Vanessa.

Menurutnya, seluruh segmen terdampak, namun segmen entry-level (umumnya smartphone dengan harga di bawah US$200) menjadi yang paling terpukul karena sangat sensitif terhadap perubahan biaya. Kenaikan harga signifikan pun mulai terlihat di sebagian besar vendor pada segmen ini.

Kondisi Pasar Global Kuartal I/2026

Secara global, pasar smartphone masih menghadapi tekanan biaya dan persaingan ketat, terutama di segmen harga rendah. Meski demikian, dua pemain utama, yakni Samsung dan Apple, menjadi satu-satunya vendor di lima besar yang mencatat pertumbuhan tahunan.

Samsung memimpin pasar dengan pengiriman 62,8 juta unit dan pangsa 21,7%, naik 3,6% YoY dari 60,6 juta unit. Kinerja ini didorong permintaan tinggi terhadap lini flagship, terutama Galaxy S26 Ultra, serta peluncuran awal seri menengah Galaxy A.

Apple berada di posisi kedua dengan pengiriman 61,1 juta unit dan pangsa 21,1%, tumbuh 3,3% YoY dari 59,1 juta unit. Pertumbuhan didorong performa kuat seri iPhone 17, khususnya di pasar China, meskipun masih terhambat gangguan pasokan.

Di posisi ketiga, Xiaomi mencatat pengiriman 33,8 juta unit dengan pangsa 11,7%, namun mengalami penurunan terdalam sebesar 19,1% YoY dari 41,8 juta unit. Penurunan ini sejalan dengan strategi perusahaan mengurangi distribusi model lama untuk menghindari kenaikan harga.

Selanjutnya, OPPO mencatat pengiriman 30,7 juta unit (pangsa 10,6%), turun 9,9% YoY dari 34,1 juta unit. Sementara vivo berada di posisi kelima dengan 21,2 juta unit (pangsa 7,3%), turun 6,8% YoY.

Secara keseluruhan, pengiriman smartphone global pada kuartal I/2026 mencapai 289,7 juta unit, turun 4,1% dari 302,0 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. IDC mencatat pergeseran ke perangkat dengan harga lebih tinggi menjadi strategi utama vendor untuk menjaga margin di tengah kenaikan biaya komponen, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan bagi segmen perangkat murah.

Di luar lima besar, sejumlah vendor seperti HONOR, Lenovo (Motorola), dan Huawei masih mencatat pertumbuhan positif. HONOR bahkan menjadi yang tertinggi di antara 10 besar dengan pertumbuhan 24% YoY, didorong ekspansi agresif ke pasar internasional.

#smartphone-indonesia #pasar-smartphone #penurunan-dua-digit #idc-proyeksi #kelangkaan-memori #harga-smartphone #pengiriman-smartphone #kenaikan-harga #biaya-produksi #vendor-smartphone #segmen-entry-l

https://teknologi.bisnis.com/read/20260423/280/1968846/idc-prediksi-pasar-smartphone-indonesia-alami-penurunan-tahun-ini