Indramayu Siapkan Pembangunan Underpass Jatibarang Mei 2026
Indramayu bangun underpass di Jatibarang mulai Mei 2026 untuk atasi macet dan kurangi biaya logistik, dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah.
(Bisnis.Com) 23/04/26 16:11 200683
Bisnis.com, INDRAMAYU — Proyek pembangunan underpass di perlintasan kereta api Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ditargetkan mulai dikerjakan pada pertengahan Mei 2026.
Infrastruktur ini disiapkan sebagai solusi untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi akibat kondisi terowongan yang sempit dan tidak mampu menampung volume kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, Ali Fikri, mengatakan proyek tersebut kini memasuki tahap administrasi berkas sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan.
"Jika tidak ada kendala, pembangunan underpass ini kemungkinan dimulai pertengahan Mei 2026. Saat ini masih dalam proses administrasi," ujar Ali Fikri, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan underpass ini tidak hanya ditujukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, tetapi juga untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Selama ini, kondisi terowongan yang sempit kerap menyebabkan kendaraan besar tersangkut dan memicu kemacetan panjang.
Menurut Ali, dukungan dari pemerintah daerah hingga pusat telah menguatkan rencana tersebut. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, disebut telah menyatakan kesiapan terkait pembebasan lahan serta rekayasa lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.
"Nanti juga akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati, Gubernur Jawa Barat, dan Kementerian Perhubungan terkait bentuk kerja sama proyek ini," katanya.
Dinas Perhubungan, lanjut dia, akan berperan dalam mengatur lalu lintas selama pembangunan agar tidak menimbulkan kemacetan yang lebih parah. Rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi lapangan saat proyek berjalan.
Selain aspek teknis, proyek ini juga akan berdampak pada masyarakat sekitar. Berdasarkan data sementara, sekitar 20 rumah warga terdampak pembangunan underpass tersebut. Dari jumlah itu, tujuh rumah berdiri di atas lahan milik pribadi, sedangkan sisanya berada di lahan milik PT Kereta Api Indonesia.
"Sebagai langkah awal, tim gabungan bersama unsur pertanahan akan melakukan pengukuran lahan di lapangan. Setelah itu baru ditentukan besaran ganti rugi," ujar Ali.
Ia menambahkan, perubahan signifikan akan terjadi pada struktur jalan di kawasan tersebut. Jalan akan diperlebar masing-masing 15 meter ke arah kanan dan kiri, serta 50 meter ke arah utara dan selatan. Selain itu, jalur yang sebelumnya hanya satu lajur akan ditingkatkan menjadi dua lajur guna menambah kapasitas kendaraan.
Dari sisi ekonomi, proyek ini diharapkan memberi dampak positif bagi aktivitas perdagangan, khususnya di kawasan Pasar Jatibarang. Kelancaran arus kendaraan dinilai akan mempermudah distribusi barang dan mobilitas pedagang.
Ketua Ikatan Pedagang Pasar Daerah Jatibarang, Hedi Lubis, menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Ia menilai keberadaan underpass akan mempercepat pergerakan barang dan pembeli.
"Kami sangat bersyukur jika pembangunan underpass ini segera dilaksanakan. Kalau sudah selesai, akses akan lebih lancar dan tentu membantu aktivitas ekonomi para pedagang," ujar Hedi.
Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dinilai responsif terhadap persoalan kemacetan yang selama ini menjadi kendala utama di kawasan tersebut.
"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati karena proyek ini akan sangat membantu para pedagang dalam menjalankan usaha," katanya.
#indramayu-underpass #pembangunan-underpass-indramayu #underpass-jatibarang #kemacetan-indramayu #biaya-logistik-indramayu #proyek-underpass-indramayu #keselamatan-pengguna-jalan #rekayasa-lalu-lintas