BDx Data Centers Amankan Pasokan Listrik 1,2 GW, Ekspansi Hyperscale Berlanjut

BDx Data Centers Amankan Pasokan Listrik 1,2 GW, Ekspansi Hyperscale Berlanjut

BDx Data Centers mengamankan pasokan listrik 1,2 GW untuk ekspansi hyperscale di Indonesia, mendukung AI dan infrastruktur digital dengan investasi besar.

(Bisnis.Com) 23/04/26 17:44 200836

Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan infrastruktur digital dan pengelola pusat data, BDx Data Centers, menegaskan komitmennya untuk melakukan ekspansi signifikan dan berkelanjutan di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

President Director & CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya mengatakan, melalui usaha patungan dengan Indosat Ooredoo Hutchison dan Lintasarta di mana BDx memegang saham mayoritas, perusahaan kini menjadi operator pusat data netral operator terbesar di Indonesia.

“Kami telah mengamankan pasokan listrik sebesar 1,2 gigawatt, setara dengan sekitar 850 megawatt kapasitas IT yang dapat digunakan, dan terus berinvestasi di kampus-kampus hyperscale AI inti serta jaringan edge nasional kami,” kata Agus kepada Bisnis, Kamis (23/4/2026).

Dalam jangka pendek, Agus menjelaskan fasilitas senilai US$320 juta atau sekitar Rp5,53 triliun yang ditutup pada April 2026 digunakan untuk mengembangkan CGK3, meningkatkan infrastruktur daya di CGK4 dan CGK5, serta mendukung penerapan AI berdensitas tinggi dengan pendingin cair lebih lanjut.

Agus menambahkan, CGK4 telah beroperasi dengan kapasitas AI yang didukung energi terbarukan. Sementara itu, CGK3A di Jakarta Selatan telah beroperasi dan dirancang khusus untuk inferensi AI, dilengkapi dengan pendinginan cairan langsung ke chip.

“Tahap-tahap tambahan di CGK5 berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Agus menyebut perkembangan ini mendukung ambisi perusahaan untuk berkontribusi signifikan terhadap target kapasitas IT regional BDx sebesar 1 gigawatt, dengan sebagian besar pertumbuhan jangka pendek terkonsentrasi di Indonesia.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan sejumlah keunggulan Indonesia dibandingkan negara lain di kawasan dalam menarik investasi pusat data. Menurutnya, Indonesia menawarkan kombinasi faktor yang sulit ditandingi dalam skala besar.

Pertama, dari sisi permintaan. Dengan populasi terbesar keempat di dunia yang didominasi generasi muda dan digital native, Indonesia memiliki permintaan domestik yang kuat terhadap layanan cloud, AI, dan digital. Kedua, ketersediaan daya. Di tengah keterbatasan listrik di banyak pasar regional, Indonesia dinilai masih memiliki kapasitas jaringan yang memadai, termasuk dukungan energi terbarukan seperti kesepakatan pembangkit listrik tenaga air untuk CGK4.

“Hal ini memberikan fondasi yang kuat untuk beban kerja AI berdensitas tinggi,” kata Agus.

Ketiga, dukungan pemerintah terhadap kedaulatan data serta keselarasan dengan visi “Golden Indonesia 2045”, yang sejalan dengan tren global menuju strategi AI berdaulat. Agus menambahkan, pelanggan kini semakin menginginkan infrastruktur yang menjaga data, komputasi, dan penciptaan nilai tetap berada di dalam negeri.

Selain itu, jaringan nasional BDx yang saling terhubung menggabungkan kampus AI berskala besar dengan lebih dari 50 lokasi edge yang mencakup sekitar >95% populasi memungkinkan perusahaan mendukung pelatihan AI skala besar sekaligus inferensi berlatensi sangat rendah di seluruh Indonesia.

“Secara keseluruhan, faktor-faktor ini menjadikan Indonesia sangat menarik untuk investasi berkelanjutan dan jangka panjang,” kata Agus.

Pekerja memeriksa ruang server
Pekerja memeriksa ruang server

Tantangan Talenta

Meski demikian, Agus mengakui sejumlah tantangan tetap ada. Dari sisi regulasi, perusahaan terus bekerja sama dengan otoritas untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan lokalisasi data dan keberlanjutan, serta mendorong dialog konstruktif terkait kerangka seperti perjanjian pembelian tenaga listrik lintas batas.

Ketersediaan energi yang sebelumnya menjadi kendala potensial kini dinilai telah berkurang, seiring pengamanan kapasitas jaringan 1,2 gigawatt dan inisiatif pengadaan energi terbarukan.

“Fokus kami saat ini adalah secara bertahap meningkatkan porsi energi terbarukan dalam kerangka regulasi yang ada,” kata Agus.

Agus juga menyoroti penguatan infrastruktur pendukung, terutama interkoneksi dan konektivitas last-mile, yang didukung pusat data netral operator, kehadiran di internet exchange, serta jaringan edge nasional perusahaan.

Adapun tantangan paling signifikan yang masih berlangsung, baik di Indonesia maupun kawasan, adalah ketersediaan talenta. Menurutnya, tenaga profesional terampil di bidang operasi pusat data dan infrastruktur AI masih terbatas.

“Kami menangani hal ini secara proaktif melalui inisiatif seperti nota kesepahaman kami dengan Institute of Technical Education Singapura, serta investasi berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas lokal,” kata Agus.

Secara keseluruhan, Agus menegaskan tantangan-tantangan tersebut tidak menghambat momentum perusahaan. Dengan eksekusi yang terfokus, Indonesia tetap menjadi salah satu pasar pertumbuhan terkuat dan paling strategis bagi BDx.

#bdx-data-centers #pasokan-listrik-1 #2-gw #ekspansi-hyperscale #pusat-data-indonesia #operator-netral-operator #kapasitas-it-850-megawatt #investasi-ai-indonesia #energi-terbarukan-cgk4 #inferensi-ai-j

https://teknologi.bisnis.com/read/20260423/101/1968872/bdx-data-centers-amankan-pasokan-listrik-12-gw-ekspansi-hyperscale-berlanjut