Aktivis Kecam Kacamata Pengenalan Wajah Milik Meta, Privasi Pengguna Terancam

Aktivis Kecam Kacamata Pengenalan Wajah Milik Meta, Privasi Pengguna Terancam

Aktivis dan ACLU mengecam kacamata pintar Meta dengan fitur pengenalan wajah yang dinilai mengancam privasi dan keamanan pengguna, terutama kelompok rentan.

(Bisnis.Com) 27/04/26 12:50 203787

Bisnis.com, JAKARTA — Fitur baru kacamata pintar Meta menuai kekhawatiran. Pasalnya, fitur yang disebut Name Tag ini menggunakan teknologi pengenalan wajah yang dinilai sejumlah pihak berpotensi mengancam privasi pengguna.

Sejak lama, Meta berupaya mengembangkan sistem pengenalan wajah di berbagai layanannya. Kini teknologi tersebut direncanakan hadir dalam kacamata pintar.

Namun, laporan The New York Times yang dikutip dari BGR pada Senin (27/4/2026) mengungkap adanya memo internal yang menyebut proyek ini membawa resiko serius terkait keamanan dan privasi.

Kekhawatiran juga datang dari American Civil Liberties Union (ALCU). Dalam surat kepada Mark Zuckerberg pada 13 April, organisasi tersebut menilai fitur Name Tag dapat membahayakan kelompok rentan, seperti minoritas agama, komunitas kulit berwarna, LGBTQ+, hingga korban penguntitan dan kekerasan seksual. Bahkan, siapa pun yang aktif di dunia digital dinilai berpotensi terdampak.

ACLU juga menyoroti desain kacamata yang tampak seperti kacamata biasa, sehingga berpotensi digunakan untuk mengidentifikasi orang lain secara diam-diam.

Hal ini dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk memantau, membuat profil, hingga menguntit seseorang tanpa sepengetahuannya. Selain itu, ada kekhawatiran teknologi ini dapat disalahgunakan oleh aparat penegak hukum.

Kekhawatiran tersebut diperkuat dengan laporan insiden pada 2024, ketika seorang mahasiswa Harvard disebut menggunakan kacamata pintar berbasis pengenalan wajah untuk mengidentifikasi orang asing di ruang publik secara langsung.

Di sisi lain, meningkatnya kasus kekerasan terhadap komunitas LGBTQ+ membuat teknologi ini semakin disorot dari sisi risiko sosial.

Kaca Mata Pintar Meta untuk Tunanetra

Meski demikian, beberapa solusi diklaim tengah disiapkan untuk mengurangi dampak negatifnya, seperti lensa khusus yang dapat mengelabui sistem pengenalan wajah serta aplikasi yang mampu mendeteksi penggunaan kacamata pintar di sekitar pengguna.

Di tengah kritik, Meta tetap melanjutkan rencana peluncuran fitur ini dan diduga menunggu momen saat perhatian publik teralihkan agar kritik mereda.

Meski begitu Meta menyebut Name Tag memiliki manfaat, salah satunya membantu penyandang tunanetra atau gangguan penglihatan mengenali orang di sekitarnya. Perusahaan juga berencana memperkenalkan fitur ini lebih dulu dalam acara khusus untuk komunitas tersebut.

Selain itu, kacamata ini diklaim dilengkapi lampu LED sebagai indikator saat perekaman berlangsung, serta pembatasan sistem agar hanya dapat mengenali orang tertentu, misalnya dari daftar pertemanan. (Nur Amalina)

#meta-kacamata-pintar #pengenalan-wajah #privasi-pengguna #teknologi-meta #ancaman-privasi #fitur-name-tag #keamanan-privasi #aclu-kritik-meta #kacamata-pengenalan-wajah #risiko-sosial-teknologi #ident

https://teknologi.bisnis.com/read/20260427/84/1969505/aktivis-kecam-kacamata-pengenalan-wajah-milik-meta-privasi-pengguna-terancam