Geoprima (GPSO) Ekspansi ke Bisnis Mekanikal, Rancang Akuisisi Aset
PT Geoprima Solusi (GPSO) berencana ekspansi ke bisnis mekanikal dengan mengakuisisi aset PT Jakarta Indah Casting senilai Rp78,5 miliar.
(Bisnis.Com) 27/04/26 16:31 204188
Bisnis.com, JAKARTA — PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) bersiap melakukan transformasi bisnis dengan masuk ke industri komponen mekanikal dan permesinan (machining) terpadu.
Hal itu dilakukan perseroan seiring dengan masuknya pemegang saham pengendali (PSP) baru, yakni PT PIMSF Pulogadung yang merupakan bagian dari Tjokro Group.
Langkah strategis ini ditandai dengan rencana perubahan kegiatan usaha utama perseroan, dari sebelumnya berfokus pada perdagangan besar mesin dan jasa survei menjadi industri komponen sepeda motor, real estat, serta perdagangan besar mesin industri.
Manajemen GPSO menyatakan ekspansi ini merupakan bagian dari visi Tjokro Group dalam membangun ekosistem solusi mekanikal terintegrasi dari hulu hingga hilir, atau one stop solution for mechanical.
"Untuk menopang transformasi tersebut, GPSO berencana mengakuisisi aset tetap milik PT Jakarta Indah Casting (JIC) berupa lahan seluas 15.400 meter persegi di Bekasi, bangunan pabrik, serta mesin produksi besi tuang cetak (ferro casting)," papar manajemen GPSO dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (27/4/2026).
Nilai transaksi akuisisi tersebut mencapai Rp78,5 miliar atau setara 183,95% dari total ekuitas perseroan per Desember 2025. Dengan mengakuisisi aset yang telah siap produksi, GPSO menargetkan dapat langsung membukukan pendapatan pada 2026 tanpa melalui tahap pembangunan pabrik dari awal.
Dari sisi pendanaan, perseroan akan menggelar Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak 66,67 juta saham baru atau sekitar 10% dari modal disetor. Dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk membiayai sebagian akuisisi aset JIC.
Perseroan menilai langkah ini tidak hanya memperkuat struktur permodalan, tetapi juga berpotensi meningkatkan likuiditas saham di pasar.
Berdasarkan studi kelayakan, rencana ekspansi ini menunjukkan prospek finansial yang solid. Proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan internal rate of return (IRR) sebesar 34,77%, jauh di atas tingkat diskonto 14%.
Selain itu, nilai kini bersih (net present value/NPV) tercatat positif sebesar Rp86,63 miliar, dengan periode pengembalian investasi (payback period) sekitar 5 tahun 1 bulan.
Keputusan strategis ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026. Mengingat transaksi ini tergolong material dan terafiliasi, persetujuan pemegang saham independen menjadi faktor krusial.
Manajemen menilai sinergi dengan Tjokro Group yang telah berpengalaman lebih dari lima dekade di industri mekanikal akan membuka akses GPSO ke pasar original equipment manufacturer (OEM) otomotif dan alat berat.
Jika terealisasi, transformasi ini akan menggeser posisi GPSO dari sekadar perusahaan perdagangan menjadi produsen dengan nilai tambah tinggi, yang diharapkan mampu mendongkrak kinerja fundamental dalam jangka panjang.
#gps-ekspansi #geoprima-solusi #bisnis-mekanikal #akuisisi-aset #industri-komponen #tjokro-group #transformasi-bisnis #perdagangan-mesin #solusi-mekanikal #akuisisi-lahan #rights-issue #likuiditas-saha