Kronologi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur
Tabrakan maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur akibatkan 5 tewas, puluhan luka. Evakuasi dramatis, investigasi KNKT berlanjut.
(Kompas.com) 28/04/26 07:01 204675
JAKARTA, KOMPAS.com - Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) menyisakan duka dan kepanikan.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 20.55 WIB itu melibatkan rangkaian KRL yang tengah berhenti dan kemudian ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh.
Berdasarkan kronologi awal, KRL Commuter Line terpaksa berhenti setelah terjadi gangguan di jalur, yakni adanya mobil taksi yang tertabrak di perlintasan sebidang di sekitar Bulak Kapal.
Saat kondisi kereta masih tertahan, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasar Turi melaju dan menabrak bagian belakang rangkaian KRL. Benturan keras tak terhindarkan.
Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menghantam gerbong terakhir KRL hingga menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong khusus perempuan yang berada di posisi paling belakang.
Bagian gerbong dilaporkan ringsek hingga menyulitkan proses evakuasi penumpang.
Menhub pastikan proses evakuasi berjalan cepat
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.
Ia menegaskan bahwa penanganan awal difokuskan pada keselamatan korban.
“Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang melibatkan dua layanan kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin,” ujar Dudy dalam keterangannya.
Ia memastikan proses evakuasi dilakukan secara cepat dengan melibatkan berbagai pihak di lapangan.
Bahkan, dirinya turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
“Kemenhub memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak,” lanjutnya.
Hingga pagi ini, pendataan korban masih terus berlangsung.
Kementerian Perhubungan juga berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk tim penyelamat dan operator, guna memastikan seluruh proses berjalan maksimal.
“Pendataan jumlah korban masih terus dilakukan. Kemenhub akan terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal seiring perkembangan di lapangan,” kata Dudy.
Sebanyak 5 Orang Meninggal 79 Dilarikan ke RS
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan pembaruan jumlah korban.
Ia menyebut angka korban meninggal dunia bertambah menjadi lima orang, sementara beberapa lainnya masih dalam proses evakuasi.
“Perlu kami sampaikan update dari korban pada saat ini meninggal dunia ada 5. Kemudian yang masih terperangkap itu ada sekitar 3. Dan yang sudah observasi ke rumah sakit itu berjumlah 79,” ujar Bobby.
Para korban luka telah dirujuk ke sembilan rumah sakit di sekitar Bekasi, di antaranya RS Primaya, RSUD Bekasi, RS Viola Bekasi, dan Mitra Keluarga.
Untuk mempercepat penanganan, KAI juga mendirikan posko tanggap darurat di area stasiun.
“Kemudian kita juga mengadakan posko tanggap darurat itu di Stasiun Bekasi ini,” tambahnya.
Proses evakuasi di lokasi kejadian berlangsung cukup menantang.
Paramayuda Petugas mengamati lokomotif yang masuk ke dalam gerbong KRL Commuterline akibat tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Hingga menjelang dini hari, Basarnas masih berusaha mengevakuasi penumpang KRL yang terjepit akibat tabrakan KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026). ANTARA FOTO/Paramayuda/rwa.Petugas gabungan harus memotong bagian gerbong yang ringsek untuk menyelamatkan penumpang yang terjepit, khususnya di gerbong perempuan yang mengalami kerusakan paling parah.
“Ya, kita lagi potong bersihnya pelan-pelan juga, enggak bisa kita paksain juga, karena itu bisa mempersulit evakuasi di dalam,” kata Bobby.
Dari sisi operasional, KAI memastikan sebagian jalur sudah kembali berfungsi setelah proses evakuasi kendaraan dan rangkaian kereta dilakukan.
“Tadi juga saya sampaikan, per jam 1.24 WIB, track kita yang di jalur hilir itu sudah beroperasi, setelah kita tadi mengevakuasi mobil taksi bersama dengan KRL-nya yang tertemper oleh mobil taksi itu,” jelasnya.
Namun demikian, untuk mendukung proses penanganan lanjutan, operasional Stasiun Bekasi Timur ditutup sementara untuk layanan commuter line.
“Dan perlu kami umumkan juga. Sampai waktu nanti kita tentukan, Stasiun Bekasi Timur ini akan kita tutup sementara untuk commuter line, sehingga nanti layanan itu hanya sampai di Bekasi saja,” tegas Bobby.
Pemerintah juga memastikan bahwa investigasi akan dilakukan secara menyeluruh.
Kementerian Perhubungan mendukung langkah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Selain itu, Kemenhub juga mendukung langkah-langkah investigasi dari KNKT dan pihak terkait guna mendalami penyebab insiden tersebut,” tutup Dudy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#tabrakan-kereta-bekasi #korban-kecelakaan-krl #evakuasi-gerbong-ringsek #investigasi-knkt-kereta