Internet RI Termurah Kedua di ASEAN, Telkomsel: Harga Selaras dengan Value
Telkomsel menanggapi posisi Indonesia sebagai negara dengan internet termurah kedua di Asia Tenggara, menekankan pentingnya keseimbangan antara harga dan kualitas layanan untuk mendorong inklusi digit
(Bisnis.Com) 28/04/26 16:19 205391
Bisnis.com, JAKARTA— PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) merespons posisi biaya rata-rata internet di Indonesia yang tergolong termurah kedua di Asia Tenggara.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan keterjangkauan harga internet merupakan capaian positif dalam mendorong inklusi digital di Indonesia. Namun, di saat yang sama, strategi penetapan harga tetap harus berfokus pada keseimbangan antara nilai bagi pelanggan dan keberlanjutan industri.
“Pendekatan harga dalam layanan broadband selalu selaras dengan value yang dirasakan pelanggan,” kata Fahmi kepada Bisnis pada Selasa (28/4/2026).
Dia menjelaskan pengalaman pelanggan secara keseluruhan menjadi faktor utama, mulai dari kecepatan dan stabilitas koneksi hingga konsistensi kualitas layanan. Dalam kerangka tersebut, harga diposisikan sebagai bagian dari proposisi nilai yang menyeluruh.
Dalam bisnis fixed broadband, Telkomsel menerapkan strategi pricing yang kompetitif dan berkelanjutan. Pendekatan ini dirancang agar pelanggan memperoleh manfaat nyata melalui peningkatan kualitas layanan secara bertahap.
Upaya tersebut mencakup peningkatan performa jaringan, penguatan customer experience, serta inovasi layanan yang relevan dengan kebutuhan digital rumah tangga di Indonesia.
Fahmi menambahkan, pengelolaan investasi jaringan difokuskan pada ketepatan, efisiensi, dan dampak langsung terhadap pengalaman pelanggan. Setiap investasi diarahkan untuk memberikan nilai maksimal dalam meningkatkan kualitas layanan internet rumah.
Selain itu, Telkomsel menjadikan operational excellence sebagai fondasi utama dalam pengembangan bisnis fixed broadband, melalui optimalisasi model operasional, pemanfaatan aset jaringan secara efektif, serta penyelarasan investasi dengan kebutuhan pelanggan dan perkembangan teknologi.
Melalui strategi tersebut, Telkomsel berupaya meningkatkan kecepatan dan keandalan layanan secara berkelanjutan, sekaligus menjaga efisiensi biaya.
“Pendekatan ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk mendukung peningkatan kualitas internet nasional dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global,” katanya.
Ke depan, Fahmi menilai industri telekomunikasi akan bergerak menuju pendekatan yang semakin value driven. Harga tetap menjadi faktor penting dalam keputusan pelanggan, seiring meningkatnya perhatian terhadap kualitas, keandalan, kemudahan, serta relevansi layanan dalam aktivitas digital sehari-hari.
Dalam konteks tersebut, Telkomsel memperkuat strategi Fixed Mobile Convergence (FMC), yakni integrasi layanan mobile, fixed broadband, dan berbagai layanan digital dalam satu ekosistem yang seamless.
Pendekatan ini membuka peluang pengembangan layanan yang lebih tersegmentasi serta bundling melalui kolaborasi dengan mitra ekosistem.
“Dengan demikian, pelanggan memperoleh konektivitas sekaligus nilai tambah yang memberikan dampak nyata dalam mendukung produktivitas, hiburan, dan gaya hidup digital mereka,” kata Fahmi.
Sementara itu, laporan Global Broadband Price League 2026 mencatat Vietnam sebagai negara dengan harga internet termurah di Asia Tenggara sebesar US$10,24 atau sekitar Rp176,6 ribu, diikuti Indonesia sebesar US$10,66 atau sekitar Rp183,1 ribu. Secara global, Indonesia berada di peringkat ke-12 dari 214 negara.
Namun, dari sisi kualitas, Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain di kawasan. Singapura, misalnya, menawarkan kecepatan rata-rata 410 Mbps dengan biaya sekitar US$32,22 atau sekitar Rp555,1 ribu per bulan, sehingga biaya per Mbps hanya sekitar US$0,08 atau sekitar Rp1.380. Thailand juga mencatat biaya per Mbps rendah dengan kecepatan rata-rata 272,6 Mbps.
Sebaliknya, di Indonesia, dengan harga sekitar US$10,22 atau sekitar Rp176,3 ribu per bulan dan kecepatan rata-rata 31,2 Mbps, biaya per Mbps mencapai sekitar US$0,34 atau sekitar Rp5.900 lebih mahal dibandingkan negara-negara tetangga.
#internet-termurah-indonesia #telkomsel-internet-murah #harga-internet-asia-tenggara #inklusi-digital-indonesia #strategi-harga-telkomsel #kualitas-layanan-internet #pengalaman-pelanggan-internet #fixe