IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin

IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin

Kepala Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengatakan krisis bahan bakar jet saat ini tidak sebesar pandemi COVID-19, karena permintaan untuk penerbangan... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 28/04/26 20:30 205697

MONTREAL - Kepala Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengatakan krisis bahan bakar jet saat ini tidak sebesar pandemi COVID-19, karena permintaan untuk penerbangan “terus kuat”. Peringatan itu seiring gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

“Kekhawatirannya adalah potensi kekurangan selama periode puncak musim panas di belahan bumi utara,” kata Willie Walsh.

Dia menambahkan bahwa kekurangan bahan bakar jet akan melanda Asia terlebih dahulu, kemudian Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.

“Tidak mungkin maskapai penerbangan dapat menyerap peningkatan biaya yang sangat besar, [itu] pasti diteruskan [kepada konsumen]. [Penjatahan] bahan bakar di Asia dan Eropa dapat menyebabkan beberapa pembatalan penerbangan,” papar dia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Senin mendesak pembukaan kembali Selat Hormuz di tengah perundingan perdamaian AS-Iran yang terhenti, lapor Anadolu.

“Saya mengimbau para pihak: Buka Selat. Biarkan kapal lewat. Tidak ada tol. Tidak ada diskriminasi. Biarkan perdagangan dilanjutkan. Biarkan ekonomi global bernapas,” ujar Guterres dalam debat tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB tentang keamanan maritim.

Selat Hormuz—yang dilalui sekitar seperlima dari minyak dan gas alam cair global—telah menghadapi gangguan besar sejak awal Maret setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.

Perang saat ini sedang dihentikan dan upaya untuk mengakhirinya secara permanen sedang berlangsung.

“Sejak awal Maret, gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz telah berdampak pada keamanan energi global, pasokan makanan, dan perdagangan. Selat Hormuz adalah salah satu titik rawan maritim paling penting di dunia,” ungkap Guterres.

Pelayaran yang aman dan tanpa hambatan adalah “keharusan” ekonomi dan kemanusiaan, katanya, menambahkan, “Guncangan ekonomi telah terjadi secara langsung – dan semua orang menanggung akibatnya.”

(sya)

#iata #perang-as-vs-iran #perang-iran-vs-israel #avtur #asia

https://international.sindonews.com/read/1701209/42/iata-peringatkan-krisis-avtur-akan-terjang-asia-terlebih-dulu-baru-eropa-dan-amerika-latin-1777377853