Sam Altman Ekspansi ke Bisnis Smartphone, OpenAI Siap Saingi iPhone
OpenAI berencana meluncurkan smartphone berbasis AI pada 2028, menggandeng MediaTek dan Qualcomm. Proyek ini bertujuan menyederhanakan interaksi pengguna.
(Bisnis.Com) 30/04/26 06:10 207090
Bisnis.com, JAKARTA — Startup AI, OpenAI, berencana sedang mengembangkan smartphone generasi terbaru yang dirancang sepenuhnya berbasis agen AI (AI agents).
Perangkat ini diproyeksikan untuk menggantikan fungsi aplikasi tradisional yang selama ini mendominasi pasar mobile.
Analis industri dari TF International Securities, Ming-Chi Kuo, mengungkapkan temuan tersebut melalui catatan riset terbarunya akhir pekan lalu. Dalam pengembangan ini, OpenAI menggandeng kemitraan strategis dengan raksasa semikonduktor MediaTek dan Qualcomm untuk urusan dapur pacu atau prosesor.
Selain vendor cip, OpenAI juga telah menunjuk Luxshare sebagai mitra manufaktur eksklusif sekaligus rekan dalam pengembangan desain. Sinergi ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam membangun ekosistem perangkat keras yang kompetitif di tingkat global.
Produksi massal untuk smartphone berbasis AI ini diperkirakan baru akan dimulai pada 2028 mendatang. Namun, spesifikasi teknis dan jajaran pemasok komponen utama diprediksi akan dikunci pada akhir 2026 atau selambat-lambatnya pada kuartal pertama 2027.
"Alih-alih mengelola tumpukan aplikasi, pengguna cukup memberi tahu ponsel apa yang ingin dilakukan, dan agen AI akan menyelesaikan tugas tersebut," ujar Kuo dilansir dari TechCrunch, Kamis (30/4/2026).
OpenAI dilaporkan sedang membangun sistem operasi kecerdasan buatan berbasis agen (agentic operating system) dari awal. Premis utamanya adalah menyederhanakan interaksi pengguna dengan perangkat tanpa perlu berpindah antar-antarmuka aplikasi pihak ketiga.
Pengembangan perangkat keras mandiri memberikan keuntungan bagi OpenAI untuk menghindari pembatasan akses sistem yang selama ini diterapkan oleh Google dan Apple. Kontrol penuh atas perangkat memungkinkan AI bekerja lebih dalam pada berbagai fitur tanpa restriksi ekosistem.
Kuo mencatat bahwa OpenAI memiliki modal kuat dalam kompetisi ini, mulai dari merek konsumen yang sudah mapan hingga akumulasi data pengguna yang masif. Smartphone ini nantinya akan mengandalkan pemrosesan data secara hybrid demi efisiensi fungsionalitas.
Teknologi yang digunakan bakal mengombinasikan AI pada perangkat (on-device AI) untuk kesadaran konteks yang berkelanjutan dengan AI berbasis cloud. Komputasi awan tetap digunakan untuk menangani tugas-tugas berat yang membutuhkan daya proses tinggi.
Inisiatif ini merupakan proyek yang berbeda dari ambisi perangkat keras OpenAI sebelumnya bersama Jony Ive. Kerjasama dengan mantan Chief Design Officer Apple tersebut diketahui lebih berfokus pada perangkat pendamping AI berukuran kecil dan tanpa layar.
Proyek bersama Jony Ive dilaporkan menghadapi hambatan pengembangan, mulai dari tantangan arsitektur perangkat lunak hingga infrastruktur. Muncul pula isu mengenai cara membangun kepribadian AI yang selalu aktif (always-on) tanpa mengganggu kenyamanan pengguna.
Chief Global Affairs Officer OpenAI Chris Lehane sempat menyatakan bahwa perusahaan tetap pada rencana pengumuman produk perangkat keras pertama di semester kedua 2026. Laporan lain menyebutkan produk awal tersebut kemungkinan berbentuk earbud dengan desain unik.
#openai-smartphone #ai-smartphone #openai-vs-iphone #smartphone-ai-agents #openai-mediatek-qualcomm #luxshare-openai #ai-operating-system #openai-hardware #ai-on-device #cloud-ai-processing #openai-jon