Piutang Pembiayaan BFI Finance (BFIN) Sentuh Rp26,8 Triliun Kuartal I/2026
BFI Finance mencatat piutang pembiayaan Rp26,8 triliun di Q1 2026, tumbuh 5,5% YoY. Pembiayaan baru Rp5,5 triliun, dengan NPF bruto 1,57% dan laba bersih Rp354,3 miliar.
(Bisnis.Com) 30/04/26 11:32 207406
Bisnis.com, JAKARTA — PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) atau BFI Finance mencatat piutang pembiayaan dikelola (managed receivables) sebesar Rp26,8 triliun, tumbuh 5,5% (year on year/YoY) per kuartal I/2026.
Presiden Direktur BFI Finance Sutadi mengatakan dari jumlah tersebut, sebesar 57,8% atau setara Rp15,5 triliun disalurkan untuk pembiayaan modal kerja dari beragam skala usaha.
Oleh karena itu hingga Maret 2026, BFI Finance mencatatkan total aset sebesar Rp25,3 triliun. Pada periode yang sama, perseroan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp5,5 triliun, relatif stabil dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
“Stabilnya penyaluran ini mencerminkan resiliensi bisnis Perusahaan di tengah ketidakpastian, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam menerapkan prinsip selektivitas dan disiplin risiko,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Sutadi menjelaskan bahwa pendekatan selektif dan disiplin menjadi kunci dalam mengantisipasi volatilitas pasar serta menjaga fondasi keberlanjutan bisnis. Sebab itu, BFI Finance optimistis dapat terus menjaga postur risiko yang sehat.
Dari sisi komposisi portofolio, pembiayaan kendaraan roda empat, baik refinancing maupun pembelian unit, masih mendominasi dengan porsi sebesar 68,1%.
Sementara itu, pembiayaan berjaminan roda dua berkontribusi sebesar 8,0%, pembiayaan alat berat dan mesin 15,0%, serta pembiayaan beragun properti dan lainnya sebesar 8,9%.
Kualitas pembiayaan perusahaan juga tetap terjaga baik. Hingga 31 Maret 2026, rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto dan neto masing-masing tercatat sebesar 1,57% dan 0,25%. Kemudian, rasio coverage terhadap NPF bruto sebesar 2,71 kali.
“Dari sisi kinerja keuangan, BFI Finance membukukan pendapatan sebesar Rp1,7 triliun, meningkat 3,1% YoY. Kemudian, laba bersih pada periode yang sama tercatat sebesar Rp354,3 miliar,” ucap Sutadi.
Lebih lanjut, dia turut menyampaikan rasio profitabilitas tetap solid dengan Return on Assets (RoA) sebesar 7,0% dan Return on Equity (RoE) sebesar 13,0%. Sementara itu, rasio gearing terjaga di level 1,2 kali.
Lebih jauh, pada Januari 2026, BFI Finance telah melunasi pokok dan bunga Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2023 Seri C tepat waktu. Selain itu, Fitch Ratings Indonesia juga memberikan peringkat nasional jangka panjang BFI Finance di level AA-(idn) dengan outlook stabil.
“Sebagai lembaga keuangan yang independen, kami akan terus mengoptimalkan diversifikasi sumber pendanaan serta memperkuat kolaborasi strategis dengan para mitra. Dengan manajemen risiko yang solid, kami optimis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.
#bfi-finance #piutang-pembiayaan #pembiayaan-bfi-finance #bfi-finance-indonesia #pembiayaan-modal-kerja #total-aset-bfi-finance #pembiayaan-baru-bfi-finance #resiliensi-bisnis #selektivitas-risiko #pem