SSMS Dorong Kinerja 2026, Permintaan CPO Meningkat
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) optimalkan produktivitas dan akuisisi untuk dorong kinerja 2026, didukung permintaan CPO yang meningkat.
(Bisnis.Com) 04/05/26 09:50 209981
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) menyiapkan sejumlah strategi untuk mendongkrak kinerja pada 2026.
Direktur Utama SSMS Jap Hartono menyampaikan perseroan akan mengoptimalkan operasional melalui peningkatan produktivitas kebun serta oil extraction rate (OER) guna mendorong efisiensi dan margin. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kinerja inti perusahaan, terutama di tengah fluktuasi harga komoditas.
Di sisi ekspansi, SSMS melanjutkan strategi anorganik dengan meneruskan momentum akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) yang dilakukan pada 2025. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperbesar skala usaha sekaligus memperluas basis produksi perseroan.
“Di sisi lain, penguatan integrasi bisnis melalui entitas anak PT Citra Borneo Utama Tbk. (CBUT) menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus mendorong hilirisasi produk bernilai tambah,” kata Jap Hartono dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).
SSMS memproyeksikan kinerja positif pada 2026 yang ditopang sejumlah faktor, antara lain permintaan domestik yang stabil berkat kebijakan energi berbasis sawit serta peningkatan kebutuhan global seiring pertumbuhan populasi dan konsumsi minyak nabati.
Dari sisi kinerja, pada kuartal I/2026 SSMS membukukan laba periode berjalan sebesar Rp357,81 miliar atau tumbuh 1,54% secara tahunan. Pendapatan tercatat Rp3,51 triliun, turun tipis dari sebelumnya Rp3,59 triliun.
Perseroan berhasil menekan beban pokok penjualan sebesar 3,73% menjadi Rp2,25 triliun sehingga laba bruto naik tipis menjadi Rp1,27 triliun. Kontribusi terbesar pendapatan masih berasal dari segmen minyak dan lemak nabati sebesar Rp3,38 triliun, menegaskan fokus pada produk hilir bernilai tambah.
Selain itu, segmen perkebunan menyumbang Rp141,69 miliar, sedangkan produk sampingan seperti cangkang, serat, serta bungkil meningkat kontribusinya menjadi Rp14,10 miliar.
Dari sisi neraca, kinerja SSMS juga menunjukkan penguatan. Total aset meningkat menjadi Rp13,79 triliun, dengan kas dan setara kas naik menjadi Rp909,51 miliar. Liabilitas tercatat turun 1,56% menjadi Rp10,48 triliun, sementara ekuitas naik 12,63% menjadi Rp3,31 triliun.
Kenaikan ekuitas tersebut ditopang oleh akumulasi laba ditahan yang mencapai Rp2,94 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang semakin kuat.
Jap Hartono menegaskan ke depan perusahaan akan terus melakukan inovasi untuk menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga ketahanan bisnis di tengah kompetisi yang semakin ketat. Selain inovasi, SSMS juga melakukan penyesuaian organisasi dengan menempatkan manajemen senior di pusat operasional guna mempercepat pengambilan keputusan serta meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan.
“Dengan kombinasi strategi inovatif, disiplin biaya, serta ekspansi yang terukur, SSMS berada pada jalur yang solid untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat posisi sebagai pemain utama di industri kelapa sawit, baik di pasar domestik maupun global,” ujar Jap Hartono.
#ssms #kinerja-2026 #permintaan-cpo #peningkatan-produktivitas-kebun #oil-extraction-rate #efisiensi-margin #akuisisi-sawit-mandiri-lestari #integrasi-bisnis #hilirisasi-produk #permintaan-domestik-sta
https://market.bisnis.com/read/20260504/94/1971054/ssms-dorong-kinerja-2026-permintaan-cpo-meningkat